Siapa Yang Melakukan Kehendak Bapa?

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Selasa, 10 Januari 2017 23:12

Bacaan 1: Zef 3:1-2, 9-13

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-3, 6-7, 17-19, 23

Bacaan Injil: Mat 21:28-32

 

Saudari-Saudara Terkasih dalam Kristus,

Bacaan-bacaan ini sungguh merupakan bacaan indah untuk kita karena kesemuanya berbicara tentang pertobatan.  Bacaan Injil juga menceritakan kepada kita tentang dua orang anak laki-laki.  Yang satu berkata kepada ayahnya kalau ia tidak mau pergi ke ladang tetapi kemudian ia pergi.  Sedangkan yang satu lagi berkata ia akan pergi ke ladang, tetapi ia tidak pergi.  Lalu Yesus berkata:  “Yang mana dari mereka ini yang melakukan kehendak bapanya?”

Add a comment
 

Tiga Persembahan: Emas, Kemenyan, dan Mur

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 08 Januari 2017 18:45

Kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Tuhan menyatakan diriNya kepada manusia yang diwakili oleh tiga orang Majus atau tiga sarjana dari Timur. Mereka ini membaca tanda-tanda alam dalam menemukan kehadiran Tuhan.  Mereka mengikuti gerak Bintang yang menuntun mereka sampai ke tempat seorang bayi dilahirkan. Kepada bayi kecil ini mereka mempersembahkan tiga persembahan: Emas, Kemenyan dan Mur. Tiga persembahan ini mempunyai arti yang sangat simbolis.

 

Add a comment
 

Makna Natal

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Ignatius Yulianto, OMI Rabu, 28 Desember 2016 15:35

Natal begitu dikenal dunia bahkan sampai mewarnai kehidupan ekonomi. Bila akhir tahun tiba, suasana menyambut Natal tampak di mana-mana. Berbagai program jasa wisata, liburan serta berbagai barang kebutuhan ekonomi ditawarkan. Apakah makna Natal bagi kita orang Kristiani?

Natal pertama-tama adalah perayaan iman. Perayaan Natal mau mengungkapkan iman bahwa kelahiran Yesus adalah saat terpenuhinya janji keselamatan Allah kepada manusia. Natal merupakan perayaan penuh sukacita atas kedatangan Tuhan - Sang Juru Selamat yang berkenan menjadi manusia lemah dan miskin, agar kita yang miskin dapat ambil bagian dalam kekayaan ke-Allah-an Kristus.  Dalam peristiwa Natal, kehidupan manusia yang komplek dengan segala seginya diterima dan diangkat Allah sebagai medan perjumpaan Allah dan manusia.

Add a comment
 

DUTA DAMAI

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Sussanto, OMI Selasa, 27 Desember 2016 19:28

Damai di bumi, damai di hati – Ungkapan ini kerap diserukan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Dihiasi dengan dekorasi yang semarak, kidung yang indah dan pesta yang meriah, nuansa kedamaian itu begitu terasa. Bertolak dari nyanyian pujian para malaikat: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.” (Luk 2:14), kini nyanyian tersebut menjadi pujian kita juga.

Mengapa kedamaian masih terus diserukan? Dalam permenungan saya, ada 3 alasan yang terungkap:

 

Add a comment
 

"Aborsi, Ah itu BIASA...!!!"

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Ign. Wasono Putro, OMI Senin, 28 November 2016 17:40

Pengantar

Aborsi bukanlah masalah yang baru. Ia sudah ada sejak zaman Purba, sejak zaman kekaisaran China, yakni zaman Kaisar Shan Nung, yang hidup sekitar tahun 2000 SM. Yang membedakan dengan sekarang ini adalah kadarnya yang semakin intens, sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan pelaksanaan aborsi dengan risiko kematian ibu yang semakin kecil. Karena itu, semakin banyak orang tertarik untuk melakukannya apalagi karena tuntutan hidup (sosial, politik, ekonomi) dirasakan semakin besar dan berat. Apakah anda termasuk di dalamnya?

Aborsi dan Eks-Komunikasi

Secara medis, “aborsi” dimengerti sebagai penghentian dan pengeluaran hasil kehamilan dari rahim sebelum janin hidup di luar kandungan. Ada aborsi langsung dan tak langsung. Aborsi langsung ialah tindakan (intervensi medis) yang tujuannya secara langsung ingin membunuh janin yang ada di dalam rahim sang ibu. Sedangkan aborsi tak langsung adalah tindakan (intervensi medis) yang mengakibatkan aborsi, meskipun aborsinya sendiri tidak dimaksudkan dan bukan menjadi tujuan dalam tindakan itu.

Berkaitan dengan masalah aborsi ini, Gereja menyatakan bahwa orang katolik, yang melakukan dan mendukung aborsi langsung dan berhasil, secara otomatis mendapatkan hukuman eks-komunikasi. Sejak saat itu, dia dikeluarkan dari Gereja Katolik. Ia bukan lagi sebagai anggota Gereja Katolik. Karena itu, dia tidak boleh lagi menerima sakramen-sakramen Gereja, apalagi menerima Komuni Kudus. Mengapa Gereja bersikap sedemikian keras untuk menentang aborsi dan tetap mempertahankan hidup manusia?

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.