Lihatlah Anak Domba Allah

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 15 Januari 2017 16:44

Gelar Anak Allah yang diberikan pada Yesus seringkali menimbulkan banyak pertanyaan dangkal. Ada orang yang mempertanyakan: “Bagaimana mungkin Allah mempunyai anak?; Siapakah yang menjadi istri Allah? Padahal Allah adalah Pencipta langit dan bumi serta segala isinya; Siapa yang menjadi bidannya kalau Allah melahirkan anak?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dilandasi oleh pemahaman yang kerdil dan tidak memahami latar belakang tafsir Kitab Suci. Allah dibayangkan seperti halnya manusia di dunia ini yang lahir, besar, tua dan mati. Kita bisa menjawab, “Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dia bisa melakukan apa pun yang dikehendaki-Nya.” Namun jawaban seperti ini juga tidak menjelaskan apa-apa.

Dalam dunia orang Ibrani, istilah “Anak Allah” tidak diartikan secara harafiah sebagai “anak kandung” Allah. “Anak Allah” adalah gelar yang diberikan kepada seorang manusia yang mempunyai kedekatan hubungan dengan yang Ilahi. Relasinya dipahami sebagai hubungan dekat antara seorang “anak” dengan “bapaknya”. Dalam hubungan itu terdapat kedekatan, keakraban, perhatian besar, saling mempedulikan dan memperhatikan. Relasi seperti ini telah tumbuh sejak kecil, dari saat si anak mulai ada.  Maka gelar “Anak Allah” diberikan kepada manusia yang amat dekat dengan Allah sendiri, akrab sejak semula dengan Allah.  Dalam diri “Anak Allah” ini, Yang Mahakuasa dialami sebagai Tuhan yang dekat dengan manusia.

 

Add a comment
 

Siapa Yang Melakukan Kehendak Bapa?

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Selasa, 10 Januari 2017 23:12

Bacaan 1: Zef 3:1-2, 9-13

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-3, 6-7, 17-19, 23

Bacaan Injil: Mat 21:28-32

 

Saudari-Saudara Terkasih dalam Kristus,

Bacaan-bacaan ini sungguh merupakan bacaan indah untuk kita karena kesemuanya berbicara tentang pertobatan.  Bacaan Injil juga menceritakan kepada kita tentang dua orang anak laki-laki.  Yang satu berkata kepada ayahnya kalau ia tidak mau pergi ke ladang tetapi kemudian ia pergi.  Sedangkan yang satu lagi berkata ia akan pergi ke ladang, tetapi ia tidak pergi.  Lalu Yesus berkata:  “Yang mana dari mereka ini yang melakukan kehendak bapanya?”

Add a comment
 

Tiga Persembahan: Emas, Kemenyan, dan Mur

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 08 Januari 2017 18:45

Kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Tuhan menyatakan diriNya kepada manusia yang diwakili oleh tiga orang Majus atau tiga sarjana dari Timur. Mereka ini membaca tanda-tanda alam dalam menemukan kehadiran Tuhan.  Mereka mengikuti gerak Bintang yang menuntun mereka sampai ke tempat seorang bayi dilahirkan. Kepada bayi kecil ini mereka mempersembahkan tiga persembahan: Emas, Kemenyan dan Mur. Tiga persembahan ini mempunyai arti yang sangat simbolis.

 

Add a comment
 

Makna Natal

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Ignatius Yulianto, OMI Rabu, 28 Desember 2016 15:35

Natal begitu dikenal dunia bahkan sampai mewarnai kehidupan ekonomi. Bila akhir tahun tiba, suasana menyambut Natal tampak di mana-mana. Berbagai program jasa wisata, liburan serta berbagai barang kebutuhan ekonomi ditawarkan. Apakah makna Natal bagi kita orang Kristiani?

Natal pertama-tama adalah perayaan iman. Perayaan Natal mau mengungkapkan iman bahwa kelahiran Yesus adalah saat terpenuhinya janji keselamatan Allah kepada manusia. Natal merupakan perayaan penuh sukacita atas kedatangan Tuhan - Sang Juru Selamat yang berkenan menjadi manusia lemah dan miskin, agar kita yang miskin dapat ambil bagian dalam kekayaan ke-Allah-an Kristus.  Dalam peristiwa Natal, kehidupan manusia yang komplek dengan segala seginya diterima dan diangkat Allah sebagai medan perjumpaan Allah dan manusia.

Add a comment
 

DUTA DAMAI

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Sussanto, OMI Selasa, 27 Desember 2016 19:28

Damai di bumi, damai di hati – Ungkapan ini kerap diserukan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Dihiasi dengan dekorasi yang semarak, kidung yang indah dan pesta yang meriah, nuansa kedamaian itu begitu terasa. Bertolak dari nyanyian pujian para malaikat: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.” (Luk 2:14), kini nyanyian tersebut menjadi pujian kita juga.

Mengapa kedamaian masih terus diserukan? Dalam permenungan saya, ada 3 alasan yang terungkap:

 

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.