Dipimpin oleh Roh ke Padang Gurun

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Senin, 06 Maret 2017 01:25

Selamat memasuki Masa Prapaskah. Sebutan Masa Prapaskah lebih cocok dibandingkan dengan masa Puasa karena Masa Puasa hanya menonjolkan matiraga dengan pantang dan puasa. Masa Prapaskah menunjuk kepada masa sebelum Paskah atau sebelum kebangkitan. Masa Prapaskah mempunyai unsur persiapan dan pengharapan. Kita diajak mempersiapkan diri untuk mengalami Paskah, kebangkitan, kehidupan baru. Masa Prapaskah membuat kita berpengharapan bahwa kita boleh memperbaiki diri, membenahi hidup. Kerahiman Allah membuat kita mempunyai keyakinan akan kemurahan hati Allah. Persoalannya adalah apakah kita cukup kuat untuk menghadapi berbagai godaan yang datang?

 

Add a comment
 

Mengabdi Allah atau Mengabdi Mamon?

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 26 Februari 2017 23:11

Bacaan Injil Matius 6:24-34 sangat menantang dan merisaukan kita. Yesus menegaskan kepada para muridNya, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon (kekayaan)”. Kita diminta menjatuhkan pilihan, mau mengabdi Allah atau mamon (kekayaan)? Kita tidak dapat mengabdikan diri kepada keduanya. Apakah dengan demikian kita tidak boleh mempunyai kekayaan atau menjadi kaya? Mungkin pertanyaannya yang perlu kita ubah. Apa yang membuat kita hidup dalam kekhawatiran? Benarkah kekayaan dapat membuat menghilangkan semua kekhawatiran hidup?

 

Add a comment
 

Berbahagialah

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Sabtu, 04 Februari 2017 00:44

Bacaan Injil Matius 5:1-12a dikutip dari permulaan pengajaran Yesus di bukit. Kutipan ini biasa disebut Sabda Bahagia, karena selalu diawali dengan kata “Berbahagialah...”.  Banyak dari kita yang dibuat bingung dengan Sabda Bahagia ini karena kalau diperhatikan sekilas, gambarannya sangat kontras dengan pengalaman kehidupan kita sehari-hari. Orang miskin disebut bahagia, padahal kita selalu mengharapkan menjadi orang kaya. Orang berduka disebut bahagia, sementara kita memandang bahwa yang berbahagia adalah kalau kita sedang tidak berduka. Apakah memang Yesus menghendaki diri kita mengalami semua yang tidak lazim menurut pikiran kita itu atau kita yang salah mengerti?

 

Add a comment
 

Menemukan Tuhan

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Minggu, 29 Januari 2017 22:54

Injil hari ini menjadi tantangan besar untuk saya, karena sangat sulit bagi saya untuk melafalkan – dalam Bahasa Perancis – kata “heureux.... heureux... heureux...” ( yang artinya: " Berbahagialah..").   Sengaunya  tidak ada dalam bahasa saya.  Untuk melafalkan saja sudah sangat sulit, apalagi untuk menghayatinya... Tidak mudah!

Maka saya tidak ingin memulai dengan berbicara tentang Injil.  Saya ingin memulainya dari Bacaan Pertama yang diambil dari Kitab Zefaya:

(1)  “Carilah Tuhan, hai semua orang yang rendah hati di negeri ini, hai semua yang melakukan hukumNya;”

Kita diundang untuk mencari Tuhan.  Kita dapat memulainya dengan sebuah pertanyaan: “Apa yang kita cari dalam hidup ini?”  Kita cari jawabnya:  Uang? Kesehatan? keamanan?  Kekayaan?  Atau apa?

(2) “Carilah keadilan”,

Definisi keadilan adalah semua yang benar,  sebuah keutamaan yang menuntun pada perwujudan keadilan, seraya menghormati aturan dan sesama.  Singkatnya, kita dapat berkata: hiduplah dengan benar sambil menghormati aturan dan sesama.  Marilah kita hidup secara benar dan meemiliki rasa hormat!

Add a comment
 

Kerajaan Surga Sudah Dekat

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Senin, 23 Januari 2017 01:36

Tokoh macam apakah Yesus? Setelah diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis tentang kehadiran Yesus Sang Anak Domba Allah, kita diajak untuk mulai mengenal Yesus lebih jauh. Oleh Matius, Yesus diperkenalkan sebagai Tokoh yang pandai membaca situasi dan mengambil tindakan yang sesuai dengan keadaan. Pada awal bacaan Injil Minggu ini dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap dan dimasukkan ke penjara. Situasi ini tentu juga akan berimbas kepada Yesus. Dia segera mengambil tindakan dengan menyingkir ke daerah yang aman. Yesus baru memulai karyaNya dan orang-orang di Yerusalem sangat haus akan kerohanian. Namun kalau Yesus bertahan di sana, kiranya Dia akan mempunyai nasib seperti Yohanes Pembaptis. MisiNya belum selesai dan Dia sudah dimasukkan dalam penjara. Yesus memilih menyingkir ke utara, menjauhi bahaya dengan bijaksana sampai saatNya tiba.

 

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.