Mengenal Tritunggal Mahakudus

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Administrator Rabu, 10 Februari 2016 16:09

Mengenal Tritunggal Mahakudus

 

Buku “Tritunggal yang Mahakudus” karya Romo St. Darmawijaya Pr ini me-nyajikan renungan di sekitar misteri Allah Tritunggal sebagaimana yang dihayati oleh iman kristiani kita. Buku ini diterbitkan untuk menyambut Tahun Yubileum yang menampilkan misteri Allah Tritunggal. Renungan  ini dimaksudkan untuk membantu umat beriman agar penghayatan akan Allah Tritunggal makin disuburkan. Orang beriman diajak memasuki kehidupan ilahi yang tidak terjangkau oleh pikiran dan gambaran manusia yang terbatas. Ajakan ini bukan sekedar memahami, melainkan terutama untuk menghayati  misteri itu dalam pelbagai dimensi.

Dalam kehidupan kristiani kita, setiap kali melakukan tanda salib yang menjadi ciri khas doa kita dalam tradisi Katolik, kita berseru, “Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.” Seruan ini mengungkapkan seluruh keyakinan iman kita bahwa kita ini hidup dalam nama Allah. Nama menunjukkan kenyataan pribadi. Nama Allah merupakan seluruh kenyataan pribadi Allah yang disebut Bapa. Kita juga menyebut kenyataan bahwa Bapa itu mengutus Putra-Nya untuk berbela rasa pada manusia: dan Allah yang sama menghadirkan Roh-Nya  untuk memperkaya kehidupan dan memperbarui manusia.

Tritunggal Kudus adalah dasar dari sumber seluruh kehidupan iman kita. Dikatakan dasar karena dalam kenyataan itu orang beriman Kristen menemukan landasan dan sekaligus dinamika kehidupan iman, baik secara pribadi maupun bersama. Dikatakan sumber kerena dalam keyakinan akan Tritunggal yang Mahakudus itu seluruh kekayaan hidup beriman ini diberikan, bahkan juga mendapatkan simpul-simpulnya dalam hubungan antar pribadi Bapa dan Putra dan Roh Kudus tersebut.

 

Add a comment
 

Life Begins at 40

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Gregorius Sukadi Minggu, 29 November 2015 23:16

 

Judul Buku :  Life Begins at 40

Penulis :  Pastor Henricus Asodo, OMI

Tebal Buku :  xxiii + 191 halaman

Tahun Terbit :   2014

 

Bukan hanya ayat-ayat dalam Kitab Suci yang dapat menjadi bahan renungan. Selembar kain di tubuh Yesus yang tergantung di salib, Spiderman, lagu “Bujangan”, John Lennon, dan lainnya; ternyata dapat pula menjadi pemicu dan sumber inspirasi renungan!

Buku ini berisi kumpulan renungan Romo Henricus Asodo, OMI yang beliau susun pada awal karyanya di Perancis, sejak Januari 2014. Renungan-renungan yang mengungkap berbagai realitas kehidupan umat/masyarakat/umum ini melahirkan inisiatif di kalangan sahabat-sahabat Romo Asodo, OMI untuk dibukukan sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-40.

Ada berbagai metode  tahap-tahap orang merenung atau berefleksi. Secara garis besar, merenung yang berkualitas dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, budi  perenung menangkap  realitas atau fenomena kehidupan nyata, bisa realitas kehidupan pribadi atau umat/masyarakat/umum, bisa realitas kehidupan masa kini atau masa lampau.  Tahap kedua, di dalam budi yang bening, realitas tersebut  disoroti dan dilimbang-limbang oleh perenung dengan terang iman Kristiani, pengetahuan yang luas dan mendalam, serta nilai-nilai luhur yang dimilikinya. Tahap ketiga, dengan  kacamata itu dan dalam terang Roh Kudus,  realitas tersebut dicari maknanya bagi perenung pribadi dan kehidupan umat/masyarakat/umum. Tampaknya Romo Asodo, OMI juga menerapkan metode ini.

Add a comment
 

Rujukan Bagi Pengambil Keputusan

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Fr. Novis Vian Onlet, OMI Rabu, 25 November 2015 15:58

Buku DISCERNMENT, Panduan Mengambil Keputusan adalah karya Paul Suparno, SJ. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta tahun 2013. Buku ini membantu orang baik secara pribadi atau bersama dalam menentukan pilihan yang baik. Selain itu buku ini juga menyajikan langkah-langkah dalam ber-discerment melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif. Sehingga pembaca dapat merenungkan dan melihat kedalam kehidupannya dengan bantuan-bantuan contoh-contoh sederhana.

Istilah "discernment" berasal dari Bahasa Latin "discernere" yang artinya memisahkan, membedakan dengan cermat satu obyek dengan obyek lainnya. Maka discernment dapat diartikan sebagai proses kita melihat atau meneliti secara seksama, apa yang membedakan hal yang satu dengan yang lainnya.

 

Add a comment
 

Memulai Baru di Aix

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Administrator Jumat, 24 Juli 2015 01:53

 

Judul Buku:  Memulai Baru di Aix

Pengarang: Pastor Fabio Ciardi, OMI

Pengalih Bahasa:  Pastor Henricus Asodo, OMI

Penerbit:  Penerbit de Mazenod

Tahun Terbit:  2014

Tebal Buku:  282 halaman (dalam 2 bahasa: Indonesia dan Inggris)

 

Kongregasi Oblat Maria Imakulata (OMI) sudah akan berumur 200 tahun, maka OMI perlu memperbaharui diri, membentuk kembali fondasi hidupnya yang dapat ditemukan di Aix-en-Provence.  Setiap Oblat dipanggil untuk kembali pada jejak-jejak awal, menemukan kembali suasana dan keadaan yang melahirkan Kongregasi OMI; untuk mengobarkan lagi ilham-ilham awal yang menjadi darah kehidupan yang mengalir dalam diri pada Oblat; untuk terus menghidupi secara kreatif karisma awal dan pengalaman misi di dalam Gereja masa kini.

 

Add a comment
 

Karya Kemanusiaan Romo Carolus di Kampung Laut

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Administrator Jumat, 23 May 2014 00:57

Judul Buku: Mafia Irlandia di Kampung Laut, Jejak-jejak Romo Carolus OMI Memperjuangkan Kemanusiaan

Penulis: Anjar Anastasia dkk

Penyunting: Andi Tarigan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2013

Tebal Buku: xxvi + 180 halaman


“Bagian dari pendidikan yang diperhatikan sekali oleh Romo adalah masalah budi pekerti, ulet menghadapi kehidupan, survive, dan kejujuran. Romo paling tidak senang dengan orang yang tak jujur. Dia senang orang yang berjuang!” (Tentang Romo Charles “Charlie” Patrick Edward Burrows OMI, halaman 31)

Tatkala Romo Carolus pertama kali datang ke Kampung Laut pada 1973 silam, Pak Markus masih dalam kondisi berkabung. Kenapa? Karena 4 dari 12 anaknya baru saja meninggal dunia. Mereka mengidap penyakit parah dan tak sempat tertolong lagi. Anak-anak Pak Markus disinyalir terserang demam tinggi.

Saat itu puskesmas, klinik, atau dokter yang semestinya hadir di setiap pelosok desa memang belum ada. Kalau warga membutuhkan pertolongan medis mereka harus ke kota. Perjalanannya  membutuhkan waktu 1,5-2 jam menyebrangi lautan. Itu pun hanya mungkin bagi penduduk yang mampu membayar sewa kapal dengan dana tak sedikit.

 

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya123SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.