Setia Mengikuti Yesus

Setia Mengikuti Kristus

Menyampaikan Kabar Baik kepada Orang Miskin

 

Triennium merupakan perayaan syukur atas berkat Tuhan yang melimpah kepada Kongregasi OMI selama 200 tahun. Rasa syukur itu dirayakan selama tiga tahun, tri- annum, Triennium. Selama perayaan itu kita diajak untuk melihat dengan hati baru, agar merasakan semangat baru untuk menemukan dan melaksanakan misi baru yg dipercayakan Tuhan kepada Kongregasi OMI. Ada tiga bagian penting agar kita dapat mensyukuri rahmat Allah yang berlimpah terhadap Kongregasi OMI. Bagian pertama adalah "Melihat kembali masa lalu dengan penuh syukur",  bagian kedua adalah "Menghayati saat ini dengan penuh antusias" dan yang ketiga "Memandang masa depan dengan penuh harapan."

Rahmat Tuhan begitu berlimpah terhadap Kongregasi OMI selama 200 tahun. Sebut saja Pendiri, St. Eugenius de Mazenod dan Komunitas OMI awal di Aix, Perancis; juga pengalaman Jumat Agung, yang membuahkan spiritualitas OMI, serta para Oblat yang telah memberikan hidupnya untuk Gereja selama 200 tahun ini. Mereka ada yang menjadi orang suci, baik yang diakui secara resmi maupun tidak. Kita juga patut mensyukuri kaum awam yang jumlahnya begitu banyak, yang terlibat dengan karya OMI karena terpesona kepada spiritualitas St. Eugenius de Mazenod.

Spiritualitas St. Eugenius de Mazenod terbukti menjawab kebutuhan Gereja dan masyarakat selama 200 tahun. Penghayatan atas spiritualitas St. Eugenius membawa kabar baik kepada orang miskin dan menuntun orang pada jalan kesucian. Saat ini pun spiritualitas itu masih relevan, dan sangat pantas untuk ditawarkan kepada dunia. Kita sebagai Misionaris Oblat Maria Imakulata semestinya menghayati spiritualitas St. Eugenius itu dengan penuh semangat sebagai tanda bahwa spiritualitas St. Eugenius memang berarti untuk kita. Kita diajak untuk setia mengikuti teladan St. Eugenius mewartakan Yesus yang tersalib, yang membawa keselamatan bagi banyak orang, khususnya mereka yang miskin dan terlantar.

 

Triennium mengajak kita semua untuk setia mengikuti Yesus mewartakan kabar baik kepada orang yang paling “vulnerable”. Untuk itu kita mesti terus menerus mengolah diri dan melatih diri agar dapat setia mengikuti Yesus yang penuh kasih, rendah hati, iklas berkorban demi keselamatan orang lain dan mencintai BapaNya dengan sepenuh hati. Cita cita itu dapat terwujud jika kita tekun mengikuti sistem “formation” yang berkesinambungan, “on-going formation” atau “long-life formation”.

Sebagai Provinsi, OMI Indonesia memilih untuk memprioritaskan formasi dan panggilan. Diharapkan dengan prioritas ini akan semakin banyak orang menghayati dan berkembang dalam spiritualitas OMI. Kita siap menghadapi masa depan dengan penuh pengharapan untuk membawa Yesus sebagai kabar baik bagi orang miskin. Dengan terus menerus melatih diri agar semakin rendah hati dalam melayani, murah hati dalam mengampuni dan iklas dalam berkorban, para Oblat berusaha setia mengikuti Yesus mewartakan kabar baik kepada orang miskin dan paling “vulnerable”.

Selamat merayakan ulang tahun Kongregasi OMI yang ke-200. Selamat mewartakan Injil kepada orang miskin dan semoga orang miskin sungguh-sungguh menerima Kabar Baik. Evangelizare Pauperibus Misit Me. Pauperes Evangelizantur. (Pastor Antonius Rajabana, OMI, Provinsial OMI Indonesia)

(Sumber:  Suplemen Jejak Majalah Hidup Edisi 03/Tahun ke-71, 15 Januari 2017)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.