Biarkanlah Gandum dan Ilalang Tumbuh Bersama

Bagi Anda yang gemar nonton film bioskop, Anda tentu mengenal tokoh-tokoh seperti: Spiderman, Superman, Batman, Wonder Woman dan sebagainya. Mereka selalu tampil dalam film sebagai tokoh-tokoh perkasa, pembasmi kejahatan di masyarakat. Di hadapan mereka, semua pelaku kejahatan dikalahkan dan disingkirkan dari muka bumi ini. Namun demikian, setiap kali mereka mengalahkan satu musuh, musuh lain segera muncul lagi. Apakah ini tak-tik industri film? Bisa jadi. Supaya orang terus-menerus datang menonton. Penonton ikut merasa menang bersama dengan tokoh idola mereka.  Dalam dunia nyata juga nampak jelas bahwa kekuatan kebaikan dan kejahatan selalu ada bersama-sama. Perang melawan kekuatan kejahatan tidak pernah ada habisnya. Tidak pernah selesai.

Bacaan Injil Matius 13:24--30 menampilkan kisah yang sedikit aneh. Pemilik ladang mendapatkan laporan bahwa di samping benih gandum baik yang ditaburkan tumbuh juga benih-benih ilalang.  Kedua tanaman ini tumbuh bersama. Dikatakan bahwa musuhlah yang menaburkan benih ilalang tersebut. Para penggarap mengusulkan supaya ilalang itu dicabut dan disingkirkan dari ladang sehingga tidak mengganggu pertumbuhan benih gandum. Aneh bahwa si empunya ladang melarang. Alasan yang dia berikan adalah bahwa benih yang baik bisa ikut tercabut – sesuatu yang tidak masuk akal, karena para petani itu tahu benar membedakan mana tumbuhan gandum dan mana ilalang.  Akan tetapi Sang Pemilik ladang menegaskan supaya kedua tumbuhan itu dibiarkan tumbuh bersama sampai saatnya panen. Pada waktu panen barulah keduanya akan dipisahkan.

 

Ternyata benih Sabda Ilahi yang telah tumbuh dalam hati umat beriman itu tetap dibayang-bayangi oleh kekuatan kegelapan di sekitarnya. Kekuatan kegelapan itu tetap ada. Kekuatan kegelapan atau kejahatan ini dapat mengerdilkan bahkan mematikan benih yang sudah tumbuh. Melalui perumpamaan ini kita diajak untuk tidak membuat reaksi yang sifatnya spontan. Kita perlu belajar mengenali gerak-gerik kuasa kegelapan itu. Namun demikian, kita diajarkan agar tidak tergoda untuk bertindak tanpa perhitungan, apalagi secara emosional. Kita kadang ingin jadi pahlawan yang mau membereskan segala hal yang dianggap tidak beres dalam sekejap. Kita diajak untuk bersabar dan menunggu sampai kita mampu membedakan yang baik dari yang buruk. Kekuatan kejahatan tidak pernah akan dapat dihilangkan dari muka bumi ini. Mereka akan terus ada bersama kita. Hal penting bagi kita sekarang adalah  mengikuti Anak Manusia yang diberi kuasa oleh Yang Ilahi untuk memisahkan gandum dari lalang pada hari panen. Benih kita harus terus tumbuh dan menghasilkan buah. Kita harus menjaga supaya benih baik yang kita miliki tidak berubah menjadi ilalang.  Kita diundang bekerja sama dengan Sang Anak Manusia dengan cara berpegang pada kebaikan dan kebenaran. Dengan demikian Kerajaan Surga menjadi kenyataan di antara kita. Semoga Tuhan memberi kita kekuatan yang kita butuhkan.

(Penulis: Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI, Pastor Kepala Gereja Santa Maria Imakulata, Paroki Kalideres, Jakarta Barat)

 

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.