DUTA DAMAI

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Sussanto, OMI Selasa, 27 Desember 2016 19:28

Damai di bumi, damai di hati – Ungkapan ini kerap diserukan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Dihiasi dengan dekorasi yang semarak, kidung yang indah dan pesta yang meriah, nuansa kedamaian itu begitu terasa. Bertolak dari nyanyian pujian para malaikat: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.” (Luk 2:14), kini nyanyian tersebut menjadi pujian kita juga.

Mengapa kedamaian masih terus diserukan? Dalam permenungan saya, ada 3 alasan yang terungkap:

 

Add a comment
 

"Aborsi, Ah itu BIASA...!!!"

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Ign. Wasono Putro, OMI Senin, 28 November 2016 17:40

Pengantar

Aborsi bukanlah masalah yang baru. Ia sudah ada sejak zaman Purba, sejak zaman kekaisaran China, yakni zaman Kaisar Shan Nung, yang hidup sekitar tahun 2000 SM. Yang membedakan dengan sekarang ini adalah kadarnya yang semakin intens, sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan pelaksanaan aborsi dengan risiko kematian ibu yang semakin kecil. Karena itu, semakin banyak orang tertarik untuk melakukannya apalagi karena tuntutan hidup (sosial, politik, ekonomi) dirasakan semakin besar dan berat. Apakah anda termasuk di dalamnya?

Aborsi dan Eks-Komunikasi

Secara medis, “aborsi” dimengerti sebagai penghentian dan pengeluaran hasil kehamilan dari rahim sebelum janin hidup di luar kandungan. Ada aborsi langsung dan tak langsung. Aborsi langsung ialah tindakan (intervensi medis) yang tujuannya secara langsung ingin membunuh janin yang ada di dalam rahim sang ibu. Sedangkan aborsi tak langsung adalah tindakan (intervensi medis) yang mengakibatkan aborsi, meskipun aborsinya sendiri tidak dimaksudkan dan bukan menjadi tujuan dalam tindakan itu.

Berkaitan dengan masalah aborsi ini, Gereja menyatakan bahwa orang katolik, yang melakukan dan mendukung aborsi langsung dan berhasil, secara otomatis mendapatkan hukuman eks-komunikasi. Sejak saat itu, dia dikeluarkan dari Gereja Katolik. Ia bukan lagi sebagai anggota Gereja Katolik. Karena itu, dia tidak boleh lagi menerima sakramen-sakramen Gereja, apalagi menerima Komuni Kudus. Mengapa Gereja bersikap sedemikian keras untuk menentang aborsi dan tetap mempertahankan hidup manusia?

Add a comment
 

Kita adalah Orang-Orang Kristiani

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Senin, 14 November 2016 08:21

Dalam Injil Yesus Kristus menurut Lukas 21, Yesus berkata: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.  Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu... Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh...”

Mendengar Injil Minggu ini, kita mengenang semua kejadian di dunia sekarang ini:  peperangan di Suriah, Ukraina, Afganistan, Sudan, Kongo; ketegangan politik di Amerika Serikat, bahkan di Perancis; penganiayaan dan diskriminasi agama; kaum fundamentalis; bencana alam yang terjadi di mana-mana; masalah-masalah ekologi; dan hari ini kita memperingati setahun peristiwa penyerangan di Paris, 13 November 2015.

Apa yang dapat kita katakan?

Add a comment
 

Bukan Allah Orang Mati, Melainkan Allah Orang Hiidup

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Selasa, 08 November 2016 18:04

Setiap tanggal 2 November, Gereja memperingati hari arwah orang beriman. Menurut tradisi Gereja, kita dapat memohonkan indulgensi atau pemulihan penuh bagi saudara kita yang sudah meninggal. Syaratnya adalah bahwa dari tgl. 2 – 8 November kita mengunjungi makam saudara kita itu dan atau mendoakannya secara khusus setiap hari, sangat dianjurkan pula kalau disertai dengan mengikuti Perayaan Ekaristi.  Gereja berkeyakinan bahwa doa kita yang tulus bagi saudara yang sudah meninggal akan menyucikan dia dan Allah Yang Maharahim akan mengampuni dosanya serta memuliakannya bersama para kudus lainnya.  Keyakinan ini tentu saja dilandasi oleh kepercayaan akan Allah yang mengasihi setiap orang dan menghendaki agar kita semua bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.

Yesus dicobai oleh orang-orang Sadhuki yang tidak percaya akan adanya kebangkitan. Bagi orang Sadhuki yang adalah bagian dari orang Yahudi, orang akan masuk ke Syeol setelah mengakiri kehidupannya di dunia ini. Di dalam Syeol tidak akan ada apa-apa lagi, selain kegelapan dan kemandegan. Terhadap pandangan yang seperti ini, banyak orang yang tidak percaya. Mereka bertanya, apakah semua hal baik yang kita perjuangkan di dunia ini tidak ada dampaknya bagi kehidupan setelah kematian? Apa gunanya kita bersusah payah hidup jujur dan benar kalau hanya ada kegelapan?

Add a comment
 

Kudus - Jati Diri Anak Tuhan

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Rabu, 02 November 2016 17:35

Saudari-Saudaraku dalam Kristus,

Setiap tanggal 1 November, kita memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus.  Santo atau Santa adalah sebutan yang biasa kita gunakan untuk seorang yang kudus.  Saya mengajak kita semua untuk merenungkan kata “Kudus” berasal dari Bahasa Ibrani “Qadowsh” yang berarti “dipisahkan”.  Dalam Kitab Suci, barang-barang dikatakan kudus jika dipisahkan untuk Tuhan atau kepunyaan Tuhan. Jadi, semua benda yang digunakan di Bait Allah disebut kudus karena semua benda itu dipisahkan dari benda-benda lainnya dan digunakan hanya untuk Tuhan.  Maka kalau kita sebut Santo/Santa, itu berarti orang itu dipisahkan untuk Tuhan atau ia adalah kepunyaan Tuhan.  Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita dipisahkan untuk Tuhan?  Bagaimana kita dapat menjadi milik Tuhan?

Kita percaya bahwa lewat pembaptisan kita dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan Yesus.  Pada saat kita dibaptis, kita diselamatkan, kita dipisahkan bagi Tuhan, kita menjadi milik Tuhan.  Maka Yohanes menyebut dalam suratnya:  “Kita sekarang adalah anak-anak Tuhan.”

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.