Derap Langkah MAKREK 2 PPDM - Hari 03

Artikel - Karya & Misi

Minggu, 10 September 2017

Meditasi pagi sambil duduk bergandengan tangan mengawali dinamika hari ini. Redwan PPdM pemandu meditasi ini mengajak seluruh yang hadir untuk merenungkan  karya tangan kasih Tuhan atas manusia. Tuhan juga mengajak manusia untuk mengulurkan tangannya bagi sesama.



Kebersamaan ini dilanjutkan dengan sarapan dan outbound ward. Perjalanan outbound dari Seminari Tinggi OMI Condongcatur menuju Novisiat OMI Blotan melalui perkampungan, sawah, sungai dan jalan-jalan yang menantang.  Ada 4 perhentian utama yang menyediakan permainan penuh tantangan dan sukacita.  Semua peserta dibagi ke dalam 4 kelompok.  Dengan dipandu oleh masing-masing pendamping kelompok, mereka bisa melewati semua tantangan dengan penuh semangat.

Sampai di Novisiat OMI, mereka diajak untuk turun ke air sungai guna melaksanakan upacara inisiasi.  Rupanya turun ke sungai bersama-sama banyak yang menyukai.   Tujuannya bukan untuk sekedar main-main tetapi ingin lahir kembali dengan sukarela dan menimba kesegaran baru.   Renungan singkat untuk memilih dan membangun komitmen disampaikan oleh Pastor Antonius Sussanto, OMI.   Tidak ada paksaan untuk bergabung dengan PPDM, maka bagi yang merasa tidak terpanggil untuk menjadi anggota boleh tetap menjadi sahabat.   Ada 27 orang yang menunjukkan komitmennya untuk menjadi anggota baru, sedangkan 2 orang ingin menjadi sahabat saja. Masing-masing kelompok disambut dengan gegap gempita.

 


 


Setelah upacara inisiasi dan makan siang, seluruh peserta kembali ke Seminari Tinggi OMI untuk merayakan Ekaristi. Tetapi sebelum Misa Kudus, dibuatlah pertemuan per kelompok arah tempat tinggal untuk membicarakan kesulitan yang mungkin dihadapi berkaitan dengan transportasi dan komunikasi.  Masing-masing kelompok menunjukkan semangat persaudaraan dan kebersamaan di antara mereka untuk saling membantu.

Selanjutnya dalam Perayaan Ekaristi, Pastor Antonius Sussanto, OMI mengutip renungan Henri J.M. Nouwen tentang hidup sebagai orang yang dikasihi. Orang yang dikasihi itu seperti hosti dalam Ekaristi yang diambil, diberkati, dipecahkan dan dibagikan.   Setelah Homili, dilaksanakan upacara penandaan setiap orang yang berkomitmen dengan medali Maria Imakulata. Seluruh anggota PPDM dipersembahkan kepada Maria yang adalah ibu, ratu dan teladan iman. Acara berakhir dengan foto bersama dan operasi kebersihan.

Makrek 2 PPDM telah berlalu. Setiap orang membawa kenangannya sendiri. Kini tanggung jawab untuk terus menghidupi komitmen ada di dalam hati setiap PPDM.  Seperti Bunda Maria telah menerima Yesus dan kemudian memberikan-Nya kepada dunia, demikian juga PPDM yang sudah  mengalami kasih Tuhan  ingin berbagi kasih kepada sesama dalam sukacita. Seperti St. Eugenius yang jatuh cinta kepada Kristus dan setia kepada Gereja-Nya, demikian pula PPDM ingin menumbuhkembangkan cinta dan kesetiaan itu dengan iman dan harapan di dalam Kristus, di dalam Gereja dan di dalam mereka yang memerlukan perhatian.

St. Paus Yohanes Paulus II dalam kesempatan kanonisasi St. Eugenius pernah berpesan: "Kaum muda-mudi yang terkasih, dalam St. Eugenius kamu sekarang memiliki seorang guru, pemimpin dan pelindung. Dalam ajarannya kamu menemukan betapa baik kehidupan yang dipersembahkan untuk pelayanan Injil...."  Mari kita teladan kasih dan kesetiaan St. Eugenius.

Terima kasih atas dukungan Anda semua,  para sahabat dan pemerhati PPDM.

St. Eugenius de Mazenod, doakanlah kami.

Terpujilah Yesus Kristus dan Maria Imakulata.

 

(Penulis:  Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis, Novisiat OMI "Beato Joseph Gerard", Blotan, Yogyakarta/Dokumentasi:  Panitia MAKREK 2 PPDM)

 

Komunitas Baru PPDM - Angkatan I dan Angkatan II

 

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.