Pertemuan Berbagi Iman Penutupan Triennium Oblat 02

PERTEMUAN KEDUA

Pauperes Evangelizantur

(Kaum Miskin Telah Diinjili)

 

Semoga semangat menyala-nyala untuk keselamatan jiwa-jiwa menjadi akibat alami dari belas kasih kebapakanmu. (Pesan Paus Fransiskus kepada para peserta Kapitel Umum, 07 Oktober 2016)

 

LAGU PEMBUKA

KATA PENGANTAR

 

11 Februari 1816, lima belas hari setelah pendirian komunitas, para Misionaris Provence memulai karya misi gabungan mereka yang pertama di Kota Grans.  Mereka berkumpul bersama untuk menjadi misionaris, seperti yang mereka tulis pada 25 Januari 1816 kepada Vikaris Jenderal Aix:

Tergerak hatinya setelah melihat keadaan kota-kota kecil dan desa-desa di Provence yang menyedihkan, yang hampir sepenuhnya kehilangan iman.

Merasa yakin bahwa misi merupakan satu-satunya sarana yang dapat mengembalikan orang-orang yang sesat ini dari kemerosotan martabat mereka. (Oblate Writings 13, 2)

Panggilan mereka adalah untuk melanjutkan karya misi yang Tuhan percayakan kepada Yesus Kristus dan yang dipercayakan Yesus kepada para muridNya, seperti yang dengan jelas ditulis dalam Regula pertama: “Pendiri mereka adalah Yesus Kristus sendiri, Putera Allah; Para Bapa mereka adalah para Rasul.”

 

 

Mendengarkan Bapa Pendiri

Allah menginspirasiku dengan rencana mendirikan serikat misionaris di Aix yang utamanya akan menginjili kaum miskin pedesaan, sampai di dusun-dusun terkecil Provencal.  Aku mendiskusikan pemikiranku ini dengan Vikaris Jenderal yang kemudian menyetujuinya.  Segera aku mulai menjalankan rencana ini dengan mendirikan serikat kecil yang telah bekerja tanpa henti selama 5 tahun demi pertobatan jiwa-jiwa dengan keberhasilan yang hanya karena Tuhan saja dan dapat dikatakan ajaib.

Bersama beberapa sahabat yang mempunyai semangat menyala-nyala, aku ingin segera membuka pelayanan yang sama di tempat yang menginginkanku, pelayanan di antara jiwa-jiwa terlantar yang ada di sekeliling kita. (Eugenius de Mazenod kepada Uskup de Bausset, Uskup Agung Aix, 16 Desember 1819, Oblate Writings 13, 35-36)

 

Melihat ke masa lalu dengan rasa syukur

Sejarah karya pelayanan kalian adalah cerita tentang banyak orang suci, yang mempersembahkan dan mengorbankan hidup mereka untuk karya misi, untuk kaum miskin, untuk menjangkau daerah-daerah jauh yang masih ada “domba tanpa gembala”.  Sekarang, setiap tanah adalah “daerah karya misi”, setiap dimensi kemanusiaan adalah daerah karya misi, yang menunggu diwartakannya Injil.  Paus Pius XI menjuluki kalian “spesialis untuk karya misi yang sulit.” (Pesan Paus Fransiskus kepada para peserta Kapitel Umum, 07 Oktober 2016)

Sejarah yang Penuh dengan Keberanian

Di tahun 1859, Henry Grollier memulai misi di Good Hope dekat lingkaran Artik.  Pada tahun 1872, mengikuti jejak Pastor Louis Babel, Pastor Charles Arnaus membuka kontak dengan kaum Inuit di Labrador.  Pada tahun 1917, Pastor Arsene Turquetil membaptis orang Inuit pertama di Semenanjung Hudson.

Pada bulan Oktober 1865, Pastor Joseph Gerard melakukan pembaptisan pertamanya di Desa Mother of God (Bunda Allah – Red) di Basutoland, Lesotho (Afrika – Red).  Di Ceylon (Sri Lanka), Uskup Bonjean mempersembahkan dirinya untuk pengembangan sekolah-sekolah Katolik.  Pada tahun 1876, Uskup Bonjean memulai penerbitan surat kabar dalam Bahasa Inggris dan Tamil.  Di tahun yang sama, ia mentahbiskan lima imam pribumi yang dididik di seminari yang didirikannya.

Berikut adalah masanya “Calvary of Christ” (Kalvari Kristus - Red) di Texas (Amerika Serikat – Red) di sepanjang Rio Grande.  Pastor Yves Keralum dan beberapa Oblat lainnya kehilangan nyawa mereka di sana.  Pada permulaan abad baru kita, di tempat yang sekarang disebut Namibia, setelah tiga atau empat kali upaya yang gagal, misi Okavango dibentuk dibawah arahan Pastor Josef Gotthardt.

Kita perlu juga menambahkan karya apostolik yang dilakukan di negara-negara Kristiani dari kapelan di Sacre-Coeur, Montmartre, Paris – dengan sejarah peran Kardinal Hippolyte Guibert yang sangat dikenal – hingga Universitas Ottawa (Kanada – Red).  Pada tahun 1868, para Oblat mendirikan misi di Lowell.  Sejak tahun 1932, Provinsi Amerika Serikat yang pertama memulai karya pastoral kepada orang kulit hitam Amerika.

Kita juga mengingat pendirian misi-misi di Pilcomayo (tahun 1925), di Belgian Congo (tahun 1931), di Laos (tahun 1935), di Filipina (tahun 1939), di Haiti (tahun 1943), di Brazil (tahun 1945). (M. Courvoisier, Daring, DOV, halaman 227)

Mengenang Sejarah Kita

Kita dapat mengambil beberapa waktu untuk berbicara tentang masa-masa paling indah dalam sejarah Unit atau Regio kita, yang bahkan hingga sekarang dapat memberikan inspirasi bagi karya misi kita.

 

Menghidupi Masa Sekarang dengan Bersemangat

Keberanian dan kreatifitas yang menjadi karakter Komunitas Pertama di Aix dan sejarah Oblat, perlu terus berlanjut di dalam kita. Kebutuhan-kebutuhan baru membutuhkan tanggapan-tanggapan baru.

 

Panggilan Paus Fransiskus

Tanah misi yang sekarang tampaknya meluas setiap harinya, merangkul kaum miskin lagi dan lagi, laki-laki dan perempuan yang menampilkan wajah Kristus yang meminta tolong, penghiburan, harapan, di dalam situasi-situasi sulit di dalam hidup. (...) Diperlukan untuk mencari jawaban-jawaban Injili dan berani untuk pertanyaan-pertanyaan dari laki-laki dan perempuan pada zaman kita. (Pesan Paus Fransiskus kepada para peserta Kapitel Umum, 07 Oktober 2016)

Seruan Kapitel umum

Kami mengamati adanya bentuk-bentuk baru dari kemiskinan, khususnya di antara kaum muda:

-          Fundamentalisme, individualisme, materialisme, konsumerisme, ketagihan dunia digital....

-          Penderitaan keluarga-keluarga, kaum muda, mereka yang kesepian, dan para lanjut usia.

-          Situasi para pengungsi, tuna wisma, dan kaum migran yang dipaksa untuk meninggalkan negara mereka, juga penghancuran lingkungan hidup.

-          Para korban ketidak adilan dan kekerasan, khususnya kaum pribumi dan minoritas, penjualan manusia, pelecehan dan eksploitasi. (Pesan dari Kapitel Umum ke-36, 4)

Tanggapan Kita

Saat keluarga religiusmu memasuki abad ketiga hidupnya, semoga Tuhan mengizinkanmu untuk menulis lembaran-lembaran baru yang sama berbuah secara Injili seperti saudara-saudaramu yang lainnya yang lebih dari 200 tahun telah menjadi saksi - terkadang malah dengan darah mereka – akan besarnya kasih bagi Kristus dan bagi Gereja. (Pesan Paus Fransiskus kepada para peserta Kapitel Umum, 07 Oktober 2016).

Kita diundang untuk menulis lembaran baru dari Injil dengan kreatifitas dan keberanian Mazenodian (sebutan pengikut St. Eugenius de Mazenod - Red). (Pesan dari Kapitel Umum ke-36, 4)

Bagaimana kita menulis lembaran baru karya misi Oblat?

-          Apa panggilan yang paling mendesak dan konkrit dari masyarakat tempat kita tinggal?

-          Apakah kita memberikan waktu, dalam komunitas kita, untuk membiarkan diri kita ditanyai oleh masyarakat kita?

-          Apakah kita mencari, bersama-sama, cara-cara untuk menjawabnya?  Dalam doa, dalam dialog persaudaraan, dalam memberikan perhatian pada pengalaman-pengalaman orang lain yang berkarya untuk Kabar Sukacita?

-          Dalam misi pertama di Grans, St. Eugenius menulis kepada Tempier di Aix: “Di antara kita, para misionaris... kita adalah apa yang kita seharusnya, yaitu kita harus menjadi satu hati, satu jiwa, satu pikiran.  Ini mengagumkan!  Hiburan-hiburan kita, seperti juga kerja keras kita, tidak sepadan.” (24 Februari 1816)  Bagaimana kita bertumbuh dalam kesadaran akan nilai-nilai yang dimiliki komunitas bagi karya misi?

 

Memeluk Masa Depan dengan Harapan

Masa depan menantang kita

Semoga sukacita Injil bersinar pertama-tama pada wajahmu, membuatmu menjadi saksi-saksi yang bersukacita.  (Pesan Paus Fransiskus kepada para peserta Kapitel Umum, 07 Oktober 2016)

Tanpa kesetiaan pada panggilan kita, tidak akan ada masa depan.  Ketekunan bukan hanya kemampuan untuk bertahan, tetapi terlebih pentingnya, kemampuan untuk bertumbuh dalam semangat kecintaan pada Kristus, pada Gereja, pada pewartaan Kabar Baik bagi kaum miskin.  Inilah rahmat yang kita mohon dalam doa.

Doa Santo Eugenius de Mazenod untuk Kemantapan Panggilan Kita

Bapa Yang Maha Kuasa dan Kekal, Engkau telah memanggilku, hambaMu yang tak layak ini, bukan karena kepantasanku, tetapi hanya karena belas kasihMu yang besar, untuk melayani Putera IlahiMu lewat Kongregasi Misionaris Oblat Maria Imakulata.  Dengan rendah hati aku berdoa, lewat perantaraan darah yang berharga dari Penebus Ilahi kami, lewat perantaraan Perawan Maria Terberkati yang dikandung tanpa dosa, dan lewat para kudus pelindungku:  mohon agar aku tidak menjadi lemah akan tekad suci ini karena usaha musuh jiwaku, juga tidak menjadi terhalang oleh dorongan kedagingan, terbujuk oleh cinta dari orangtua atau penghiburan dari kaum kerabat,  tertahan oleh takut akan kesulitan, terpecah arah pandang karena kesombongan dunia, terlena dengan teman-teman yang tidak baik; semoga semangatku tidak menghambatku, karyaku tidak merusakku, atau juga bisikan setan menyesatkanku.  Engkau telah memberikan padaku rahmatMu untuk memulai, berikanlah kepadaku sekarang kekuatan untuk bertekun sesuai dengan kehendakMu.  Ya, Allah Cinta Kasih, secara khusus berikanlah kepadaku talenta-talenta yang aku butuhkan untuk mencapai tujuanku, juga kepercayaan kepada para bapa spiritualku.  Semoga aku boleh bekerja tanpa henti untuk keselamatanku dan sesamaku, dan terutama, untuk kemuliaanMu. Amin.

 

LAGU PENUTUP:

Magnificat anima mea Dominum

 

(Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari artikel yang terbit di www.omiworld.org "Preparing for the Official Closure of the Triennium")

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.