Jumpa Mitra OMI Distrik Jakarta

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Rabu, 25 November 2015 16:46

Panitia Triennium OMI Distrik Jakarta mengadakan “Jumpa Mitra OMI” - pertemuan para mitra karya OMI yang tergabung dalam Asosiasi Misionaris Maria Imakulata (AMMI), Sahabat Seminari OMI (Sasem) dan para awam yang berkarya bersama para Oblat di Jakarta.

Pertemuan yang bertema “We Love The Oblates, The Oblates Love Us” ini mengambil bentuk seminar singkat 2 sesi dengan narasumber Pastor Henricus Asodo, OMI yang sekarang sedang berkarya di Rumah Misi Perdana OMI di Aix-en-Provence, Perancis.  Dalam sesi pertama, Pastor Asodo mengupas tentang spiritualitas dari Bapa Pendiri Kongregasi Oblat Maria Imakulata, St. Eugenius de Mazenod, lewat meditasi dan titik balik – pertobatan sejati – St. Eugenius di depan Salib pada sebuah Jumat Agung.  “Seorang St. Eugenius yang bangsawan, berwatak dan berkemauan keras, juga pemberani, pada akhirnya tidak dapat berkutik di depan Salib,” kata Pastor Asodo.  Pada sesi kedua, Pastor Asodo mengupas kemitraan awam-OMI.  “...Pertama-tama kita harus jatuh hati pada Yesus Kristus; kedua, jatuh hati pada Gereja; ketiga, jatuh hati pada semangat misionaris...,” demikian mengutip uraian singkat namun padat dari Pastor Asodo.  Harapan Pastor Asodo adalah dibentuknya sebuah Kelompok Doa Awam Mitra OMI yang setiap anggotanya mendoakan satu nama Oblat secara sungguh setiap harinya.  “Silahkan pilih, mau Romo, Bruder, Frater, calon Bruder, Novis, Pranovis.  Satu nama, setiap hari didoakan.  Kalau bertemu (dengan yang bersangkutan), silahkan katakan: ‘Romo/Bruder/Frater..., saya mendoakan Romo/Bruder/Frater setiap hari lho...’ Saya yakin, dia yang mendengarkan kalimat itu, akan merasa bagaimana, begitu....”

 

 

Add a comment
 

OMI Membutuhkan Awam, Awam Membutuhkan OMI

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Pastor Antonius Widiatmoko, OMI Senin, 23 November 2015 19:32

Anggota Sahabat Seminari Distrik Balikpapan, Kalimantan Timur

 

Salah satu hal yang menonjol dari komunitas-komunitas OMI di manapun, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah kedekatannya dengan umat. Dan memang aspek hospitalitas, persaudaraan, hidup komunitas apostolik merupakan hal-hal yang dengan sendirinya terpancar dalam gaya hidup seorang Oblat berkat pengalaman dicintai, dikasihi, ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus yang Tersalib.

Kedekatan hati dengan umat ini pada akhirnya memungkinkan bentuk-bentuk kerjasama antara para misionaris OMI dan kaum awam. Semakin lama semakin disadari betapa OMI membutuhkan awam, dan sebaliknya pula awam membutuhkan OMI. Kesadaran ini sungguh amat sangat berharga dan diperlukan dalam menghidupi semangat misioner Gereja.

Dulu, di awal kisah perjalanan OMI di Indonesia, banyak para misionaris OMI datang ke Indonesia sekitar tahun 1970-an. Mereka adalah para imam yang berasal dari Australia, Perancis, dan Italia. Kehadiran dan karya mereka sungguh sangat berarti bagi pewartaan Injil. Di satu sisi suburnya sekularisme dan konsumerisme yang melahirkan semangat individualis, khususnya di negara-negara maju di bagian Barat, telah membuat jumlah orang-orang muda yang terpanggil mengikuti Tuhan di jalan khusus sebagai imam, bruder, dan suster pun semakin menipis. Demikian pula aliran dana dari luar negeri yang menopang terselenggaranya karya misi OMI di Indonesia makin menipis. Di sisi lain, situasi itu menjadi berkat bagi tumbuhnya suatu kesadaran yang makin meningkat di hati para misionaris OMI asal Indonesia, bahkan kesadaran ini makin dirasakan sebagai sebuah desakan kuat untuk mengusahakan panggilan-panggilan baru dan kecukupan finansial untuk menyelenggarakan pelayanan Gereja.

Add a comment
 

Ulang Tahun 75 Pastor Jacques OMI

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Pastor Reynold Agustinus, OMI Kamis, 20 Agustus 2015 21:51

Sebagai ungkapan syukur dan cinta, umat Paroki St. Petrus dan Andreas, Sepauk, Kalimantan Barat merayakan ulang tahun P. Jacques Chapuis, OMI yang ke-75. Rangkaian acara untuk memeriahkan perayaan yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2015 ini dibuka oleh P. Antonius Rajabana, OMI, Provinsial OMI Indonesia. Sejak pagi diselenggarakan lomba koor dan gerak lagu yang diikuti oleh regio-regio di Paroki Sepauk dan umat dari Paroki St. Yohanes Rasul, Dangkan Silat. Setelah makan siang, Pastor Jacques diarak di atas sebuah mobil dari Lengkenat ke Paoh, tempat Misa akan dilaksanakan. Pkl. 17.00 dimulai perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Bono. Turut berkonselebrasi dalam Misa ini, Pastor Eko, Pastor Peter, Pastor Jacques, Pastor Dami, Pastor Wahyu,  Pastor Robert, Pastor Reynold, dan enam imam keuskupan Sintang, termasuk Pastor Miau, Vikaris Jenderal Keuskupan. Setelah makan malam dan ramah-tamah, acara ditutup dengan menyanyi dan berjoget bersama. Pastor Jacques yang dipestakan merasa sangat bahagia bahkan beliau bersedia untuk minum tuak dan ikut berpesta sampai acara selesai, yaitu sekitar pkl. 01.00.

Add a comment
 

Hadir di Tengah Masyarakat

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Kamis, 06 Agustus 2015 08:18

 

(Catatan Ikut Pastoral Masyarakat dari Komunitas Novisiat OMI Yogyakarta)

“Komunitas-komunitas kita, yang penuh perhatian kepada semua orang yang ada di sekeliling, harus memancarkan keramahtamahan menurut Injil” (Konstitusi OMI No. 41)

Hari Minggu, 26 Juli 2015 warga RT 01 Dusun Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta mengadakan acara Syawalan paska Lebaran. Acara Syawalan ini diadakan di Bumi Perkemahan Kaliurang. Pada kesempatan kali ini Komunitas Novisiat OMI juga diundang oleh warga untuk ikut acara ini. Fr.Wendi dan Penulis diutus oleh Komunitas Novisiat untuk menghadiri acara tersebut.

Add a comment
 

Kilas Sejarah Komunitas Baru dan CIEM

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Rabu, 05 Agustus 2015 23:15

Anggota Komunitas Aix sekarang: (dari kiri ke kanan) Bruder Benoit Dosquet, Pastor Joseph Bois,

Pastor Henricus Asodo Istoyo, Pastor Krzysztof Zielenda, Pastor Bonga Majola

 

Komunitas Aix adalah komunitas tertua dalam Kongregasi OMI.  Komunitas Aix menempati rumah paling bersejarah dalam Kongregasi yang kini menjadi Pusat International Eugenius de Mazenod (CIEM).  CIEM adalah komunitas internasional yang terdiri dari 5 Oblat dari 5 negara berbeda: Afrika Selatan, Belgia, Perancis, Indonesia, dan Polandia.  Berikut adalah kilas sejarah langkah-langkah penting dari pendirian komunitas internasional ini.

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.