Pauperes Evangelizantur

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Administrator Senin, 05 May 2014 16:55

Resensi Buku Kenangan 20 Tahun Provinsi OMI Indonesia dan 40 Tahun Kehadiran OMI Di Indonesia
(Tahun Terbit 2013, 236 halaman)

EVANGELIZARE PAUPERIBUS MISIT ME adalah jiwa dari 3 kelompok Oblat berkebangsaan berbeda yang hadir di bumi Indonesia. Kelompok Oblat dari Australia datang dan mulai berkarya di Pulau Jawa pada tahun 1972 di Keuskupan Purwokerto. Beberapa tahun kemudian, kelompok ini juga berkarya di Keuskupan Agung Semarang dan Keuskupan Agung Jakarta, ibukota Indonesia. Pada tahun 1977, dua kelompok Oblat dari Perancis dan Italia menginjakkan kaki mereka di Pulau Kalimantan: satu kelompok di timur, di Keuskupan Agung Samarinda dan satu kelompok lagi di barat, di Keuskupan Sintang. Sebagian besar dari Oblat Perancis dan Italia yang datang ke Kalimantan adalah mereka yang diusir dari Laos karena alasan politik. Mereka mencari tempat karya di Asia yang menyerupai alam Laos dan menemukannya di Kalimantan, yang akhirnya menjadi pelabuhan hati misionaris mereka (hal. 44-52).

Secara terpisah, dalam Delegasi masing-masing, mereka bekerja sangat keras dengan susah payah untuk pelayanan Gereja dan masyarakat hingga akhirnya mereka mulai melihat kemungkinan penyatuan karya misi mereka dengan membentuk sebuah Provinsi OMI Indonesia. Proses ini dimulai dengan beberapa sesi, pertemuan, dan retret. Akhirnya, dengan persetujuan dari Administrasi Umum, Provinsi Muda Indonesia lahir pada tanggal 21 Mei 1993. Upacara yang agung ini dihadiri oleh Superior Jenderal Pastor Marcello Zago, dan Pastor Angelito Lampon, Konselor Asia-Oceania pada saat itu (hal.53-62).

Apakah misi inti dari para Oblat? Bapa Pendiri, St Eugenius de Mazenod, mengundang semua anak-anaknya bergabung dalam satu komunitas sebagai saudara dan kemudian ke luar untuk bekerja dengan bersungguh-sungguh untuk keselamatan jiwa-jiwa. Dengan hidup bersama sebagai sebuah komunitas, para Oblat mampu menghidupi "kasih, kasih, kasih di antara kita…” untuk kemudian pergi menyebarkan Injil bagi keselamatan jiwa-jiwa. Dalam menghidupi karisma Bapa Pendiri, para Oblat memilih untuk menjadi "hamba, imam dan saudara bagi orang miskin" dan memberikan hidup mereka sepenuh-penuhnya. Para Oblat membawa orang-orang untuk menjadi manusiawi, pertama-tama, dan kemudian menjadi seperti seorang Kristiani, dan akhirnya membantu mereka untuk menjadi orang-orang kudus. Mengemban misi yang demikian, para Oblat pergi ke seluruh dunia,  tinggal dan bekerja di 70 negara yang tersebar di lima benua, termasuk di dalamnya adalah Indonesia (hal. 25-43).

Add a comment
 

Etika Pastoral

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Administrator Selasa, 29 Januari 2013 17:58

Judul Buku: Etika Pastoral (Dilengkapi dengan Kode Etik)

Pengarang: Richard M. Gula, S.S.

Penerbit: Kanisius

Tahun Terbit: 2009

Tebal Buku: 244 halaman

Bacaan wajib bagi setiap pelayan pastoral. Perpaduan teori ilmiah dan pengalaman pastoral merupakan salah satu keunggulan karya ini. Paparan, arahan, batas-batas, dan strategi penting dalam pelayanan pastoral sangat menolong para pelayan tertahbis dan tak tertahbis, baik yang Katolik maupun Protestan, selama pelaksanaan tugas. Buku ini tidak hanya menyebutkan masalah-masalah tetapi juga mengindentifikasi strategi-strategi pencegahan. Suatu penemuan yang menakjubkan. (Kanisius Media)

 

Add a comment
 

Saint Who? - 39 Holy Unknown

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Administrator Selasa, 18 September 2012 23:26

Judul Buku: Saint Who? - 39 Holy Unknown (Orang Kudus Siapa? 39 Orang Kudus Yang Tak Dikenal)

Pengarang: Brian O’Neel

Penerbit: Servant Books

Tahun Terbit: 2012

Banyak dari kita yang tahu para orang kudus yang “terkenal” – seperti para Rasul Kristus, St. Fransiskus, Sta. Teresa, St. Antonius, dan lainnya, tetapi ada begitu besar jumlah orang kudus yang sedikit sekali dikenal oleh orang banyak.  Brian O’Neel mencoba merangkum (meski sedikit) lewat 39 orang kudus yang sedikit dikenal yang dapat menjadi teladan bagi kita di zaman sekarang ini lewat buku “Saint Who? 39 Holy Unknowns” – “Orang Kudus Siapa?  39 Santo/Santa Yang Tak Dikenal”.

Untuk setiap orang kudus, O’Neel menawarkan biografi singkat disertai alasan mengapa seseorang harus memperhatikan orang kudus ini.  Lewat halaman-halaman buku ini, kita dapat belajar dari Santa Perpetua dan Felisitas dan menemukan bahwa tidak ada alasan untuk hidup menyangkal Kristus.  Sta. Bathilda, istri dari Raja Clovis, mengajarkan pada kita bagaimana menggunakan kekuasaan dan harta milik untuk tujuan baik.  St. Willichord, seorang misionaris kudus, menawarkan ajaran-ajaran ketekunan saat menghadapi kejatuhan, dan Sta. Lidwina menunjukkan iman dan kesabaran di tengah penderitaan fisik yang sangat berat.

 

Add a comment
 

Dokter Jerome Lejeune - Di Mata Puterinya

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Administrator Rabu, 05 September 2012 17:24

Hidup pribadi dan karakter profesional dr. Jerome Lejeune adalah seperti sehelai baju yang tak berjahit dari filosofi dan aksi nyata gerakan pendukung kehidupan (Pro-Life).  Inilah yang tergambar dalam buku Life is a Blessing: A Biography of Jerome Lejeune (Hidup adalah sebuah Berkat: Biografi Jerome Lejeune) yang ditulis dengan kasih oleh puterinya, Clara Lejeune-Gaymard.

Clara menjabarkan kegairahan dan harapan Ayahnya yang dibagikannya kepara keluarga-keluarga yang memiliki anak-anak Down Syndrome.  Banyak orang memanggilnya kapan saja – siang maupun malam – untuk berkonsultasi dengannya.   Beliau akan meninggalkan apa pun yang sedang dikerjakannya untuk berbicara bersama mereka selama berjam-jam.

Suatu kali, saat menghadiri Konferensi Kesehatan Internasional yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, dr. Lejeune menjadi satu-satunya pendukung aksi Pro-Kehidupan (Pro-Life) saat  pengguguran kandungan menjadi topic perdebatan.  Beliau bertanya: “Apakah kehidupan itu sebuah fakta atau keinginan?”  dan memperingati semua yang hadir: “Kita lihat di sini, sebuah institusi kesehatan yang mengubah dirinya menjadi sebuah institusi kematian.”  Sore itu, Beliau menulis kepada istrinya: “Siang ini saya kehilangan Hadiah Nobel saya….”

Pada masa pergolakan social di tahun 1960-an, ada beberapa masa mengerikan yang dialami oleh anak-anak dr. Lejeune.  Di sekolah kedokteran tempat dr. Lejeune mengajar terlihat tulisan di tembok: “Dr. Lejeune adalah seorang pembunuh!  Bunuh dr. Lejeune! Dr. Lejeune dan monster-monster kecilnya harus mati.”

Clara mengeluh: “Ayah yang tidak membenci seorang pun, yang selalu berkata: ‘Aku tidak berkelahi dengan masyarakat; aku berkelahi dengan ide-ide palsu,’ hingga sekarang menjadi obyek kemarahan yang tak tersembunyikan dari orang-orang yang menempatkan diri mereka sebagai para rasul toleransi.”

 

Add a comment
 

Misteri Manusia dan Kehidupannya

Artikel - Perlu Dibaca

Ditulis oleh Administrator Senin, 13 Agustus 2012 17:20

Judul Buku: Belalang pun Ingin Memuliakan Penciptanya

Pengarah: Jalu Sumangsa

Penerbit: Kanisius, Yogyakarta

Tahun Terbit: 2012

Isi: 182 halaman

Sang Pencipta menciptakan makhluk hidup dalam kemisterianNya.  Kehidupan manusia sangat kompleks.  Banyak hal yang mungkin saja sampai saat ini tidak dapat kita mengerti.

Buku yang merupakan kelanjutan permenungan buku "Katak pun Ingin Memuliakan Penciptanya" (2011) ini, membagikan permenungan seperti berikut: "Dalam diri manusia mempunyai roh yang tidak berjenis kelamin.  Namun, roh yang berasal dari Pencipta itu mempunyai daya laki-laki dan perempuan.  Dengan menciptakan manusia sepasang, Sang Pencipta hendak menunjukkan kasihNya kepada manusia melalui tahap-tahap kehidupan manusia.  Pertama, manusia diciptakan sepasang.  Kedua, manusia yang diciptakan berpasangan ini kemudian bersatu.  Ketiga, dari kesatuan itu lahirlah manusia baru.  Keempat, lahirnya satu atau lebih anak membentuk sebuah keluarga.  Kelima, setelah diciptakan, bersatu, melahirkan manusia baru dan membentuk keluarga, manusia pada akhirnya kembali kepada Sang Pencipta.  Dengan sikap rendah hati, manusia berusaha memahami misteri ciptaan dan Penciptanya.  Tujuannya hanya sekadar usaha untuk mencari kebenaran sejati (hal. 105-106)

Add a comment

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya123SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.