"Aku ini Hamba Tuhan, ....."

Artikel - Karya & Misi

Provinsial dan Dewan Provinsial yang baru dilantik

 

Jawaban “Ya” yang diberikan Maria kepada Malaikat Agung seakan menjadi inspirasi terdalam Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI untuk menjawab panggilan menjadi seorang Provinsial OMI Indonesia.  Ia sungguh-sungguh taat pada kehendak Bapa sama seperti Maria, bunda yang dicintaiNya.

Sabtu, 09 Februari 2018, hari cukup cerah, seakan langit dan semesta mendukung sukacita yang dirasakan oleh keluarga besar Oblat Maria Imakulata Provinsi Indonesia.  Pada hari ini dilaksanakan pelantikan Provinsial OMI Indonesia yang baru, Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI; beserta Dewan Provinsial yang baru: Pastor Dominikus Pareta, OMI, Pastor F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI, Pastor Bernardus Agus Rukmono, OMI, dan Pastor Agustinus Adeodatus Wiyono, OMI.  Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paulinus Maryanto, OMI dengan dua Konselebran: Pastor Jacques Chapuis, OMI, dan Pastor Antonius Rajabana, OMI.  Gereja Ratu Surga, Kaliori, terlihat penuh dengan orang yang datang dari berbagai daerah, antara lain Cilacap, Banyumas, Jakarta, Balikpapan, dan Sepauk.  Dalam kebersamaan, semua hadir untuk mendukung Provinsial dan Dewan yang baru.

Para Oblat Provinsi Indonesia yang menghadiri Pertemuan OMI dan Pelantikan Provinsial dan Dewannya

 

Paduan suara yang bersemangat dari Komunitas Pranovisiat-Novisiat OMI, Yuniorat OMI dan PPdM Cilacap-Yogyakarta menambah suasana meriah Perayaan Ekaristi pada sore hari itu.  Lagu-lagu dipilih dengan nuansa Kalimantan Barat, menyesuaikan dengan Pastor Eko yang berasal dari Sejiram, Kalimantan Barat.  Beberapa kamera juga nampak siap siaga, tidak mau ketinggalan untuk mengabadikan momen yang terjadi tiga tahun sekali ini.

 

“Kita semua bersukacita sebab Provinsial yang baru sebagai tanda pemersatu Oblat Indonesia telah terpilih,” begitu ungkap Pastor Aloysius Wahyu Nugroho, OMI dalam Homilinya.  Selain itu, kebijaksanaan juga menjadi suatu hal yang penting dalam diri seorang provinsial sebagai pemimpin provinsi

Pastor Eko bercerita, bahwa sesungguhnya dia cukup ragu untuk menerima panggilan sebagai Provinsial OMI.  Sehari penuh ia merenung di Gupung Puyanggana (tanah garapan milik OMI), mencoba menemukan jawaban yang terbaik.  Akhirnya, teladan Bunda Maria membantunya untuk memilih yang terbaik, yaitu mengatakan “Ya” sebagai tanda ketaatan kepada kehendak Allah.

Acara diakhiri dengan makan malam dan ramah tamah bersama.  Khas Oblat sekali bahwa setiap Oblat berusaha menjadi dekat dengan semua umat yang dilayaninya.  Hal itu nampak ketika makan bersama.  Tidak ada Oblat yang duduk makan sendirian atau hanya berdiam.  Setiap Oblat makan malam bersama dengan umat, berbaur dengan gayanya masing-masing, dan berbagi sukacita bersama secara lebih otentik.  Perjumpaan akrab yang otentik juga merupakan tanda kehadiran Allah dalam diri satu sama lain.  Semoga nama Tuhan semakin dimuliakan, dan Bunda Maria sekamkin dihormati.  Terpujilah Yesus Kristus dan Maria Imakulata.

 

(Penulis:  Frater Henrikus Prasojo, OMI, Skolastik OMI Indonesia, Yogyakarta/Foto: Bpk. Julius Husen)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.