HATI SELUAS DUNIA (6) - Perpisahan Orangtua

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Selasa, 24 May 2016 23:39

“Pada tahun yang sama dengan tahun kematian kakek pamanku, tahun 1795, pertama-tama bibiku, Marquise Dedons dan puteranya, dan sedikit kemudian disusul ibuku dan adiku, meninggalkan Venice kembali ke Perancis.”

Lalu perpisahan kedua orangtuanya.

Sejak saat itu, St. Eugenius hidup dikelilingi hanya oleh “laki-laki dewasa”.

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (5) - Buku Don Bartolo Zinelli

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Minggu, 22 May 2016 18:45

“Suatu hari aku sedang santai sambil melihat ke luar jendela.  Dari jendela itu dapat dilihat rumah Keluarga Zinelli di seberang jalan.  Tampak Don Bartolo yang kemudian menyapaku: ‘Tuan Eugenius, apakah Tuan tidak sayang membuang-buang waktu Tuan secara demikian di jendela itu?’  Lalu aku menjawab: ‘Benar, Tuan, sayang waktu terbuang precuma, tetapi apa yang dapat aku lakukan?  Tuan tahu saya adalah seorang asing, dan saya tidak mempunyai buku untuk dibaca sekarang ini.’  Itulah jawaban yang ditunggu-tunggu Don Bartolo: ‘Tidak masalah, anakku, engkau lihat aku sedang ada di dalam perpustakaanku, banyak buku di sini, buku Latin, Italia, Perancis juga ada.  Mungkin engkau mau membacanya.’

 

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (4) - Masa Pengasingan

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Jumat, 20 May 2016 01:03

“Kami tinggal di Nice selama 5 bulan, lalu berangkat ke Turin pada September 1791.”

“Kolose Bangsawan yang saya ikuti baru saja diserahkan kepada para imam Barnabit (Klerus Reguler Paulus – red) oleh Raja Victor Amadeus.  Para Barnabit mempersembahkan diri mereka untuk memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak-anak dari keluarga terpandang yang dipercayakan kepada mereka.  Aku termasuk anak pertama yang masuk ke kolose ini.”

“Aku belajar di Kolose ini sekitar 3 tahunan.  Aku tekun belajar, secara konsisten menjadi ranking pertama di kelas.”

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (3) - Revolusi Perancis

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Kamis, 19 May 2016 20:29

Pada tahun 1789, saat St. Eugenius berusia 6 tahun, terjadi krisis nasional.  Musim dingin yang sangat dingin, jumlah pengangguran yang terus meningkat  memicu kemarahan rakyat yang berakhir pada pecahnya Revolusi Perancis.

Keluarga de Mazenod terpaksa mengungsi dari satu tempat ke tempat lainnya selama tahun 1791-1802.  Dari utara ke selatan Italia, pertama ke Nice (Juni 1791), dilanjutkan ke Turin (Mei 1794), lalu ke Venice (November 1797), Naples (Januari 1799) dan Palermo (Mei 1802).

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (2) - Masa Kecil

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Rabu, 18 May 2016 14:19

Karena status sosial keluarganya, maka mereka memiliki banyak pelayan di rumahnya.  Di rumah ayahnya ada 12 orang pelayan yang kesemuanya sangat sigap dalam melayani dan memenuhi semua keinginan St. Eugenius.

Kakek dari keluarga ibunya (Joannis) adalah seorang yang sangat berbelas kasih.  Ia mendorong St. Eugenius kecil – meski masih sangat kecil waktu itu – untuk menyisihkan uangnya dan diberikan sebagai persembahan kepada kaum miskin.  St. Eugenius pernah terlihat memberikan jaketnya kepada seorang anak pemantik arang yang tidak memiliki jaket.  Saat ditegur karena perbuatannya itu tidak semestinya dilakukan oleh seorang bangsawan, St. Eugenius menjawab dengan sukacita: “Memangnya kenapa?  Saya akan menjadi Presiden Pemantik Arang!”

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.