Kekerasan Hati vs Kerendahan Hati

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 09 April 2017 16:59

Kita memasuki Pekan Suci dengan merayakan Minggu Palma atau Minggu Sengsara. Pengalaman penderitaan atau ketidakberdayaan adalah pengalaman manusia, dapat dialami oleh siapa saja. Sebagai manusia dengan berbagai kelemahannya, kita terus menerus bergumul dalam tarikan dua kutub: kutub kebaikan dan kutub kejahatan. Keduanya berusaha menarik manusia untuk pergi ke satu kutub dan meninggalkan yang lain. Ketika kutub kejahatan menang, kita sudah tahu bahwa buah atau hasilnya adalah kesusahan dan ketidak-bahagiaan. Ketika kutub kebaikan menang, buahnya adalah damai dan sukacita yang melimpah. Namun kalau tidak kuat dalam iman, kita cenderung tertarik ke kutub kejahatan karena kelihatan lebih mudah, lebih sederhana, lebih menyenangkan, lebih menarik.

Peristiwa perjalanan Yesus ke Yerusalem dengan mengendarai keledai menampilkan banyak simbol:

Pertama, keledai adalah kuda beban. Keledai bukan untuk berperang. Orang yang mengendarai keledai tidak dapat beradu kecepatan. Keledai adalah binatang yang sulit dikendalikan. Dengan mengendarai keledai, Yesus tampil bukan sebagai ancaman bagi orang lain. Yesus tidak sedang mau berperang melawan pasukan bersenjata. Sebaliknya, Yesus tampil sebagai seorang yang rendah hati. Dalam situasi sulit, Yesus tetap dapat mengendalikan tungganganNya. Yesus tampil sebagai Penguasa, sebagai Raja, tetapi cara Dia memerintah atau menampilkan diri tidak dengan mengancam melainkan dengan kerendahan hati dan kelemahlembutan.

Add a comment

 

Tuhan Menjadikan Segalanya Baik

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Jumat, 31 Maret 2017 13:53

Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah IV:

Bacaan Pertama: Samuel 16:1b.6-7.10-13a

Mazmur: 23:1-3a.3b-4.5.6

Bacaan Kedua: Efesus 5:8-14

Bacaan Injil: Yohanes 9:1-41

 

Ketika pertama kali melihat video Nick Vujicic, saya sangat kagum dan terheran-heran. Nick adalah seorang yang terlahir tanpa tangan dan kedua kakinya sangat kecil dan pendek, namun tubuh dan kepalanya normal. Dalam kondisi seperti itu, Nick tampil sebagai motivator dan pewarta Injil. Cacat fisik yang bagi banyak orang dipandang sebagai sebuah penghalang hidup, bagi Nick justru menjadi berkat yang dapat mengubah pandangan orang banyak. Dengan kondisi cacat fisik seperti itu, Nick berhasil berdamai dengan dirinya. Dia tidak melihat cacat itu sebagai halangan untuk maju dan berkembang, bahkan membagikan berkat bagi banyak orang. Nick mengatakan bahwa semua itu terjadi berkat perjumpaannya dengan Yesus yang wafat di Salib. Nick hanyalah salah satu dari sekian banyak pribadi yang mengalami keterbatasan fisik. Namun, keterbatasan itu justru membuat kehadiran Tuhan lebih nyata dalam kehidupan manusia. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil.

Add a comment

 

Datang kepada Mata Air dari Air Hidup

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Senin, 20 Maret 2017 00:25

Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah III:

Bacaan Pertama:  Kejadian 17:3-7

Mazmur Tanggapan: Mazmur 95:1.2.6.7.8.9

Bacaan Kedua:  Roma 5:1-2, 5-8

Bacaan Injil: Yohanes 4:5-42

 

Saudari-Saudara, bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, khususnya Bacaan Pertama dan Bacaan Injil, berbicara tentang air.  Bacaan Pertama menampilkan perilaku bangsa Israel: “Sekali peristiwa, setelah bangsa Israel melewati padang gurun Sin, dan berkemah di Rafidim, kehausanlah mereka di sana.  Maka bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata, ‘Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir untuk membunuh kami, anak-anak dan ternak kami dengan kehausan?’”

Kata-kata kuncinya:  padang gurun dan kekurangan air!

Bacaan Injil juga berbicara tentang air: “Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu.  Hari kira-kira pukul dua belas.  Maka datanglah perempuan Samaria hendak menimba air.  Kata Yesus kepadanya, ‘Berilah Aku minum!’”

Kata-kata kuncinya: letih dan minum!

Add a comment

 

WajahNya Bercahaya Seperti Matahari

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Senin, 13 Maret 2017 01:25

Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah II

Bacaan Pertama: Kejadian 12:1-4a

Mazmur Antar Bacaan: Mazmur 33:4-5,18-20,22

Bacaan Kedua: 2 Timotius 1:8b-10

Bacaan Injil: Matius 17:1-9

 

Pernahkah Anda memandang Matahari? Bagaimana rasa mata kita? Menurut Wikipedia, diameter Matahari sepanjang 1.392.684 kilometer atau 109 kali diameter bumi. Suhu permukaan Matahari sebesar 5.505 derajat Celcius. Jarak antara Bumi dengan Matahari adalah sekitar 149,6 juta kilometer. Dari data itu jelas bahwa Matahari adalah benda angkasa yang sangat besar, sangat panas dan sangat jauh dari bumi. Meskipun sangat jauh, ternyata kita tidak mampu menatapnya langsung. Sinar dan panasnya masih sangat kuat dan menyilaukan mata. Kita tidak mampu memandang tanpa menggunakan lensa khusus atau pelindung mata. Betapa dahsyatnya sinar Matahari.

 

Add a comment
 

Berjalan Bersama Tuhan

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Senin, 06 Maret 2017 10:13

Bacaan Kitab Suci Minggu Pertama Prapaskah:

Bacaan Pertama: Kejadian 2:7-9; 3:1-7

Mazmur Antar Bacaan: Mazmur 51:3-6a, 12-14, 17

Bacaan Kedua: Roma 5:12-19

Bacaan Injil: Matius 4:1-11

 

Kita kini memasuki Masa Prapaskah.  Pesan-pesan Minggu Pertama Prapaskah  ada dalam bacaan-bacaan hari ini.  Pesan pertama adalah “Ketahuilah Perintah Tuhan”.  Dalam Bacaan Pertama, bagi Adam dan Hawa,laki-laki pertama dan perempuan pertama, ada tertulis Tuhan berkata kepada mereka, “Jangan kamu makan atau pun kamu raba buah itu, nanti kamu mati.”

Mereka diperbolehkan untuk memakan buah-buah dari pohon-pohon di taman, hampir semua buah dapat dimakan! Kecuali buah dari pohon yang ada di tengah taman.

Pesan itu jelas bagi kita: Kita punya hak untuk makan... semuanya! Kecuali – selalu ada kecuali, ada yang dilarang!

Kita diundang untuk menemukan dalam hidup kita:  apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak diperbolehkan. Barangkali kita sudah mengabaikan yang dilarang dan berpikir segalanya diperbolehkan.  Barangkali kita sudah melakukan banyak pelanggaran dan sudah terlalu jauh dari Tuhan.

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.