HATI SELUAS DUNIA (11) - Menemukan Jati Diri

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Selasa, 07 Juni 2016 01:09

St. Eugenius de Mazenod ditahbiskan sebagai Imam pada 21 Desember 1811. Ia menolak semua posisi di Keuskupan Amiens.  Ia menjadi Direktur Seminari St. Sulpice sebentar.  Pada Oktober 1812, ia kembali ke Aix dengan membawa Bruder Maurs, seorang mantan pertapa Trappis, sebagai pembantunya.  St. Eugenius de Mazenod bersama Bruder Maurs menjalani hidup “bergaya biara” di rumah ibunya di Rue Papassaudi. Ia tetap menjalankan discernment bagi “masa depannya” sebagai seorang imam.

Ia ingin mempersembahkan dirinya bagi kaum termiskin:  kaum muda dan kaum kelas rendah dalam masyarakatnya.

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (10) - Keputusan Akhir

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Rabu, 01 Juni 2016 14:44

 

Pengalaman iman di Jumat Agung tahun 1807 –   Cucuran airmata kepedihan yang mendalam.

“Jiwaku telah sampai pada  tujuan akhir, yaitu Tuhan, satu-satunya Tujuan.” (Retret 1814)

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (9) - Diungsikan Lagi

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Senin, 30 May 2016 22:48

Rumah Peristirahatan Keluarga de Mazenod di St. Laurent du Verdon

 

Pada 24 Oktober 1802, St. Eugenius de Mazenod tiba di Marseilles setelah 11 tahun hidup dalam pengungsian.

Kekecewaan menantinya!  Akibat salah pengertian, tidak ada seorang pun yang menjemputnya di pelabuhan.  Ia mencari ibunya di dalam kerumunan orang banyak, namun tak menemukannya.

Lalu, empat hari setelah tiba di Aix, ia harus kembali berpisah dengan keluarganya, mengungsi ke puri keluarga di St. Laurent du Verdon untuk menghindari wajib militer dengan bayaran yang lebih rendah dari kota Aix.

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (8) - Keluarga Duke Cannizzaro

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Sabtu, 28 May 2016 23:22

“Kuasa Penyelenggaran Ilahi yang melindungiku sejak masa kanak-kanakku telah membukakan bagiku pintu masuk dalam sebuah keluarga Sicilia - keluarga bangsawan Duke Cannizzaro. Sejak awal mereka telah menerimaku seperti anaknya sendiri. Ibu Cannizzaro, Putri Laderia, adalah wanita yang suci. Bapak dan ibu Cannizzaro sangat menyayangiku dan membawaku untuk dekat dengan kedua anak laki-lakinya, Michele dan Fransisco, yang umurnya tidak terpaut jauh dari umurku, bukan hanya sebagai kawan tetapi juga sebagai sahabat dan teladan perilaku – sesuatu yang sangat jarang, malahan sebuah fenomena, untuk negeri seperti mereka. Dari sejak aku tiba hingga kepulanganku ke Perancis, aku adalah bagian dari keluarga mereka: Mereka selalu menyiapkan satu piring di meja makan untukku. Aku ikut liburan musin panas ke puri peristirahatan. Semua yang bekerja di dalam rumah siap melayaniku sepertinya mereka melayani anak-anak kandung Duke Cannizzaro, yang menganggap aku sebagai saudaranya sendiri.

Add a comment
 

HATI SELUAS DUNIA (7) - Venice - Naples - Palermo

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Jumat, 27 May 2016 17:40

“Kami meninggalkan Venice menuju Naples pada 11 November 1797.

“Sungguh menyedihkan kebedaraan seorang anak muda usia 16 tahun.  Tidak ada yang dikerjakan.  Tidak ada pikiran untuk mengisi waktunya.  Tidak kenal dengan siapa pun.  Tidak bisa keluar melihat-lihat sesuatu, kecuali pergi ke gereja, membantu pamanku yang memimpin Misa Kudus!

“Kami tinggalkan Naples pada 3 Januari 1799, tiba di Palermo pada 6 Januari sore, bertepatan dengan liburan Hari Penampakan Tuhan.  Cuaca baik dan tidak ada insiden apa pun selama perjalanan kami....”

 

(Penulis: Pastor Henricus Asodo, OMI, dari presentasi slide animasi Bapa Pendiri OMI "St. Eugenius de Mazenod", Aix-en-Provence, Perancis)

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.