Pewarta Sejati

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Kamis, 20 Oktober 2016 01:05

Saudari-Saudara Terkasih dalam Kristus,

Kita merayakan pesta Santo Lukas, Penginjil yang menulis salah satu Injil dan menemani Santo Paulus mewartakan Injil.

Injil Lukas 10:1-9 mengisahkan Yesus yang memilih 72 murid dan mengutus mereka berdua-dua ke setiap kota dan tempat yang ingin dikunjungi Yesus.  Jika kita perhatikan, di antara para penulis Injil, hanya Lukas yang menulis perikop ini.  Kita dapat mengartikan bahwa Lukas ingin menunjukkan kepada kita bahwa murid Yesus itu tidak hanya terbatas pada 12 Rasul saja.  Pengikut Yesus itu banyak, dan semua dari mereka menjadi pewartaNya.  Mengikuti Yesus tidak dibatasi oleh waktu.  Maka semua orang dapat menjadi murid Yesus, dapat menjadi pewartaNya.

Add a comment
 

Orang Jujur dan Benar

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Rabu, 12 Oktober 2016 00:51

Saudari-Saudara Yang Terkasih di Dalam Kristus,

Jika kita perhatikan, ada yang menarik dari kisah Injil Lukas 11:37-41.  “Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya.  Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.  Orang Farisi itu melihat hal itu dan heran, karena Yesus tidak mencuci tanganNya sebelum makan.”  Lukas tidak memberikan sebab Yesus tidak mencuci tangan.  Saya pikir Yesus tidak dalam keadaan sangat lapar dan lupa untuk mencuci tanganNya.  Yang saya pikirkan adalah Yesus belum selesai mengajar mereka.  Jika kita melihat keseluruhan dari bacaan Injil ini, adalah mengenai pengajaran Yesus.  Jadi, Yesus meneruskan mengajar, kali ini dengan langsung mempraktekkannya: tradisi mencuci tangan sebelum makan.  Sebenarnya, Yesus itu sedikit main trik.  Ia melakukan sesuatu yang tidak biasa sehingga orang banyak mulai bertanya atau mengkritikNya.  Kita dapat melihat situasi demikian itu beberapa kali, seperti saat Dia menyembuhkan orang sakit di hari Sabat, atau saat Dia membiarkan para muridNya makan pada saat berpuasa.  Tetapi pada kisah Injil yang sekarang ini, memang sedikit unik.  Orang Farisi tidak berkata apa-apa, hanya menjadi heran, tetapi Yesus telah menuduhnya sebagai orang yang tidak jujur atau munafik.  Sepertinya ada yang hilang di sini.  Sesuatu yang membuat Yesus berbicara.  Atau mungkin keheranan orang Farisi itu begitu nyata sampai-sampai Yesus melihatnya.  Sudah tentu Yesus juga dapat membaca apa yang ada di hatinya, bukan?!

Add a comment
 

Iman Yang Membebaskan

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Selasa, 11 Oktober 2016 16:05

Kisah Injil Lukas 17:11-19 menceritakan Yesus yang menyembuhkan 10 orang kusta. Pada waktu itu Yesus sedang dalam perjalanan menuju ke Yerusalem. Dalam kutipan ini, Yerusalem diartikan sebagai “kota yang jahat” bukan “kota yang damai”. Yesus digambarkan sedang menuju ke kota yang penuh dengan kejahatan dan kepalsuan. Di sanalah Yesus akan mengalami penolakan dan siksaan. Namun demikian, Yesus juga akan mengalami kebangkitan di kota ini. Dalam perjalanan ini Yesus memperkenalkan Allah sebagai Bapa yang penuh belaskasihan kepada manusia. Allah adalah Bapa yang selalu memperhatikan umatnya, terlebih mereka yang sedang tak berpengharapan.

 

Add a comment
 

PILIHAN

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Selasa, 04 Oktober 2016 20:24

Saudari-Saudaraku terkasih dalam Kristus,  apakah Anda percaya bahwa Tuhan mengetahui segalanya?  Saya yakin Anda percaya.  Sebenarnya, ada 3 hal yang Tuhan tidak tahu.  Yang pertama, Tuhan tidak tahu apa yang dipikirkan oleh seorang Jesuit.  Yang kedua, Tuhan tidak tahu jumlah Kongregasi religius wanita, dan yang ketiga, Tuhan tidak tahu berapa kekayaan para Fransiskan.

Hari ini kita merayakan Pesta St. Fransiskus, orang kudus yang terkenal.  Bapa Paus kita yang sekarang juga memilih nama itu.  St. Fransiskus dikenal baik karena gaya hidup miskin dan persahabatannya dengan hewan.  Ia adalah anak dari sebuah keluarga kaya raya, tetapi ia meninggalkan kekayaannya dan mengikut Yesus.

Add a comment
 

Beriman: Menekuni Jalan Yang Telah Dipilih

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 02 Oktober 2016 16:37

Persoalan hidup beriman menjadi pergumulan manusia sampai pada akhir hidup. Kita beriman kepada Allah yang tidak kelihatan. Namun justru di sinilah terletak misteri iman tersebut. Apakah kita memiliki cukup kekuatan untuk berkeyakinan pada yang tidak dapat dibuktikan dengan logika atau dengan realitas yang kelihatan? Percaya kepada hal yang kasat mata pastilah mudah, karena kita dapat melihat sendiri secara nyata. Namun mempercayakan diri kepada Tuhan yang tidak nyata membutuhkan keberanian yang besar dari dalam diri kita.

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.