Yesus Punya Banyak Cara

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Jumat, 16 September 2016 23:23

Injil Lukas 7:11-17 mengingatkan saya akan Misa Arwah khususnya jika yang berpulang itu usianya masih muda.  Dalam situasi dukacita demikian, bagi mereka yang mengalaminya, khususnya keluarga dekat yang meninggal, merupakan waktu yang sangat susah dalam hidup mereka.  Dalam Injil tersebut kita temukan bahwa yang meninggal adalah seorang pemuda.  Ibunya, seorang janda, menangis.  Seperti yang kita ketahui, dalam tradisi bangsa Yahudi, seorang anak laki-laki adalah harapan untuk seorang janda.  Anak laki-laki dapat mengambil alih tanggungjawab ayahnya, yaitu memberikan perlindungan dan nafkah bagi ibunya.  Maka saat anak laki-lakinya meninggal, seorang janda kehilangan pelindungnya, jaminan hidupnya.  Si janda akan tetap hidup, tetapi tanpa arti lagi.  Kadang terjadi, hidupnya kemudian tergantung pada kemurahan hati orang lain.

Add a comment
 

Menjadi Murah Hati dan Berbelaskasih Seperti Bapa

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor A. Wahyu Nugroho, OMI Minggu, 11 September 2016 19:44

Bacaan Kitab Suci: Keluaran 32:7-11, 13-14 ; 1 Timotius 1:12-17 ; Lukas 15:1-32

Hari ini, bacaan Kitab Suci mau menampilkan wajah Bapa yang penuh kasih dan sungguh penuh kerahiman. Kebaikan dan belaskasihNya sangat sulit digambarkan sehingga perlu ditampilkan dengan tiga perumpamaan yang kesemuanya bermuara pada belas kasihNya yang luar biasa.

Perumpamaan pertama adalah tentang seorang kaya yang memiliki 100 ekor domba. Ketika membawanya ke padang rumput, ada satu ekor yang tersesat. Ia meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor dan pergi mencari satu ekor yang tersesat. Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya, kembali ke rumah dengan suka cita. Perumpamaan kedua, ada seorang Bapa yang murah hati. Ia memiliki dua orang anak. Anak bungsu merasa bebas maka ia menuntut warisannya. Bapanya dengan murah hati memberikan yang menjadi haknya. Anak bungsu itu segera pergi dan menghabiskan semua kekayaan itu dengan hidup dalam dosa. Ia akhirnya kembali ke rumah, dan disambut dengan meriah oleh bapanya. Anak yang sulung tetap tinggal di dalam rumah, hidup dari semua harta kekayaan bapanya, tanpa menggunakan hartanya sendiri. Anak sulung lupa diri di hadapan bapanya. Ia bahkan menolak kehadiran adiknya. Tokoh utamanya adalah Bapa yang murah hati kepada anaknya yang berdosa (bungsu) dan anak sulungnya yang tidak tahu diri. Perumpamaan ketiga, seorang wanita miskin hanya memiliki uang sepuluh dirham. Satu dirham nilainya sama dengan satu dinar yang sebanding dengan upah kerja sehari. Rumahnya juga sederhana. Ketika ia mengalami kehilangan satu dirham, ia berusaha mencarinya dengan berbagai cara dan ketika menemukannya ia juga bersukacita.

Add a comment
 

JATI DIRI SEORANG KATOLIK

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Rabu, 07 September 2016 08:23

Tahukah Anda bahwa jika Anda lahir di Indonesia, kemungkinan Anda untuk menjadi seorang Katolik itu 3%; menjadi seorang Kristen Protestan itu 7%, Muslim 87%, dan menjadi seorang pemeluk agama lainnya (Buddha, Hindu) adalah 3%.  Maka saya merasa bangga dan bahagia, karena saya termasuk hitungan yang 3% tadi.

Bacaan Injil Lukas 6:12-19 mengingatkan saya akan rasa bangga dan bahagia itu. Gereja Katolik berasal dari Kristus melalui keduabelas rasulNya.  Di Roma, di Basilika St. Paulus, semua gambar Bapa Suci – dari Paus Fransiskus yang sekarang sampai St. Petrus yang pertama dilukis di dinding.  Kita dapat melihat sebuah suksesi.  Jika kita belajar sejarah Gereja, kita dapat mengetahui bahwa suksesi Tahta Suci di abad pertengahan tidaklah berjalan dengan baik.  Di satu masa, ada tiga atau empat orang yang menyebut dirinya Bapa Suci yang resmi.  Juga di beberapa waktu, para Bapa Suci harus mengungsi dan dipenjara.  Meski demikian, Gereja Katolik tetap ada hingga sekarang.

 

Add a comment
 

Menjadi Murid: Setia Mengikuti Yesus

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 04 September 2016 15:21

Alkisah, ada seseorang menghadap Tuhan dan memohon untuk diperkenankan mengganti salib. Ia merasa salib yang dipikulnya selama ini terlalu berat. Tuhan menyuruh orang itu masuk ke sebuah ruangan besar yang menjadi gudang salib.  Ia kemudian meletakkan salibnya dalam gudang itu dan mulai berkeliling untuk memilih salah satu salib yang paling pas untuk dirinya. Beberapa kali ia mengangkat salib yang ada, tetapi terus ia letakkan kembali. Ada yang ia rasa terlalu ringan, ada pula yang ia rasa terlalu berat. Sesudah lama berkeliling, akhirnya ia menemukan salib yang dirasa pas untuk dirinya. Ia keluar dari gudang salib dan melaporkan kepada Tuhan. “Tuhan, saya sudah mendapatkan salib yang pas untuk diri saya. Terima kasih banyak”. “Syukurlah!”, jawab Tuhan. “Bukankah itu salib yang tadi kamu bawa masuk?”

Add a comment
 

Menyediakan Tempat Yang Layak

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor A. Andri Atmaka, OMI Senin, 29 Agustus 2016 23:39

Tanggal 04 September 2016 nanti, Beata Teresa dari Kalkuta akan dikanonisasi oleh Paus Fransiskus. Dengan Kanonisasi itu, beliau akan mendapatkan gelar “Santa Teresa dari Kalkuta”, orang kudus dari Kalkuta. Proses pemberian gelar kudus kepada Ibu Teresa dari Kalkuta ini terhitung cepat sejak kematiannya. Biasanya Gereja membutuhkan waktu berpuluh tahun untuk memberikan gelar kudus kepada seseorang. Hal ini tentu tidak terlepas dari yang dilakukan Ibu Teresa selama hidupnya. Sebagai seorang Suster Biarawati sederhana, Ibu Teresa sudah dipandang sebagai orang suci semasa hidupnya. Mengapa?

 

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.