"Puisi Yang Indah Bagi Tuhan"

Artikel - Ragam Peristiwa

Sungguh kesempatan luar biasa bagi Komunitas OMI Formasi Yogyakarta karena kedatangan seorang Misionaris OMI yang berkarya di Turkmenistan. Beliau adalah Pastor Andrzej Madej, OMI, Superior Misi OMI di Turkmenistan. Beliau lahir dan besar di Polandia dan sudah 20 tahun berkarya di Turkmenistan bersama 250 orang Katolik di sana. Dalam menjalankan karyanya Beliau ditemani oleh dua orang Imam Oblat lainnya.

Selain berkunjung melihat OMI Provinsi Indonesia, Pastor Andrzej memberikan diri untuk membagikan pengalaman bermisi di Turkmenistan bersama Komunitas Formasi.  Pertemuan ini diadakan di Wisma de Mazenod, Seminari Tinggi OMI, Yogyakarta pada Selasa, 22 Maret 2017. Hadir juga dalam pertemuan kekeluargaan ini Komunitas Seminari Tinggi, Komunitas Novisiat, enam orang awam, dan tidak ketinggalan beberapa anggota PPdM (Putera-Puteri de Mazenod) Yogyakarta.

Pertemuan diawali dengan ice breaking yang dipandu oleh Fr. Arkadius Roga, OMI. Setelah itu Pastor Antonius Widiatmoko, OMI, Rektor Seminari Tinggi OMI, memberikan pengenalan tentang Komunitas Formasi beserta pernak-perniknya kepada Pastor Andrzej.  Selanjutnya adalah acara inti yaitu sharing dari Pastor Andrzej. Menutup acara sharing, acara dilanjutkan dengan doa Oraison (Doa Sore Oblat di Hadapan Sakramen Mahakudus), dan diakhiri dengan kebersamaan lewat santap malam.

 

Pada sharingnya, Pastor Andrzej memperkenalkan kampung halamannya di Polandia. Beliau merekomendasikan kepada kami agar datang dan berkunjung, bahkan berziarah ke Polandia karena di sana terdapat tempat-tempat peziarahan yang menarik seperti Rumah St. Yohanes Paulus II, ikon Black Madonna, juga Kamp Auswitch tempat kemartiran Santo Maximillian Maria Kolbe. Beliau juga memperkenalkan makanan khas bernama “Kremuvka”, sejenis kue yang menjadi incaran para peziarah dan turis yang datang.

Beliau membagikan pengalaman yang menarik di Turkmenistan yaitu Beliau yang hadir sebagai kelompok minoritas. Perjalanan pastoral dan karya misi di Turkmenistan selalu dibangun dalam rangka dialog dengan kelompok mayoritas di sana yaitu umat Islam. Tidak ada Imam lain di Turkmenistan kecuali Imam Kongregasi OMI.

Berkaitan dengan proses Formasi, Beliau mengundang kita semua (Formasi inisiasi – pertama - dan lanjutan) agar menjadi sebuah Puisi. Puisi merupakan rangkaian kata-kata indah. Puisi itu utamanya adalah Tuhan sendiri, tetapi menjadi puisi berarti masing-masing dari kita mengembangkan diri untuk menjadi unik, menjadi dirinya sendiri sebagaimana dikehendaki Allah. Diambil dari bahasa Yunaninya (Phoesis) puisi berarti kreatif, mencipta. (“We Should be a Poet, a unique person, to be yourself according to the God’s Plan” – P. Andrzej)

Formasi ada untuk membantu setiap Oblat untuk bisa semakin serupa dengan Yesus. Dengan proses Formasi, kita membentuk diri dan kepribadian kita dan kemudian mempersembahkan seluruhnya bagi Tuhan. Katakanlah kita memiliki tantangan dalam hal seksualitas, maka pandanglah seksualitas itu dari pandangan yang lebih menyeluruh. Beliau mengajak untuk menggunakan seksualitas sebagai salah satu sarana kesucian karena pada dasarnya kita semua dipanggil untuk menjadi orang kudus.

Dengan tidak meninggalkan kepribadian yang penuh sebagai manusia, kita semua diajak untuk lebih banyak mendengar dan percaya pada rencana-Nya. Ada kerapuhan, ada kelemahan, tetapi belas kasih Allah membantu kita dan menyentuh kita. Pada awal abad ke-19 hingga pertengahannya dunia kehilangan belas kasihnya karena terjadi Perang Dunia yang memakan banyak korban, tetapi Allah tidak pernah sekalipun kehilangan Belas Kasih-Nya. Dengan memiliki belas kasih terhadap saudara-saudari kita, maka kita turut bergabung dalam karya belas kasih Allah sendiri.

Demikianlah hidup kita yang unik ini dirangkai untuk menjadi puisi yang indah bagi Allah, kita semua diundang untuk tumbuh sebagaimana direncanakan-Nya. Sekali lagi kita diajak untuk bertumbuh menjadi pribadi yang unik, yang kreatif, yang mampu menciptakan pembaruan, memainkan peran kita sebaik mungkin. Memang semua itu mungkin sulit untuk dilakukan sebab sebagai manusia kita memiliki kerapuhan tersendiri, namun kerahiman dan belas kasih Allah akan menunjukkan sesuatu yang luar biasa yang melampaui pemahaman manusia kita.

Marilah kita semua menjadi sebuah puisi yang indah bagi Tuhan. Persembahkanlah yang terbaik hanya untuk-Nya, yaitu persembahan diri total kita dalam kehidupan sehari-hari yang kita hayati dengan sungguh-sungguh. Semoga nama Tuhan semakin dimuliakan dan ditinggikan lewat persembahan diri kita.

(Penulis: Frater Henrikus Prasojo, OMI, Skolastikat OMI, Seminari Tinggi OMI, Yogyakarta/Dokumentasi: Novisiat dan Seminari Tinggi OMI)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.