Apakah Yang Kamu Cari?

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Romo Antonius Andri Atmaka, OMI Jumat, 19 Januari 2018 13:48

Dari kutipan Injil Yohanes 1: 35-42 dikisahkan bahwa Yohanes Pemandi menunjukkan Yesus kepada kedua orang muridnya. “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”. Kedua orang murid itu kemudian mengikuti Yesus. Yesus pun bertanya kepada mereka, “Apakah yang kamu cari?” Sebuah pertanyaan sederhana dan simpatik. Mungkin juga kedua orang murid Yohanes itu tidak menduga akan mendapatkan pertanyaan sederhana yang tidak mudah dijawab itu. Mereka pun menjawab sekenanya, “Guru, dimanakah Engkau tinggal?” Dengan penuh kasih dan pengertian Yesus mengajak mereka, “Mari dan lihatlah”.

 

Add a comment
 

H.R. Santa Maria Imakulata - Perayaan Yang Menggembirakan

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Frater Henrikus Prasojo, OMI Rabu, 06 Desember 2017 19:47

8 Desember merupakan hari yang istimewa bagi Keluarga Besar Oblat Maria Imakulata, sebab pada hari tersebut Gereja Universal merayakan Hari Raya Santa Maria Imakulata yang adalah Pelindung Kongregasi OMI.

 

Sekilas Dogma Maria Imakulata

Praksis penghormatan kepada Maria Imakulata sudah berkembang dalam tubuh Gereja jauh sebelum Dogma Maria Imakulata definitif diserukan bagi Gereja, bahkan Kongregasi Oblat Maria Imakulata (OMI) berdiri lebih dahulu daripada Dogma tersebut. Doktrin tentang kesucian Maria yang sejak lahir tidak bernoda dikembangkan oleh para Bapa Gereja Kuno pada abad Keempat. Sebutlah diantaranya Santo Ephrem, Santo Ambrosius dan Santo Agustinus, yang masing-masing memiliki pemikiran teologis bahwa Maria adalah suci dan tak bernoda.[1]

Seringkali Doktrin ini mendapat serangan balik karena Kitab Suci tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa Maria dikandung tidak bernoda. Dasar alkitabiah yang dapat menjelaskan keutamaan Maria ini bisa kita lihat dalam Injil Lukas 1:28 yaitu ungkapan Malaikat Gabriel kepada Maria, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

 

Add a comment
 

Hidup Beragama Yang Membebaskan

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Selasa, 07 November 2017 00:35

Bacaan pertama: Kebijakan 11:22 - 12:2

Bacaan kedua: 2 Tesalonika 1:11 - 2:2

Bacaan Injil: Lukas 19:1-10

Masih banyak di antara kita yang menjalani hidup keagamaan sebagai sebuah beban. Pergi ke Gereja dihayati sebagai sebuah kewajiban mingguan. Banyak yang merasa kalau sudah ke Gereja  tidak ada hutang yang membebani. Tidak jarang tujuan ke Gereja juga tidak dipahami atau dimengerti sungguh-sungguh. Namun ada juga orang yang menempatkan diri sebagai pengawas orang yang datang ke Gereja. Mereka menilai orang lain pantas atau tidak pantas masuk ke Gereja. Dari apa yang dikenakan, seseorang dinilai kepantasannya. Apa sebenarnya yang kita cari dalam praktek hidup keagamaan kita?

 

Add a comment
 

Kerendahan Hati

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI Sabtu, 04 November 2017 12:12

Bacaan Injil: Lukas 14:1, 7-11

Dalam perikop Injil ini Tuhan Yesus tidak sedang berbicara tentang tata tertib ke undangan, tetapi Beliau sedang berbicara tentang godaan eksis atau godaan ingin populer, salah satu godaan yang tanpa disadari membuat kita menjadi orang-orang yang kurang rendah hati.

Godaan seperti itu pada zaman ini tampaknya makin marak karena demam medsos (media sosial). Sedikit-sedikit orang ingin berfoto selfie, wefie, atau bahkan ada juga orang yang menyewa tukang foto untuk datang pada saat mereka arisan.  Foto dibuat bukan untuk sekedar kenangan atau bukti sejarah tetapi untuk diunggah di grup komunikasi atau di laman Facebook, Instagram, dan lain-lain.  Foto dipasang di sana bukan hanya untuk disimpan, tetapi juga dipamerkan dan inginnya di “Like” oleh banyak orang.  Pertanyaan refleksinya: apakah ambil bagian dalam tren atau demam ini membuat orang bahagia?  Tentu saja.  Tetapi saya kira hal itu hanyalah kebahagiaan yang dangkal. Koq bisa? Karena hal ini bisa membuat orang yang bersangkutan ketagihan.   Dia lalu gonta-ganti foto yang dipamerkan.  Tetapi lama-kelamaan hal ini akan membuat penontonnya menjadi bosan juga.  Penonton akan berpikir, “Koq sepertinya orang ini tidak punya pekerjaan lain selain membuat foto postingan, ya..?!”

Add a comment
 

MENGGARAP HIDUP BATIN

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Senin, 09 Oktober 2017 00:50

Ada orang bilang, “Tiga perusak terbesar bangsa kita pada saat ini adalah Korupsi, Radikalisme dan Narkoba”. Tiga hal ini harus menjadi musuh bersama kalau kita ingin maju dan damai sebagai sebuah bangsa. Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya. Akan tetapi selama ini kekayaan itu hanya dinikmati oleh sedikit orang saja, tidak bisa merata ke semua rakyat. Banyak orang yang memegang jabatan justru dengan serakah ingin menguasai kekayaan bangsa ini bagi dirinya sendiri atau kelompoknya. Meskipun banyak yang sudah tertangkap dan masuk penjara, mereka seperti tidak ada kapoknya. Para koruptor dengan berbagai cara licik ingin mengambil kekayaan bangsa ini sebagai milik mereka sendiri tanpa peduli dengan rakyat banyak.

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.