Romo Yohanes Damianus, OMI: "Tuhan, Ampunilah Mereka..."

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Senin, 11 Juni 2012 22:17

Romo Yohanes Damianus, OMI  dikirim Kongregasinya ke tanah Pakistan sebagai Misionaris sejak 5 tahun yang lalu.  Pada 25 Mei 2010 yang lalu, Romo Dami mengalami peristiwa penembakan yang dilakukan oleh sekelompok orang – entah mereka itu perampok atau militan.  Hal ini mengakibatkan luka cukup serius.  Romo Dami lalu dikirim pulang ke Indonesia untuk menjalani serangkaian proses operasi dan pengobatan lebih lanjut.  Beruntung Sabitah dapat menemui Romo Dami yang masih dalam pemulihan paska operasi pertamanya di Pasturan Paroki Cengkareng.

Hikmah dari peristiwa penembakan ini?

“Sebagai seorang Misionaris, kami harus siap menghadapi segala bentuk malapetaka, termasuk juga penembakan.  Jadi hikmah yang paling mendasar dari peristiwa ini adalah bahwa bekerja bersama Yesus harus berani menanggung resiko. Saya menyadari betul bahwa tugas perutusan sebagai Misionaris ini bukan hanya  karena saya diutus oleh Romo Provinsial atau Romo Jenderal – mereka hanyalah sarana untuk menyampaikan perutusan pada saya - tetapi inilah perutusan Tuhan Yesus sendiri kepada saya dengan segala resikonya.  Bukan hanya saya saja yang mengalami peristiwa tak menyenangkan ini, banyak Romo yang ditembak mati, ada yang disekap, diculik, dan macam-macam lagi, bahkan ada Romo yang istilahnya “balik tinggal nama”.  Itulah resiko dari sebuah misi. Jadi saya tidak akan melihat peristiwa ini hanya semata sebagai kejadian manusiawi, tetapi hal itu adalah resiko dari misi, seperti Tuhan Yesus sendiri yang menjalankan  misiNya hingga beresiko Dia terbunuh. Resiko seorang Misionaris itu di mana saja di dunia ini selalu ada -  resiko-resiko yang kerap kali tak tertanggungkan.  Saya mencoba mengambil bagian dalam penderitaan Kristus dengan ikut mengambil penderitaan kemanusiaan di dunia ini.  Tidak hanya saya yang ditembak, ada begitu banyak orang yang ditembak, saya kebetulan lolos, yang lain tidak lolos.”

 

Add a comment
 

Pesta Emas Imamat Romo Yohanes Kevin Casey, OMI

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Jumat, 11 May 2012 17:25

Bagi umat di Paroki St. Stephanus, Cilacap, sosok Romo Yohanes Kevin Casey, OMI tentu tidaklah asing lagi.  Beliau seorang yang sederhana, penyabar, lembut, kebapakan, dan rendah hati. Dari 50 tahun hidup imamatnya, 39 tahun dihabiskannya untuk berkarya di Keuskupan Purwokerto sebagai Pastor di Paroki Cilacap, Purwokerto Timur, Kaliori, dan Banyumas.  2 tahun lainnya dihabiskannya di Yogyakarta sebagai Rektor Seminari Tinggi OMI.

Add a comment
 

40 Tahun Tahbisan Imamat Romo Carolus Burrows, OMI

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Jumat, 25 November 2011 14:39

Nama lengkapnya Charles Patric Edwards Burrows, lahir di Seville Place, Dublin, Irlandia Selatan  pada 08 April 1943.  Di usia 19 tahun, Charlie – begitu Beliau biasa disapa – masuk Novisiat Oblat Maria Immaculata (OMI).  Serangkaian formasi dan pendidikan sebagai seorang calon Imam OMI  dilaluinya hingga Beliau meneguhkan panggilannya dalam Tahbisan Imamat di Piltown, sebuah desa kecil di selatan timur Irlandia pada 21 Desember 1969.  Imam muda ini kemudian ikut dalam rombongan imigran Irlandia ke Australia di bulan September 1970 dan sempat berkarya beberapa waktu di Paroki Sefton, Sydney, Australia.  Sejak 09 September 1973, Beliau dikirim ke Indonesia untuk berkarya di Paroki St. Stephanus, Cilacap, Jawa Tengah hingga sekarang.

 

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya212223242526272829SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.