Rujukan Bagi Pengambil Keputusan

Artikel - Perlu Dibaca

Buku DISCERNMENT, Panduan Mengambil Keputusan adalah karya Paul Suparno, SJ. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta tahun 2013. Buku ini membantu orang baik secara pribadi atau bersama dalam menentukan pilihan yang baik. Selain itu buku ini juga menyajikan langkah-langkah dalam ber-discerment melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif. Sehingga pembaca dapat merenungkan dan melihat kedalam kehidupannya dengan bantuan-bantuan contoh-contoh sederhana.

Istilah "discernment" berasal dari Bahasa Latin "discernere" yang artinya memisahkan, membedakan dengan cermat satu obyek dengan obyek lainnya. Maka discernment dapat diartikan sebagai proses kita melihat atau meneliti secara seksama, apa yang membedakan hal yang satu dengan yang lainnya.

 

Discernment dibedakan menjadi dua kelompok yaitu discernment pribadi dan discernment bersama. Discernment pribadi adalah mengambil keputusan untuk diri sendiri atau kepentingan pribadi. Sedangkan discernment bersama adalah mengambil keputusan bersama dalam kelompok.

 

Dalam ber-discernment kita membutuhkan beberapa sarana untuk membantu kita dalam mengambil keputusan. Sarana pertama adalah pikiran (otak) yang berfungsi mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang masalah yang dihadapi. Dengan cara mengungkapkan dan mendata segi positif dan segi negatif dari pilihan yang akan kita pilih.

Sarana kedua yang membantu dalam mengambil keputusan adalah hati (afeksi) karena setiap manusia memiliki hati untuk menentukan pilihan. Dalam menentukan pilihan kita membutuhkan kehendak yang terdalam. Sehingga mendorong kita untuk tekun, tabah dan rela berkorban menjalankan dan mengembangkan pilihan. Hati juga membuat kita merasa gembira, semangat, dan rela menjalankan konsekuensi dari pilihan.

Sarana ketiga yaitu nilai. Nilai menjadi pegangan dalam hidup. Karena menjadi tonggak dasar atau basis dalam pemilihan. Selain itu juga nilai menjadi kerangka acuan, dimana pemikiran kita tentang persoalan yang akan dipilih dan gerak hati akan disesuaikan dengan nilai ini.

Sarana yang terakhir  ialah waktu. Waktu akan sangat berpengaruh bagi diri kita mengambil keputusan. Waktu yang cukup akan sangat membantu kita dalam menentukan pilihan yang terbaik.

Selain sarana yang diperlukan, sikap diri juga akan menentukan kita dalam mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan diperlukan sikap indifferent (sikap tidak memihak), semangat lepas bebas (tidak terikat), kepekaan dalam membedakan roh, kesadaran (siapa aku?) dan kehendak Tuhan.

Sarana dan sikap ini jika dapat kita kuasai maka akan sangat membantu diri kita dalam langkah selanjutnya yaitu proses. Kita tahu dalam mengambil keputusan diperlukan suatu proses. Dalam proses discernment dibedakan menjadi dua jenis.

Discernment pribadi adalah proses pengambil keputusan secara sendirian untuk kepentingan diri sendiri/masa depan. Dalam discernment pribadi terbagi menjadi beberapa keadaan. Pertama dalam situasi biasa artinya kita memiliki waktu yang cukup dalam menentukan pilihan. Sehingga kita dapat menentukan pilihan dengan sebaik mungkin.

Keadaan kedua yaitu dalam konsolasi tinggi artinya mereka mengalami hiburan rohani atau sentuhan Tuhan yang begitu kuat. Sehingga dirinya yakin bahwa Tuhan yang menghendaki apa yang telah dipilihnya.

Keadaan kedua membayangkan menjadi penasihat. Dimana kita bayangkan kita kedatangan tamu yang membutuhkan pertimbangan kita. Kita berusaha mengumpulkan data yang menguntungkan dan merugikan atas apa yang dipilih.

Kita membayangkan diri kita akan meninggal dalam waktu yang tidak lama. Membayangkan kita berada di hadapan Tuhan dan sedang diadili oleh Tuhan sendiri. Teknik ini akan lebih akurat dalam pengambilan keputusan.

Sesudah kita menentukan pilihan yang menurut pertimbangan diri sesuai atau cocok atau paling tepat, Kita harus berusaha untuk setia dan bertanggung jawab dengan pilihan itu, karena dalam proses perjalanannya kita akan menemukan dua kemungkinan yaitu semakin baik atau tidak. Bila pilihan itu keliru maka kita harus berani memperbaikinya dengan mengadakan pemilihan ulang, jika itu memungkinkan. Sebaiknya dalam proses pemilihan kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempertimbangkan segalanya.

Discernment komunitas atau communal discernment adalah mengambil keputusan atau menentukan pilihan bersama-sama anggota keluarga/komunitas/lembaga. Discernment bersama ini dapat terlaksana jika kita secara pribadi sudah dapat ber-discernment.

Di akhir buku ini penulis memberikan saran untuk mengembangkan dan menyeimbangkan pikiran (segi objektif) dan hati (segi subjektif) untuk menunjang diri kita dalam pengambilan keputusan. Dengan berlatih setiap hari dari hal-hal kecil dalam hidup kita hingga sampai yang terbesar yaitu menerima atau menolak Tuhan. (Ditulis oleh: Frater Novis Vian Onlet, OMI)

Sumber: Buletin Gerard.Com - media komunikasi Novisiat OMI "Beato Joseph Gerard", Blotan, Yogyakarta

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.