Novena Panggilan Oblat 21-29 Mei 2017 (4 - selesai)

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Sabtu, 27 May 2017 15:51

NOVENA HARI KEDELAPAN

KETEKUNAN – Mempersembahkan Diri bagi Karya Misi

 

Pengantar

Ketika Yesus meminta kita untuk berdoa agar Bapa mengirimkan para pekerja ke ladang tuaianNya, Yesus mendesak agar orang-orang ini harus terinspirasi olehNya dan “keluar dari diri mereka”.  Pergi, diutus untuk karya misi oleh karenanya datang dari inspirasi kuat dari keluar dari diri sendiri sehingga dapat pergi ke mana pun juga.  Inspirasi ini adalah semangat misionaris yang menyala-nyala yang datang dari hati yang mencinta secara mendalam, hati yang didiami oleh Roh Kudus, yang mengarahkan para misionaris untuk meninggalkan keluarga mereka, tanah air mereka, kebiasaan dan budaya mereka, untuk pergi ke tempat-tempat lain yang membutuhkan pewartaan Kerajaan Allah.

Semangat menyala-nyala diungkapkan dalam persembahan diri, keprihatinan, keterikatan yang setia, tidak mencari kepentingan diri, dan setia melayani mereka di tanah perutusannya.   Semangat menyala-nyala menunjukkan perhatian kepada orang-orang di tanah perutusan dan keinginan – ciri khas dari kita, para Oblat – untuk datang kepada mereka khususnya yang kesepian, terbuang, terlantar, tanpa seorang pun memberi perhatian.  Bagi kita, para Oblat, semangat menyala-nyala yang demikian berarkar dari keoblatan kita, dalam persembahan diri kita yang tulus dan terpatri khususnya dalam cinta kasih persaudaraan (lihat CCRR 22 dan 37), kesetiaan pada Wasiat Santo Eugenius.

Komunitas kita adalah tempat pertama kita mendorong diri untuk keluar dari diri supaya pergi kepada yang lainnya.  Karya misi kita datang dari hati yang tersembunyi dari komunitas sebagai hasil kerja dari Roh Kudus dalam setiap pribadi dan dalam relasi persaudaraan mereka.

 

Doa Pembuka

Tuhan Yesus, Engkau memanggilku untuk bergabung ke dalam karya misiMu; beri aku kekuatan RohMu yang mengutusku ke luar dari diriku, melampaui diriku, dalam gerakan yang terus memberikan karunia bagiku.  Dukunglah aku di saat aku letih; buatlah aku selalu bergerak bahkan di saat aku perlu untuk berhenti.  Tolong aku untuk mengubah setiap masa istirahatku menjadi kesempatan untuk kembali ke komunitasku, seakan seperti Nazareth kecil, tempat aku dapat menjadi lebih menyerupai Engkau dalam berdoa, belajar, hening, ada bersama saudara-saudaraku dan bersatu dengan mereka dalam cinta kasih.

Beri aku hati yang mendengarkan hembusan lembut dan misterius dari Roh KudusMu (bdk. 1 Raja-Raja 19:12) yang memperlihatkan kepadaku cara untuk terus melangkah maju; bantu aku untuk melihat di sana panggilan yang datang dari bagian Gereja yang – seperti pengantin yang diterlantarkan – pada masa kini tetap berkata kepada kami, para Oblat: “Datanglah!” (bdk. Wahyu 22:17)

 

Sabda Tuhan

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami teltah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.  Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitan untuk mereka.  sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia.  Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekaran gkami tidak lagi menilaiNya demikian.  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.  Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya dan yang telah mempercayakanpelayanan pendamaian itu kepada kami.  Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.  ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. (2 Korintus 4:14-19)

Add a comment

 

Novena Panggilan Oblat 21-29 Mei 2017 (03)

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Jumat, 26 May 2017 01:07

NOVENA HARI KEENAM:

RENDAH HATI – Para Oblat Maria

 

 

Pengantar

Pengabdian yang saleh kepada Maria Imakulata memberikan ciri khusus kepada para Oblat yang membedakan mereka dalam kesederhanaan, kerendah-hatian, cinta akan pelayanan dan bersahaja.  Karena hal-hal inilah para Oblat dapat masuk secara perlahan-lahan ke dalam hidup sesamanya, memberikan perhatian pada kebutuhan tersembunyi mereka seperti yang terjadi pada peristiwa di Kana yang di Galilea (lihat Yohanes 2:3)  Karena hal-hal itulah para Oblat menjadi pecinta refleksi dan meditasi akan peristiwa-peristiwa hidup (lihat Lukas 2:19) sehingga para Oblat menjadi sama seperti Maria yang sezaman dan sepekerja dalam sejarah kudus Tuhan dan rencana belas kasihNya.  Kerendahan hati Maria adalah cita-cita ideal para Oblat sebagai “sepekerja dengan Sang Juruselamat”, yang selalu memilih mereka yang terkecil untuk karya-karya pelayananya.

 

Doa Pembuka

Tuhan, Engkau yang meminta agar kami belajar daripadaMu yang lemah lembut dan rendah hati, bantulah aku untuk hidup dalam semangat miskin yang Kau nyatakan sebagai terberkati. Untuk menjadi orang-orang yang mengerti bahwa mereka berasal dari dunia dan tanpa Engkau, mereka tidak dapat berbuat apa-apa.  Kepada orang-orang demikianlah Engkau telah menjanjikan KerajaanMu.

Buatlah aku selalu ingat siapa aku ini dan dari mana aku berasal; buat aku selalu menyadari bahwa segala yang aku miliki dan diriku telah aku terima; bahwa aku ini tidak ada apa-apanya dibanding yang lainnya; bahwa aku berhutang segalanya kepadaMu dan bahwa aku harus membawa segalanya kembali kepadaMu.

Buatlah aku menjadi seperti pelayan-pelayan yang berbahagia karena telah melakukan apa yang harus mereka lakukan, tanpa menuntut, tanpa mengharap mendapat imbalan.  Jadikan aku manusia yang hidup berdampingan dengan sesamaku, tanpa hak istimewa, menjadi sangat sederhana dan lugu.  Hanya dengan demikianlah aku akan dapat memecahakn roti bagi dunia, seperti yang Engkau lakukan di antara para pekerja, para ibu rumah tangga, di tengah-tengah orang dari berbagai bangsa dan ras, bersama beragam kaum lemah, sapa seperti yang ingin dilakukan oleh Santo Eugenius sewaktu ia memilih untuk berkhotbah dalam Bahasa Provencal, bukan karena ingin menyombongkan diri, tetapi untuk menjangkau hati setiap orang.

Add a comment

 

Novena Panggilan Oblat 21-29 Mei 2017 (02)

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Selasa, 23 May 2017 23:49

NOVENA HARI KEEMPAT

LAPAR DAN HAUS AKAN KEADILAN – Melalui Pandangan Eugenius

 

Pengantar

Kharisma Oblat di atas segalanya adalah “pandangan cinta dan iman dalam dunia dan Gereja.” (lihat tulisan Pastor F. Jetté. Il missionario oblato di Maria Immacolata. Frascati 1989, hal. 32)  Seperti Yesus yang tergerak hatinya saat melihat orang banyak yang seperti domba tanpa gembala, begitu juga Eugenius tergerak hatinya melihat orang-orang di zamannya, dan secara kenabian juga berlaku di masa kita sekarang ini: begitu kesepian, begitu banyak menjadi mangsa yang didorong kepada ilusi dan kepalsuan, begitu rentan menyimpang.

Dalam mencinta, segalanya bermula dari sebuah tatapan.  Segalanya bermula dari pandangan yang menangkap sesuatu yang tidak dilihat orang lain, yang kemudian menuju ke pusat, menuju ke kedalaman.  Eugenius melihat dunia di sekelilingnya dan ia membiarkan dirinya ditantang oleh “kebutuhan akan penebusan” yang dilihatnya pada diri mereka yang ia temui. Sama seperti kebanyakan anak muda, ia tergerak hatinya lewat lapar dan haus akan keadilan yang dikehendaki Tuhan dan yang membuat dunia dan hidup menjadi indah, yang membuat kita menjadi putera dan saudara satu dengan lainnya, bukan sebagai perampas hak orang lain.

Eugenius tak tahan melihat pemerintah dan bahkan orang-orang Gereja mencari untung dengan merugikan kaum yang paling miskin.  Karenanya ia merasa tertantang saat ia melihat mereka yang terbuang, tersembunyi dari mata dunia, kaum miskin yang tidak menyadari martabatnya telah diinjak-injak, dan yang dibiarkan begitu saja oleh mereka yang seharusnya menjadi gembala kaum miskin.

Eugenius bukan saja lapar dan haus akan keadilan untuk sesamanya, tetapi mereka membuat Eugenius pertama-tama jujur pada dirinya sendiri dan tak dapat tunduk pada apa pun yang tidak dianggapnya benar atau “secara politis dikatakan benar” yang sering meracuni relasi manusia.

 

Add a comment

 

Novena Panggilan Oblat 21-29 Mei 2017 (01)

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Minggu, 21 May 2017 01:17

PENGANTAR

Fondasi adalah pendukung konstruksi dari sebuah rumah yang akan dihuni oleh sebuah keluarga. Rumah kita menemukan fondasinya dalam komunitas yang dibentuk oleh Santo Eugenius dan sahabat-sahabat pertamanya.  Sama seperti sebuah keluarga yang membuka diri untuk hadirnya anak-anak agar terus-menerus dapat mempererat kasih sejatinya, maka sekarang ini tergantung dari kita untuk terus melanjutkan membangun rumah kita pada fondasi yang sama demi mempersiapkan masa depannya.

Para Oblat yang pada suatu hari ini akan dikirim Tuhan mengikuti jejak langkah Bapa Pendirinya masih berada di dalam dunia; Sebagian dari mereka sudah kita ketahui dan yang lain-lainnya lagi masih ada dalam pikiranNya.  Roh Kudus sedang mempersiapkan mereka dalam rahasia hati mereka. Di dalam diri mereka, ada sifat-sifat pribadi yang membuat mereka saling menyukai dan yang dalam beberapa cara mengidentifikasi ciri khas dan gaya keluarga kita sendiri. Saat kita bertemu dengan mereka, sesuatu di dalam hati mereka akan menemukan dirinya sedang berada di rumah lewat apa yang mereka lihat ada di dalam diri kita.

Maka kita memiliki tugas dan kewajiban untuk menghidupi secara jelas aspek-aspek yang menjadi ciri khas kita dan yang membuat kita dikenal sambil kita memenuhi undangan Tuhan yang meminta kita untuk berdoa kepada Tuan Yang Empunya Panenan agar mengirimkan lebih banyak lagi pekerja bagi panenanNya yang luar biasa.

 

Tema dari Novena Tahun ini:

1.  Pilihan-pilihan: Kenangan panggilan suciku

2.  Kecintaan yang Mendalam: Jatuh cinta pada Kristus dan manusia – menjadi orang-orang yang punya hati

3.  Otentik:  Keaslian, hati yang transparan, cinta akan kebenaran; mematuhi kebenaran – menjadi orang-orang Kebenaran.

4.  Lapar dan haus akan keadilan:  Memandang dengan belas kasih akan kemiskinan manusia dan perjalanan sejarah manusia – lewat pandangan Eugenius.

5.  Sahabat-sahabat kaum miskin:  Menjadi pelayan-pelayan belas kasih.

6.  Rendah hati:  karakter seorang pengikut Maria – Para Oblat Maria

7.   Persaudaraan: keterbukaan untuk berbagi dan saling mengasihi – menjadi orang yang membangun hidup bersama – manusia komunitas.

8.  Ketekunan:  sensitif akan hembusan Roh Kudus – menjadi orang-orang yang membaktikan diri untuk karya misi.

9.  Keberanian:  keberanian seorang misionaris – “Leaving nothing undared” – tidak ada yang ditakuti sama sekali.

 

Setiap langkah Novena disusun sebagai berikut:

  • Pengantar
  • Doa Pembuka
  • Mendengarkan Sabda Tuhan
  • Dari tulisan-tulisan Santo Eugenius
  • Meditasi singkat
  • Doa Penutup

***** O * B * L * A * T *** M * A * R * I * A *** I * M * A * K * U * L * A * T * A *****

 

Add a comment
 

Terima Kasih Kepada Para Oblat Lanjut Usia

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Selasa, 16 May 2017 00:41

(Surat dari Pastor Louis Lougen, OMI, Superior Jenderal, pada Perayaan St. Eugenius de Mazenod, 21 Mei 2017)

 

Yang terkasih Saudaraku para Oblat dan semua yang tergabung di dalam Keluarga Oblat,

Dengan sukacita dan syukur kita rayakan hari Bapa Pendiri dan Bapa kita, Santo Eugenius de Mazenod, masuk ke dalam Rumah Bapa.  Selamat merayakannya!

Para peserta Kapitel Umum ke-36 membuat sebuah “Pesan” kepada seluruh Oblat dan Saudara-Saudari anggota Keluarga Oblat yang berbunyi: “Kita memandang ke belakang dengan rasa syukur, dimulai dengan St. Eugenius de Mazenod dan semua yang telah mendahului kita, termasuk saudara-saudara Oblat lanjut usia yang masih ada bersama kita yang kami sapa secara khusus.” (ACTS, hal. 9)  Kapitel Umum ini, dijiwai dengan rasa persatuan dan persaudaraan yang besar, secara khusus menggaris bawahi relasi kuat dengan para Oblat yang telah lanjut usia.  Pada perayaan ini saya ingin menghaturkan besarnya cinta dan rasa syukur kami kepada setiap dari kalian, para Oblat yang telah lanjut usia.

Pada tahun 2001, Mgr. Wilhelm Steckling, Bapa Superior Jenderal di masa itu, mengeluarkan sebuah surat untuk para Oblat lanjut usia yang ada di Kongregasi kita.  Surat ini sampai sekarang masih memberikan inspirasi, meski ditulis 16 tahun yang lalu.  Anda semua dapat menemukannya di Website OMI di bagian “Superior General – Father Steckling – September 8, 2001”.

 

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.