Pastor Tempier - Sahabat Sejati St. Eugenius de Mazenod

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Senin, 18 May 2015 23:56

Pastor Francois de Paule Henry Tempier, OMI, adalah seseorang yang melakukan banyak hal untuk para Oblat tetapi setiap kali selalu memilih untuk tidak menonjolkan diri.  Ulangtahun wafatnya yang ke-145 tahun ini ( wafat pada 08 April 1870) juga berlalu dalam diam, sama seperti caranya menghidupi hidupnya.

Pada tahun-tahun pertama pelayanannya sebagai imam di Aix (1812-1815), St. Eugenius de Mazenod tidak mempunyai sahabat yang mampu meringankan segala keprihatinannya serta untuk berbagi ide-ide pelayanannya.  Perjumpaan St. Eugenius dengan Pastor Tempier di tahun 1815-1816 membuatnya bertemu dengan orang yang selama ini dicarinya – bahkan lebih dari itu.  Selain berbagi rencana-rencana karya dan membuat St. Eugenius merasa nyaman saat sedang pusing memikirkan banyak masalah, Pastor Tempier, seorang yang tenang, perenung, dan lebih tidak emosional dibanding St. Eugenius, melunakkan karakter St. Eugenius yang meledak-ledak, dan membantu St. Eugenius – berkali-kali bahkan menggantikan St. Eugenius – dengan tekun menuntaskan semua rencana dan misinya.

 

Add a comment
 

Mario Borzaga, OMI akan Dibeatifikasi

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Kamis, 07 May 2015 13:34

PAUS FRANSISKUS TELAH MENYETUJUI DIUNDANGKANNYA DEKRIT UNTUK ORANG-ORANG KUDUS BARU

 

Gereja akan segera memiliki 3 orang Santo/Santa dan 3 orang Beato/Beata baru. Paus Fransiskus telah memberi wewenang kepada Kongregasi untuk Penyebab Orang Kudus agar menyebarluaskan keputusan pengangkatan enam orang awam dan religius dalam proses menuju kesucian. Selain itu, tujuh orang - termasuk sepasang suami-istri dari Italia - akan diangkat menjadi Venerabilis.

 

Di antara para Santo/Santa yang baru tersebut adalah Beato Junipero Serra, seorang imam Spanyol abad ke-18 yang menjadi misionaris di California, Amerika Serikat.  Paus Fransiskus akan mengkanonisasinya pada 23 September 2015 selama kunjungan apostolik Bapa Suci ke Amerika Serikat.

 

Dua Santo/Santa baru lainnya adalah Vincenzo Grossi, seorang imam asal Cremona, Italia, pendiri Institut Putri-putri Oratorium (Pizzighettone, 09 Maret 1845 - Vicobellignano, 07 November 1917); dan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda (terlahir dengan nama Maria Isabella Salvat Romero), Superior Jenderal Suster-Suster Perusahaan Salib (Madrid, 20 Februari 1926 - Sevilla, 31 Oktober 1998).

 

Add a comment
 

Tradisi Natal di Kota Marseilles

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Kamis, 25 Desember 2014 12:42

Tradisi yang paling populer dan yang paling mengakar di Kota Marseilles  adalah tradisi Natal. Kisah misteri kelahiran Kristus menyatu dalam kebiasaan masing-masing budaya.  Di Kota Marseilles, imajinasi dan realitas menyatu, Natal memiliki cita rasa tersendiri.

Di Kota Marseilles, seperti juga di seluruh daerah Provence, persiapan Natal dimulai sejak 4 Desember pada Pesta Santa Barbara. Pada hari itu, butir-butir gandum ditempatkan di sebuah piring supaya dapat mulai bertunas.  Pada Hari Natal, piring dengan butir-butir gandum yang sudah bertunas ini diletakkan di dekat palungan.  Jika butir-butir gandum bertunas dengan bagus, dan jika tangkai-tangkai gandum tidak berubah menjadi kuning, itu berarti tanda yang baik – panenan akan berlimpah untuk tahun yang akan datang.

Add a comment
 

Beatifikasi 22 Oblat Muda dan 1 Awam Mitra Oblat

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Sabtu, 29 November 2014 14:31

Kabar sukacita datang dari Vatikan di saat Kongregasi Oblat Maria Imakulata (OMI) merayakan ulangtahun kematian Bapa Pendiri OMI, St. Eugenius de Mazenod, ke-150 pada tahun 2011 lalu.  22 Oblat muda dan 1 suami/ayah - awam mitra Oblat - yang menghuni Seminari di Pozuelo de Alarcon  dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI di Madrid, Spanyol, pada Sabtu, 17 Desember 2011.

22 Oblat muda dan 1 awam ini menjadi martir setelah mereka dihukum mati di masa pergolakan Spanyol tahun 1936.  Dengan setia para Oblat yang masih berusia antara 18-20 tahunan ini tidak menolak hukuman mati tersebut sebagai akibat dari yang mereka yakini benar dan oleh karena Kebenaran yang mereka siarkan.  Saat itu terjadi saling tuduh dan krisis kepercayaan terhadap pemerintahan yang berkuasa dan  partai-partai yang ada di Spanyol.  Para Oblat dituduh Partai Buruh yang punya kuasa besar waktu itu sebagai  orang-orang yang mendukung kapitalisme, musuh dari kebebasan, ancaman bagi masyarakat, dan menyembunyikan senjata di dalam Seminari. Maka slogan “Ganyang Para Imam” dan “Hancurkan Para Oblat” ramai didengungkan hingga akhirnya ke-22 Oblat muda dan seorang awam mitra Oblat ini dijatuhi hukuman mati.

Add a comment
 

BEATO JOSEF CEBULA, OMI

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Rabu, 29 Oktober 2014 01:08

Cinta tak bersyarat bagi Tuhan ditunjukkan lewat hidup – dan juga kematian – dari Beato Jozef Cebula, OMI,  seorang Oblat Polandia yang terbunuh di kamp konsentrasi Mauthausen, dekat Austria, semasa Perang Dunia II.

Pelayanan imamat adalah karya hidupnya meskipun dalam 21 hari terakhirnya di dunia dia hidupi dalam penderitaan.  Pada 18 April 1941, Jozef ditangkap oleh Nazi dan dibawa ke kamp konsentrasi di Mauthausen.  Di sana ia disiksa hanya karena dia adalah seorang imam.

Pastor Jozef dipaksa untuk memanggul 60 pon (sekitar 30 kg) batu dari tempat penggalian ke kamp konsentrasi yang berjarak 2 mil.  Ia harus melewati 144 anak tangga yang disebut “Tangga-Tangga Kematian” sambil dipukuli dan dicaci-maki oleh para penyiksanya.  Hanya 2 kali perjalanan yang sulit itu yang mampu ia lakukan.

 

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.