Hamba Tuhan Victor Lelievre, OMI

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Selasa, 29 November 2016 08:39

Hamba Tuhan Victor Lelievre

(1876-1956)

 

“Orang Yang Selaras dengan Kasih Tuhan”

 

Lahir di Brittany, Perancis,  pada 03 Maret 1876, Beliau wafat di Quebec pada 29 November 1956.

Victor adalah seorang yang mengesankan dan kuat; berdada lebar dan bertubuh tegap, dengan cara berjalan yang mantap.  Wajahnya berbentuk bundar dan sepertinya bersandar pada kedua bahunya.  Matanya yang kecil adalah mata yang penuh perhatian dan jenaka.  Sama seperti St. Yohanes Maria Vianney, Victor bukan seorang yang berpendidikan dan mampu membaca dengan baik, tetapi sudah jelas tampak bahwa ia adalah seorang utusan Tuhan.

Sebagai korban penganiayaan agama di Perancis saat abad baru, Victor berangkat ke Quebec di tahun 1903.  Baru saja tiba di Quebec, ia langsung mewartakan Injil – yang dilakukannya dengan tepat dan terkadang dengan tidak tepat.  Pengkhotbah yang punya kuasa, ia tahu bagaimana caranya menterjemahkan motto Oblat:  “Ia mengutus aku untuk menginjili kaum miskin.”  Kedalaman imannya memampukan Victor untuk menarik kalayak dalam jumlah besar dan membuat seluruh Kota Quebec “bergerak” untuk prosesi pada Pesta Hati Kudus Yesus.  Menggali inspirasi dari Injil yang diketahuinya secara mendalam, ia mampu menarik perhatian dari para pekerja, kaum muda, imam, biarawati dan lain-lainnya selama berjam-jam.

Selama 25 tahun, setiap Jumat Pertama dalam bulan, Rasul Hati Kudus Yesus ini berhasil melaksanakan Adorasi Sakramen Mahakudus selama satu jam untuk 2.000 pekerja yang berpakaian baju terusan warna biru (dungaree) – sebuah pencapaian yang mengagumkan.  Di tahun 1923, Victor mendirikan Rumah Retret “Yesus Pekerja” tempat ia – sampai hari wafatnya –bertemu dengan beribu-ribu kaum laki-laki dan anak muda.  Ia memiliki talenta untuk menangkap mereka dan memenangkannya untuk Yesus Kristus – sangat sering ia mengubah mereka menjadi rasul-rasul yang tangguh.  Daftar yang tidak lengkap memperlihatkan nama dari 80 imam yang ia bangunkan untuk menjadi tersadar akan panggilan suci mereka, 30 laki-laki menjadi imam religius dan lebih dari 100 perempuan religius.  Inilah gambaran Victor Lelievre: seorang manusia, imam, Oblat yang sungguh luar biasa.

 

Add a comment
 

Hamba Tuhan Uskup Pierre Fallaize, OMI

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Rabu, 10 Agustus 2016 11:08

 

Uskup Pierre Fallaize (1887-1964) berdarah sungguh Norman.  Uskup Pierre lahir di Gonneville-sur-Honfleur (Calvados, Perancis).  Seorang yatim piatu, ia masuk Seminari Menengah di Lisieux pada tahun 1899.

Setelah menyelesaikan wajib militernya, Pierre mengikuti jejak langkah Uskup Arsene Turquetil, seorang yang berasal dari kampung halamannya juga yang dikenal luas sebagai Uskup Misionaris di wilayah Kutub Utara.  Pierre melamar ke OMI, tanpa menunggu jawaban atas lamarannya itu, ia datang ke Novisiat di Bestin, Belgia pada 08 Desember 1906.  Kaul Pertamanya diucapkan pada 25 Desember 1907, Pierre menerima tahbisan imamatnya pada tahun 1912.  Di tahun berikutnya, ia dikirim ke misi Mackenzie di daerah Kutub Utara yang dikenal sebagai misi yang paling sulit.

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (14 - Tamat) - Kasih, Kasih, Kasih...

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Senin, 04 Juli 2016 15:04

 

02 Oktober 1815, Eugenius membeli sebuah biara tua Karmel.  Ia kemudian mengundang sahabat-sahabat pertamanya: Icard, Tempier, Deblieu, Mie, Maunier.
25 Januari 1816, pendirian Misionaris Provence, sebuah komunitas misionaris untuk mewartakan Kabar Baik di wilayah Provence.
Bersama para sahabatnya, Eugenius bermisi ke Grans, Fauveau, Marignane, hingga Pengunungan Alpen.  Sebanyak lebih kurang 40 misi dilaksanakan sejak 1816-1823.
 

HATI SELUAS DUNIA (13) - Sendiri Lagi

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Selasa, 14 Juni 2016 01:03

Pertempuran Waterloo terjadi pada tanggal 18 Juni 1815 di dekat kota Waterloo sekitar 15 km selatan ibukota Belgia, Brussels, merupakan pertempuran terakhir Napoleon Bonaparte. Kekalahan dalam perang ini menjadi penutup sejarahnya sebagai Kaisar Perancis.  Pertempuran ini juga dicatat dalam sejarah sebagai penutup dari seratus hari sejak larinya Napoleon dari Pulau Elba.

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (12) - Asosiasi Pemuda Kristen

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Sabtu, 11 Juni 2016 01:56

 

Tinggal bersama Bruder Maurs di “L’enclos” dan membentuk Asosisasi Pemuda Kristen pada 25 April 1813.

St. Eugenius de Mazenod berkarya bersama dan untuk kaum muda.  Ia juga mengunjungi tawanan perang berkebangsaan Austria di penjara militer di Caserne Forbin.

Ia jatuh sakit, sangat sakit, dan hampir meninggal! (Maret 1814)  Kaum muda berdoa baginya di depan Patung Bunda Maria Rahmat.

 

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.