ROAD MAP OMI INDONESIA - HARI KE-2

Pertemuan hari ini dimulai dengan Misa Kudus pada pukul 06.30 di Kapel Rumah Retret Maria Imakulata.  Misa peringatan Pujangga Gereja St. Hieronimus ini dipimpin oleh Pastor Ignatius Wasono Putro, OMI.  Dalam homilinya Pastor Wasono, OMI menyampaikan Pesan Bapa Superior Jenderal di Aix-en-Provence dalam Pengalaman De-Mazenod yang Beliau catat bahwa formasi OMI dewasa ini bisa digambarkan seperti menggambar orang dengan kepala yang besar, badan kecil dan hati yang kecil.  Masih diperlukan upaya-upaya tidak hanya meningkatkan intelektualitas saja, melainkan juga membesarkan hati, menjiwai semangat St. Eugenius dalam mencintai, mencintai, dan mencintai, bagi kemuliaan Tuhan dan bagi keselamatan jiwa-jiwa.


Misa Kudus Pagi dipimpin oleh Pastor Ignatius Wasono Putro, OMI


Setelah Misa, sesi pagi dimulai dengan paparan SWOT Formasi oleh Pastor Aloysius Wahyu Nugroho, OMI.  Dikatakan oleh Pastor Wahyu, OMI bahwa salah satu kekuatan formasi yang patut disyukuri ialah OMI Provinsi Indonesia memiliki Tim Formasi yang solid sehingga dalam Rumah Formasi dipikirkan dan dilaksanakan program formasi sebagai terobosan yang dapat membekali para formandi (frater dan bruder) demi pelayanan kepada Kongregasi dan Gereja secara lebih baik dan profesional. Salah satu program baru yang dilaksanakan di Skolastikat OMI ialah Program Pengembangan Soft Skill (PPSS). Program ini bertujuan untuk melatih para formandi agar makin terampil dalam melihat, menimbang dan memutuskan sesuatu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang menyeluruh mengenai suatu hal terkait dengan kebijakan pastoral, penghayatan hidup religius/imamat, dan norma-norma umum masyarakat.   PPSS merupakan studi kasus berdasarkan pengalaman-pengalaman yang terjadi di manapun yang terkait dengan pastoral Gereja dan penghayatan hidup religius/imamat tersebut.  Selain itu, para formator pun didukung Kongregasi untuk mengikuti program-program pembekalan, pengembangan rumah formasi baik yuniorat, pranovisiat dan skolastikat. Pertemuan rutin formator, tersedianya dokumen-dokumen formasi dan keterlibatan awam juga menjadi kekuatan dalam mendukung program Provinsi dalam memprioritaskan formasi dan panggilan. Sayangnya, jumlah formator yang sedikit menjadi kelemahan sehingga masih dijumpai hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya.

Selanjutnya dipaparkan penjelasan dari Rektor Seminari Tinggi OMI "Wisma de Mazenod", Pastor Antonius Widiatmoko, OMI dalam analisa yang lebih rinci melalui matriks bidang baik bagi formator (identifikasi potensi para Oblat, penugasan Oblat sebagai formator, updating dan upgrading diri terus-menerus) maupun bagi formandi yang mencakup 5 program pokok yaitu:
1. Pengolahan kepribadian, 
2. Pengolahan hidup rohani, 
3. Intelektual, 
4. Pastoral, dengan indikator kemampuan berkomunikasi (termasuk penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Perancis), kepemimpinan, dan kemampuan manajerial.
5. Hidup berkomunitas.


Dalam penjelasannya, Pastor Widi, OMI  memaparkan indikator-indikator yang dinilai dari para formandi dalam kesehariannya di rumah-rumah formasi.  Selanjutnya dijabarkan proyeksi gambaran OMI Provinsi Indonesia 20 tahun yang akan datang dengan harapan yang kuat agar setiap tahun bisa ditahbiskan 3 orang imam Oblat dengan 2 orang bruder berkaul kekal.  Mengapa 3 orang? Karena diasumsikan bahwa 1 imam untuk menggantikan imam yang meninggal/kembali ke negaranya, 1 orang memelihara/menguatkan karya yang sudah ada, dan 1 lagi untuk mengembangkan karya misi.  Untuk mencapai harapan tersebut, perlu disiapkan dengan sungguh-sungguh segala hal yang diperlukan, dan hal ini menjadi pekerjaan besar untuk seluruh komunitas.
Peserta kemudian kembali membagi diri dalam diskusi per Distrik untuk membahas ide-ide dan sumbangan pemikiran bagi Formasi OMI dengan panduan: Identifikasi tantangan zaman; Kualitas imam/bruder yg diperlukan untuk menjawab tantangan zaman dan usulan program pendidikan yang sesuai.  Pada tahap pleno, semua hasil diskusi akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi para formator dalam menyiapkan Oblat masa depan yang tangguh dan unggul.

 

 

Setelah makan siang, diskusi dilanjutkan dengan paparan bidang keuangan oleh Bendahara Provinsi, Pastor Yohanes Damianus, OMI.  Keterbukaan dalam penjelasan Beliau menyadarkan peserta terutama kaum awam akan betapa pentingnya dukungan dana yang cukup dan memadai bagi pendidikan para calon Oblat masa depan.  Terutama bagi rencana penambahan jumlah formandi dan fasilitas di rumah-rumah pendidikan yang harus dialokasikan benar-benar.  Selanjutnya, Direktur Sahabat Seminari OMI (Sasem OMI), Pastor Antonius Widiatmoko, OMI menjelaskan tentang gambaran Sasem OMI dan bagaimana upaya-upaya untuk memelihara hubungan baik, menambah jumlah dan meningkatkan relasi skolastikat dengan para anggota Sasem OMI.   Dalam diskusi Distrik berikutnya diperoleh beberapa masukan yang penting, diantaranya pembentukan Sasem OMI di setiap Distrik, penambahan jumlah anggota Sasem OMI di Distrik-Distrik, pembuatan DVD panggilan yang dibintangi oleh para novis dan skolastik, penerbitan e-money sebagai kartu anggota dan sumber dana.


Juga muncul pembahasan mengenai penggalangan dana rutin yang akan diperuntukkan bagi formasi dalam kolekte di Paroki-Paroki OMI dan Kapel Eugenius de Mazenod, Cilacap.   Pastor Damianus, OMI menutup pleno dengan mengupayakan bantuan dana internasional bagi formasi OMI Indonesia.   Setelah makan malam, sesi diakhiri dengan paparan potensi Distrik dengan lahan Gupung Puyang Gana di Distrik Kalimantan Barat sebagai contoh.   Semoga pendalaman aspek finansial dan penggalangan dana Provinsi yang sangat rohani karena ditujukan bagi karya misi ini, boleh seturut dengan rencana Tuhan.  Bagi kemuliaanNya, kebaikan Gereja dan keselamatan jiwa-jiwa.  Terpujilah Yesus Kristus dan Maria Imakulata.

 

(Penulis/Foto: dr. Benedicta Wayan Suryani/rvd)


 

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.