Mengenal Tritunggal Mahakudus

Artikel - Perlu Dibaca

Mengenal Tritunggal Mahakudus

 

Buku “Tritunggal yang Mahakudus” karya Romo St. Darmawijaya Pr ini me-nyajikan renungan di sekitar misteri Allah Tritunggal sebagaimana yang dihayati oleh iman kristiani kita. Buku ini diterbitkan untuk menyambut Tahun Yubileum yang menampilkan misteri Allah Tritunggal. Renungan  ini dimaksudkan untuk membantu umat beriman agar penghayatan akan Allah Tritunggal makin disuburkan. Orang beriman diajak memasuki kehidupan ilahi yang tidak terjangkau oleh pikiran dan gambaran manusia yang terbatas. Ajakan ini bukan sekedar memahami, melainkan terutama untuk menghayati  misteri itu dalam pelbagai dimensi.

Dalam kehidupan kristiani kita, setiap kali melakukan tanda salib yang menjadi ciri khas doa kita dalam tradisi Katolik, kita berseru, “Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.” Seruan ini mengungkapkan seluruh keyakinan iman kita bahwa kita ini hidup dalam nama Allah. Nama menunjukkan kenyataan pribadi. Nama Allah merupakan seluruh kenyataan pribadi Allah yang disebut Bapa. Kita juga menyebut kenyataan bahwa Bapa itu mengutus Putra-Nya untuk berbela rasa pada manusia: dan Allah yang sama menghadirkan Roh-Nya  untuk memperkaya kehidupan dan memperbarui manusia.

Tritunggal Kudus adalah dasar dari sumber seluruh kehidupan iman kita. Dikatakan dasar karena dalam kenyataan itu orang beriman Kristen menemukan landasan dan sekaligus dinamika kehidupan iman, baik secara pribadi maupun bersama. Dikatakan sumber kerena dalam keyakinan akan Tritunggal yang Mahakudus itu seluruh kekayaan hidup beriman ini diberikan, bahkan juga mendapatkan simpul-simpulnya dalam hubungan antar pribadi Bapa dan Putra dan Roh Kudus tersebut.

 

Allah Itu misteri

Memahami kisah (Kej 32:22-23) pengalaman Yakub yang gelisah  karena harus menghadapi Esau, saudara kembarnya, menampilkan drama pengalaman rohani yang mendalam. Baik perjuangan seorang manusia yang mau mengamankan keluarga dan harta miliknya, maupun pengalaman batin akan pengenalan Allah, tampil dalam kisah ini.

Allah Sebagai Misteri Agung

Allah Tritunggal adalah misteri Agung. Dalam buku iman Katolik istilah misteri diterangkan demikian: “Misteri tidak seluruhnya tersembunyi. Misteri dapat dijangkau dan dialami, tetapi tidak pernah dipahami  atau dijelaskan dengan tuntas, sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi, sebab misteri menyangkut pribadi, baik pribadi manusia maupun – terutama pribadi Allah. Akibat pemahaman seperti itu, maka pribadi Allah perlu didalami bukan hanya dengan budi dan pengetahuan, melainkan juga dengan hati, perasaan, dan terutama intuisi kasih. Seperti manusia sendiri bila mau masuk ke dalam batinnya sendiri, sering juga terbentur pada keterbatasan rumusan. Apalagi mendalami pribadi Allah akan terbentur pada rumusan yang perlu dipertanyakan.

Allah yang selalu hadir

Kendati  Allah dialami sebagai misteri, tetapi Allah juga dialami sebagai yang hadir dalam kehidupan ini berkat kekuatan ciptaan-Nya yang nyata. Kehadiran Allah ini juga yang pantas dipahami sejenak untuk memahami misteri Allah dalam hidup orang beriman. Dalam kisah panggilan Musa, Allah menyatakan diri sebagai leluhur, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Yakub (Kej 3: 1-6). Ketika Allah menyam-paikan perutusan-Nya kepada Musa  untuk membebaskan bangsa Israel dari kekuasaan Firaun, Musa mempertanyakan nama Allah yang mengutusnya sebagai duta. Ia mendapat jawaban bahwa nama Allah itu Aku adalah Aku (Kej 3:5).

 

Pesan bagi kita

Memahami Allah Tritunggal yang telah menyatakan diri dalam karya Putra dan Roh-Nya yang kudus merupakan sebuah perjuangan memahami misteri amat agung karya penyelamatan-Nya. Orang ber-iman perlu membaca dalam dirinya sendiri bagaimanakah misteri agung karya Allah itu menjadi ciri kehidupannya sendiri? Ketika dibaptis, orang Kristiani ditandai dengan nama Allah Tritunggal tersebut. Hanya dengan demikian misteri Allah Tritunggal yang sering kita sebut dalam tanda salib, bukan sekedar upacara kosong, melainkan menjadi tanda nyata bagaimana orang beriman menandainya dengan tanda salib Yesus Kristus, sambil menyerukan keyakinan bahwa hidupnya dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

 

(Ditulis oleh Frater Nov. Hendrianus Wendi, OMI - seperti yang terbit di Buletin Gerard.Com Edisi Desember 2015)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.