Kata Bijak Orang Kudus (3) - Pastor Mario Borzaga, OMI

Artikel - Kata Bijak Orang Kudus

“Aku mengasihi Yesus di dalam Sakramen-Sakramen, dan Maria, aku berdoa, aku belajar dengan sukses, aku bermimpi....”

 

“Sebuah pemikiran menarik hatiku: seseorang harus segera menyucikan dirinya pada saat ini juga (...) Tidak ada waktu yang bisa disia-siakan; seseorang harus mempercepat langkah.  (...)  Para martir adalah mereka yang telah mempercepat langkah di jalan menuju kesucian dan sanggup mengatasi semua kesulitan.” (Buku Harian, 16 Januari 1957)


“Dalam Jalan Salib, dengan Salib di tanganku, aku merasakan sekali Yesus telah memilihku untuk melanjutkan jalan salibNya; seorang pemanggul salib, seorang imam... Seluru hidup Kristus adalah kemartiran dan salib, aku adalah Kristus yang lain, maka... aku juga dipilih untuk kemartiran.  Dan jika aku ingin menjadi seorang imam yang suci, aku tidak boleh berharap yang lain, karena inilah misteri yang tersembunyi di tanganku, setiap hari: misteri darah, pengorbanan total, misteri pemberian diri sepenuhnya, misteri penyangkalan diri, misteri kerendahan hati di hadapan kemuliaan Ilahi.” (Buku Harian, 19 Februari 1957)

“Jumat Agung.  Para martir itu seharusnya diteladani, bukan dipuja-puji!” (Buku Harian, 19 April 1957)


“Hari ini adalah pesta martir Yohanes dan Paulus... merekalah martir-martir yang membangun Gereja, hanya para martir....” (Buku Harian, 26 Juni 1957)


“Novisiat adalah tahun kita mencecap kemungkinan dari penyerahan diri secara total kepada Tuhan, tahun kita menemukan penyangkalan diri, pengosonngan diri sepenuhnya, seperti kala kita mengosongkan kantong sampah, tanpa penyesalan, tanpa keluhan.”


“Salibku adalah diriku sendiri, akulah salib bagi diriku.  Salibku adalah bahasa  yang aku tak mampu mempelajarinya.  Salibku sikap malu-maluku yang menghalangiku berkata satu kata Bahasa Laos.”


“Kami, para misionaris, dibentuk dalam jalan ini: meninggalkan (tempat misi) itu biasa, berpindah tempat itu suatu kebutuhan; Esok hari, jalan-jalan akan menjadi rumah-rumah kami; jika kami terpaksa harus berhenti sementara pada satu rumah, kami akan mengubah (rumah itu) menjadi jalan menuju Tuhan.”


“Aku telah memahami panggilanku: untuk menjadi manusia bahagia, meski aku masih harus berusaha untuk menyamakan diriku dengan Yesus Tersalib.”  (ditulis sebelum mengucapkan Kaul Kekal di tahun 1956)


“Sungguh sebuah sukacita untuk menjadi orang-orang kudus yang menyala-nyala, rasul-rasul yang menyala-nyala, para martir yang menyala-nyala.”

 

(sumber kutipan: www.omipostulationen.weebly.com/diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.