Untaian Cinta Yang Tak Putus

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Frater Henrikus Prasojo, OMI Minggu, 02 Oktober 2016 00:44

Rosario adalah doa yang paling saya sukai. Mungkin umat Katolik lainnya juga sependapat dengan saya. Sejak kecil orangtua sudah mengajarkan doa Rosario kepada saya. Ketika semakin bertumbuh, orangtua mulai mengajak saya untuk berdoa bersama umat Lingkungan Sta. Caecillia, Paroki Kalvari, Pondok Gede, Jakarta Timur, setiap bulan Mei dan Oktober. Ketika saya di Seminari Wacana Bhakti, devosi saya satu-satunya adalah devosi kepada Bunda Maria dengan berdoa Rosario. Sampai detik ini, saya masih menyukai dan melakukan doa devosi “Rosario Hidup” yang diajarkan Magister Novis saya, Pastor Antonius Sussanto, OMI, sewaktu di Novisiat.

Dalam sejarah doa Rosario, kekuatan serta keampuhan dari doa Rosario pertama kali dirasakan umat beriman pada 07 Oktober 1571.  Saat itu kerajaan-kerajaan Eropa mendapat serangan mendesak. Kemudian Paus Pius V bersama- sama dengan banyak umat beriman berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa Rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto.  Akhirnya berkat doa tak henti itu, Bunda Maria mendengar seruan itu dan menyampaikannya kepada Sang Putera. Dengan pertolongan Bunda Maria lewat doa Rosario itu, pertempuran Lepanto dimenangkan oleh Aliansi Kerajaan Eropa. Sejak saat itu bulan Oktober ditetapkan menjadi bulan Rosario dan pada setiap 7 Oktober ditetapkan menjadi Peringatan Wajib Santa Perawan Maria - Ratu Rosario.

Add a comment
 

Mengasihi: Ikut Berbelarasa

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Senin, 26 September 2016 11:21

Miskin pastilah bukan tujuan hidup manusia. Dalam Kitab Suci orang miskin selalu menjadi pusat perhatian dan keprihatinan Allah. Allah memihak mereka karena biasanya orang miskin tidak mendapat perhatian dari sesamanya. Hidup serba kekurangan adalah tidak manusiawi, karena Allah tidak pernah menciptakan manusia untuk mengalami hidup seperti itu. Orang yang hidup dalam keadaan serba kekurangan tidak akan mampu menjadi manusia yang utuh. Oleh karena itu, beberapa waktu yang lalu pernah gencar diadakan “penangkapan” para gelandangan dan pengemis. Ada juga peraturan yang disosialisasikan bahwa yang memberi uang kepada para gelandangan dan pengemis akan dikenai denda ratusan ribu rupiah. Mengapa? Karena memang situasi kemiskinan itu sangat tidak manusiawi dan tidak ada satu pemerintahan pun yang ingin terlihat tidak mampu mengatasi kemiskinan rakyatnya.

Add a comment
 

Antara Tuhan dan Uang

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Senin, 19 September 2016 01:36

Saya akan memulai Homili ini dengan satu kata: UANG!

Siapa di antara kita yang tidak tahu apa itu uang?

Siapa di antara kita yang tidak membutuhkan uang?

Tidak ada satu pun, bukan?!

Tetapi siapa di antara kita tahu bagaimana menggunakan uang secara bijaksana?

Ini adalah hal yang lain lagi!

 

Add a comment
 

Berlaku Bijaksana

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Ign. Wasono Putro, OMI Minggu, 18 September 2016 17:41

Ia memuji bendahara yang tidak jujur sebab Ia berlaku bijaksana (Lukas 16:1-9)

Injil Lukas 16:1-9 mengisahkan tentang perumpamaan bendahara yang tidak jujur yang dipuji oleh tuannya. Aneh tapi nyata. Bagaimana seorang bendahara yang tidak jujur malah dipuji oleh tuannya sendiri? Apa yang sesungguhnya ia lakukan? Apa pesan perumpamaan ini untuk kita? Ada dua “kesalahan” yang ia lakukan. Pertama, ia memboroskan harta tuannya, dan kedua, ia “mengubah” dan “mengurangi” surat hutang orang-orang yang berhutang pada tuannya.  Maka sungguh tidak masuk akal kalau tuannya malah memuji tindakannya itu. Kalau sampai tuannya memujinya pasti ada alasan yang luar biasa.

Add a comment
 

Yesus Punya Banyak Cara

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Jumat, 16 September 2016 23:23

Injil Lukas 7:11-17 mengingatkan saya akan Misa Arwah khususnya jika yang berpulang itu usianya masih muda.  Dalam situasi dukacita demikian, bagi mereka yang mengalaminya, khususnya keluarga dekat yang meninggal, merupakan waktu yang sangat susah dalam hidup mereka.  Dalam Injil tersebut kita temukan bahwa yang meninggal adalah seorang pemuda.  Ibunya, seorang janda, menangis.  Seperti yang kita ketahui, dalam tradisi bangsa Yahudi, seorang anak laki-laki adalah harapan untuk seorang janda.  Anak laki-laki dapat mengambil alih tanggungjawab ayahnya, yaitu memberikan perlindungan dan nafkah bagi ibunya.  Maka saat anak laki-lakinya meninggal, seorang janda kehilangan pelindungnya, jaminan hidupnya.  Si janda akan tetap hidup, tetapi tanpa arti lagi.  Kadang terjadi, hidupnya kemudian tergantung pada kemurahan hati orang lain.

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.