Triduum Menyambut Perayaan Puncak Triennium

TRIDUUM

MENYAMBUT PERAYAAN PUNCAK TRIENNIUM DAN TAHBISAN IMAM

KONGREGASI OMI PROVINSI INDONESIA

NOVISIAT OMI “BT. JOSEPH GERARD” BLOTAN – YOGYAKARTA

Tema: Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik…. (Mzm 118:1)

 

A.  LAGU PEMBUKA:

Syukur Kami PadaMu, Tuhan

 

Refr: Syukur kami padaMu, Tuhan atas cinta kasihMu.

Kaupandang Eugenius sekali dan menandainya slalu.

umatMu di seluruh dunia bersyukur setiap hari.

 

Ayat:

1. Cahaya keselamatan ‘tuk m’reka yang kecewa.

Dunia dambakan perlindungan dan penghiburanMu.

 

2. Di dunia ini si miskin adalah kekasihMu.

S’moga kami mengasihinya dengan adil dan hormat.

 

3. Di dunia setiap insan mencari bahagia.

Yesus satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup.

 

4. Di dunia GerejaMu dicobai, dianiaya.

Bantulah umat pilihanMu agar setia selalu.

 

 

5. Misi kita di dunia senantiasa baru.

 

S’moga kita dituntun RohMu menuju jalan baru.

 

6. Eugenius membuka hati saat menuju Bapa.

Belas kasih, berbelas kasih, selalu belas kasih.

 

7. Kau menyerahkan BundaMu dan hati tak bernoda.

Penuh rahmat dan bahagia kami mengasihinya.

 

B. TEMA HARIAN TRIDUUM

 

HARI I: SENIN, 16 JANUARI 2017

Tema : Syukur atas Anugerah Hati Baru – Kehidupan dalam Komunitas Apostolik

 

Sabda Tuhan: Kis 4:32-35

 

Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

 

Percikan permenungan:

Inti dari pembentukan kelompok misionaris oleh St. Eugenius: Para Oblat berkumpul sebagai saudara dalam komunitas apostolik yang satu hati satu jiwa. Para Oblat akan selalu siap sedia memberikan diri dengan sukacita dan murah hati untuk tantangan membentuk komunitas. Ada kelekatan relasi antara komunitas apostolik dan kaul kemurnian. Para Oblat menghargai sekali lagi bahwa mereka adalah para selibater yang dikuduskan karena undangan khusus dari Tuhan dan mereka mengenali bahwa selibat yang sehat telah menjadi dorongan untuk mengembangkan kekayaan hati mereka.

 

Refleksi:

Bagaimana kita menghayati kasih dan kesetiaan dalam hidup bersama sebagai komunitas religius maupun hidup berkeluarga?

 

HARI II: SELASA, 17 JANUARI 2017

Tema : Syukur atas Anugerah Semangat Baru – Pendidikan Seumur Hidup

 

Sabda Tuhan: Mat 13:44-46

 

Yesus bersabda: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

 

Percikan Permenungan:

Kita memperluas pemahaman kita atas formasi berkelanjutan sebagai tantangan seumur hidup dari para murid yang selalu bertumbuh di dalam Tuhan sebagai manusia, seorang Oblat, dan misionaris. Kita juga mengkaji hidup sebagai pribadi dan anggota komunitas dalam relasi dengan nasihat injili tentang kemiskinan, karena sangatlah penting agar kaul kemiskinan dapat lebih secara radikal dipikul oleh setiap Oblat sebagai tanda bahwa harta sejati para Oblat adalah Yesus Kristus sendiri. Kaul kemiskinan mendorong para Oblat untuk masuk ke dalam persekutuan yang lebih dalam lagi dengan Yesus dan kaum miskin.

 

Refleksi:

Bagaimana kita menempatkan Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya harta paling berharga dalam hidup kita?

 

HARI III: RABU, 18 JANUARI 2017

Tema : Syukur atas Anugerah Misi Baru – Semangat Pantang Mundur

 

Sabda Tuhan: Yoh 6:38-40

 

Yesus bersabda: “Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

 

Percikan permenungan :

Ini cara para Oblat memandang Misi yang merupakan karunia berharga Allah Tritunggal Mahakudus, yang mengundang para Oblat untuk berperan serta dalam karunia pemberian Tuhan sendiri: diriNya, keselamatan, cinta kasih, rahmat bagi seluruh ciptaanNya. Para Oblat juga diundang untuk menghidupi kaul ketaatan, mengikuti Yesus yang makananNya adalah melakukan kehendak BapaNya. Para Oblat diajak masuk ke arah pemahaman yang lebih dewasa akan ketaatan, karena ketaatan berhubungan langsung dengan karya misi dan keduanya mengekspresikan jati diri keoblatan.

 

Refleksi :

Bagaimana kita melaksanakan tugas dan perutusan kita sebagai tanda kita melakukan kehendak Bapa?

 

C. DOA ROSARIO

Menggunakan Rosario hidup.

 

D. DOA TRIDUUM:

Syukur atas Kongregasi dan Panggilan

 

Allah kekal dan kuasa, kami bersyukur kepadaMu atas rahmat anugerahMu dalam diri Bapa pendiri kami St. Eugenius de Mazenod dan dan rekan-rekan pertamanya. Mereka memberi diri dibimbing oleh Roh Kudus sehingga Kabar Sukacita diwartakan kepada orang-orang miskin.

Dengan Roh yang sama ini, Engkau selalu membimbing keluarga religius kami dan para pengganti St. Eugenius, menyebarluaskan rahmatMu dalam hati kami, sehingga banyak kaum muda menanggapi panggilanMu dengan murah hati untuk meneladan langkah St. Eugenius de Mazenod, mewartakan Kabar Sukacita kepada orang miskin. Ya Tuhan, kami mohon kepadaMu untuk memberkati kami supaya kami mampu menyalakan kembali panggilan hidup kami masing-masing pada waktu pertobatan pribadi dan komunitas ini. Ciptakan di dalam diri kami hati baru dan berilah semangat baru untuk dengan mantap menerima misi baru, mengikuti Kristus ke mana pun Roh Kudus memanggil dan mengutus kami. Curahkanlah Roh KudusMu atas kami, sehingga kami mampu membarui kembali diri kami dalam panggilan hidup kami. Jadikanlah banyak kaum muda peka mendengarkan bisikan Roh Kudus, sehingga mereka bersedia menanggapi dengan murah hati untuk mengikuti teladan St. Perawan Maria, para Rasul dan para Misionaris Oblat kami. Bangkitkanlah panggilan hidup sebagai Misionaris Oblat, imam, bruder dan awam yang diilhami oleh Kharisma St. Eugenius. Semoga St. Maria Imakulata, Bunda dan Pelindung Kongregasi, menyertai kami pada langkah karya misi Puteranya, Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

 

Semoga rangkaian rencana Perayaan Puncak Triennium Kongregasi OMI Provinsi Indonesia dan tahbisan imam Diakon Paulinus Maryanto Yoga Pambajeng OMI berlangsung dengan lancar. Lindungi perjalanan kami semua agar selamat dan bahagia merayakan peristiwa iman ini. Engkaulah andalan hidup dan karya kami sepanjang segala masa. Amin.

 

E. LAGU PENUTUP:

Queen of Oblates (Oblates Anthem)

 

Queen of Oblates, listen now

To our prayers for those afar

Labouring neath thy guiding star

None can give them hope but thou

Help them in their lonely toil } 2x

Cheer them with a mother’s smile }

 

Queen of Oblates Virgin Queen.

Mid these far flung harvest fields

Must we go to labour soon

Guide them through the dessert strewn

Now the fruit of autumn yields

Grant that we be ever true } 2x

To our mission and to you }

 

Queen of Oblates Virgin Queen.

When grim death shall claim its own

And as steals the light of day

From our straining eyes away

Guide us to the great white throne

Patron in life’s brightest bloom } 2x

Patron even to the tomb }

 

Queen of Oblates, Virgin Queen.

 

F. SALAM OBLAT

Terpujilah Yesus Kristus, dan Maria Imakulata.

 

(Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis, Novisiat OMI "Beato Joseph Gerard", Blotan, Yogyakarta)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.