Derap Langkah MAKREK 2 PPDM - Hari 01

Jumat, 08 September 2017

MAKREK 2 kali ini mengambil tema "To Know, To Love, and To Grow Together".  Hadir 29 kawan muda baru di sela-sela kesibukan studi mereka.  PPDM Angkatan I sebanyak 36 orang bertindak sebagai Panitia Penyelenggara. Ada 10 pendamping setia yang menyertai kegiatan ini.  MAKREK 2 dibuka dengan bernyanyi dan menari bersama.  Lagu-lagu rohani bernuansa sukacita dinyanyikan bersama-sama.  Keakraban pun dibangun, saling berkenalan dilaksanakan.  Pemandu acara pembuka ini adalah Nelly PPDM dan Markus PPDM.

Gerak dan Lagu di Bagian Pembukaan MAKREK 2


 

Ada 2 sesi yang dilaksanakan pada malam hari ini.  Yang pertama tentang makna cinta yang dibawakan oleh Helen PPDM dan Rica PPDM.  Mereka memulai dengan mengurai tema MAKREK 2 untuk saling mengenal, mencintai dan bertumbuh dalam kebersamaan.  Selain itu, mereka juga mengajak seluruh peserta untuk menyerukan semboyan PPDM: Satu Hati, Satu Cinta, Berbagi dalam Sukacita.  Mereka mencoba untuk mendefinisikan cinta dengan bertolak dari pengalaman mereka.  Pengalaman-pengalaman cinta ini kemudian diperdalam dengan sharing kelompok.

 

Selanjutnya, Pastor Antonius Rajabana, OMI meneguhkan pengalaman cinta itu dalam sesi kedua dengan mengajak merenungkan tentang cinta dalam perspektif iman.  Pastor Rajabana, OMI juga bertolak dari pengalaman panggilan bahwa Beliau dipanggil menjadi imam yang ahli cinta.  Karena tidak ada sekolah formal tentang cinta, maka cinta itu harus terus dipelajari.  Di PPDM inilah cinta dipelajari dan dikembangkan.  Cinta itu berevolusi menjadi kurban.  Itulah cinta Yesus Kristus.  Lebih lanjut Pastor Rajabana, OMI menguraikan bahwa cinta yang benar adalah "happy in loving", yakni bahagia dalam mecintai.  Itulah sebabnya cinta itu bersifat rohani - semakin rohani, maka cintanya semakin berkualitas.  Cinta memusatkan hidup pada orang lain yang dicintai.  Inilah yang membuat bahagia.  Maka lawan cinta bukan benci tetapi egoisme (berdasarkan 1 Korintus 13:1-13).

Pastor Rajabana, OMI Menguraikan Cinta Dalam Perspektif Iman

 

Bagaimana Tuhan mengajar kita mencintai?  Yaitu dengan menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia.  Mencintai berarti tak pernah menyerah dan berhenti.  Mencintai berarti komitmen untuk terlibat dalam hidup yang kita cintai itu.  Relasi dalam mencintai tidak pernah dipermasalahkan.  Dalam mencintai, relasi tidak bermasalah, tetapi ketika timbul masalah justru relasi dalam cinta harus semakin berkembang.  Studi cinta tidak pernah berakhir.  Ujian cinta tidak pernah diberitahu.  Maka kita harus belajar terus untuk mencintai dan kita bisa belajar dari Tuhan Yesus dan St. Eugenius de Mazenod.

Cinta yang semakin rohani itu nampak dalam 5 bahasa cinta, yakni: kata-kata, pujian, hadiah, sentuhan, dan memberi waktu.  Cinta itu sulit karena harus melawan egoisme.  Mencintai itu bukan pengetahuan tetapi keterampilan, maka diperlukan banyak latihan.  Pendalaman sesi ini dilakukan dalam sharing kelompok dengan 2 pertanyaan panduan: (1) Apa hal baru yang saya ketahui tentang cinta? (2) Bagaimana saya mau melatih mencintai?

Waktu sharing terasa begitu cepat berlalu, tetapi malam beranjak larut.  Maka kebersamaan di hari pertama MAKREK 2 ini ditutup dengan Renungan Malam singkat untuk meresapkan pengalaman iman yang baru saja didapat.

 

(Penulis: Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis, Novisiat OMI "Beato Joseph Gerard", Blotan, Yogyakarta/Dokumentasi: Novisiat OMI)

 

Pastor Antonius Rajabana, OMI dan Pastor Antonius Sussanto OMI, menyambut para peserta MAKREK 2 PPDM

 

Sebagian dari Panitia MAKREK 2 PPDM

 

Kerjasama

 

Para Pendamping MAKREK 2 PPDM

 

Berkenalan

 

Malam Malam

 

Sesi Makna Cinta

 

Apa Makna Cinta Bagimu?

 

Ungkapan Kasih

 

Sharing Kelompok

 

Sharing Kelompok

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.