Dia Percaya Pada Kita

Artikel - Saat Merenung

Saya ingin memulai khotbah ini dengan kata-kata Yesus kepada Simon: “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.”  Pernyataan ini adalah bagian penutup dari pembicaraan antara Yesus dan Simon.  Simon berkata, “Engkau adalah Mesias,” dan Yesus menjawab: “Engkau adalah Petrus.”  Percakapan ini bukanlah percakapan saling lempar pujian, tetapi merupakan sebuah wahyu.  Percakapan ini adalah cara untuk menunjukkan identitas dan martabat.  Yesus adalah Mesias, dan Simon adalah Petrus, Si Batu Karang!  Juga saya pikir hal ini berlaku bagi kita.  Antara Anda dengan Yesus.  Jadi, pertanyaan saya adalah “untuk Anda, siapakah Yesus itu?”  Jawaban dari Yesus tergantung dari jawaban Anda pada pertanyaanNya ini.

Jika Anda percaya Yesus adalah Mesias, maka Anda dapat juga disebut “Petrus”.  Yesus akan menyatakan bahwa “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam mau tidak akan menguasainya.  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.  Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”   Singkatnya, saya dapat katakan bahwa iman Anda selalu diiringi oleh misi Anda, seperti Simon Petrus.  Pada saat Anda percaya padaNya, Dia akan menunjukkan pada Anda identitas sebagai martabat Anda, juga panggilan pada Anda untuk melakukan misi bersamaNya.  Iman selalu berhubungan dengan misi.

Sekarang marilah kita mohon rahmat untuk mengenal Kristus, supaya kita dapat percaya kepadaNya.  Marilah kita mohon Roh Kudus untuk memberikan pencerahan kepada kita supaya mata kita dapat melihatNya sebagai Mesias dan berkata seperti dalam Bacaan Kedua hari ini: “Oh, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!  Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya!  Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?  Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya?  Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepadaNya, sehingga Ia harus menggantikannya?  Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:  Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

 

Sekali lagi, marilah kita mohon rahmat untuk mengenal Tuhan:  rahmat untuk mengalami kehadiranNya, mengenal kuasaNya dan bersaksi atas kebesaranNya.  Marilah kita juga mohon kerendahan hati untuk menyembah Dia, untuk menginginkan Dia, dan untuk membiarkan Dia masuk ke dalam hati kita, masuk ke dalam hidup kita dan tinggal di dalamnya.  Akhirnya, kita dapat berseru: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”

Sama seperti Simon Petrus, kita mengambil misi kita.  Kita juga dipanggil untuk menjadi Petrus, batu karang tempat Yesus akan membangun jemaatNya.  Apakah kita siap?  Apakah Anda siap?  Jika Anda merasa tidak siap, maka lihatlah kepada Simon Petrus.  Dia bukan seorang yang sempurna.  Tiga kali ia menyangkal Dia yang disebutnya Mesias.  Petrus bukan orang yang kuat, dia telah menelantarkan Tuannya, Kristus, sendirian dalam sengsara dan jalan salibNya.  Petrus bukan orang yang kuat beriman, Gurunya butuh tiga kali bertanya kepadanya untuk memastikan cintanya kepada Sang Guru.

Mungkin pribadi Simon Petrus mirip dengan kita semua.  Atau, kita semua mirip seperti Simon Petrus.  Kita tidak sempurna, kita tidaklah cukup kuat, kita bukan seorang beriman teguh.  Tetapi kita dipanggil untuk melakukan misi.  Jangan takut.  Yesus percaya pada kita!

Lakukan sesuatu yang baik untuk menunjukkan cinta kita kepada Gereja.

Jangan berputus asa.  Kenali kelemahan kita dan terbuka bagi Roh Kudus.  Tuhan kita, Yesus Kristus, membutuhkan kita!

Untuk menjadi tanganNya, menolong dan menyembuhkan yang sakit dan yang membutuhkan.

Untuk menjadi mataNya, melihat sesama dengan belas kasih dan cinta.

Untuk menjadi kakiNya, berjalan dengan sesama yang kesepian dan tak berdaya.

Untuk menjadi mulutNya, berkata-kata tentang kebenaran, bukan hanya bergosip dan mengutuk.

Untuk menjadi telingaNya, mendengarkan mereka yang tak mampu lagi bersuara dan orang-orang kecil di sekitar Anda.

Untuk menjadi hatiNya, berkata tentang cintaNya kepada setiap dari kita, untuk meyakinkan Anda bahwa Anda sungguh berharga bagiNya, bahwa Anda adalah anak-anak kekasih Bapa dan bahwa Dia percaya pada Anda.  Dia membutuhkan Anda!

 

(Penulis:  Pastor Henricus Asodo, OMI, Homili Minggu Biasa XXI, 27 Agustus 2017, di Gereja Misi Perdana OMI, Aix-en-Provence, Perancis)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.