Putera-Puteri Kongregasi OMI

Apakah ada bruder dan suster OMI? Itulah pertanyaan yang sering terlontar di tengah-tengah kita karena sebagian besar dari kita hanya mengenal OMI sebagai kelompok para imam saja. Yang berjumpa langsung dengan umat pada umumnya adalah para imam. Di paroki, di sekolah,  di karya-karya sosial, yang dijumpai setiap hari adalah para imam OMI. Oleh sebab itu, wajar kalau kita pada umumnya tidak mengetahui bahwa OMI juga memiliki anggota yang bukan imam. Ada bruder dan juga ada suster OMI.

Untuk mengenal lebih dalam anggota-anggota OMI yang bukan imam, kita akan dibantu dengan penggolongan di bawah ini. Penggolongan ini bukan untuk membedakan derajat, namun hanya untuk menunjukkan kekhasan masing-masing sekaligus mempermudah kita membaca dan memahami masing-masing kelompok.

BRUDER OMI

Pada awalnya OMI dirintis oleh St.Eugenius de Mazenod bersama lima rekannya yang kesemuanya imam. OMI, yang mulanya bernama Misionaris dari Provence, dibentuk dengan tujuan suci untuk  menghidupkan kembali iman yang telah pudar di kampung-kampung kecil di Perancis Selatan. Kelompok perintis ini cepat sekali menarik perhatian anak-anak muda untuk bergabung. Pada tahun 1820, empat tahun setelah pendirian, datanglah anak muda bernama Ignace Voitot ingin bergabung sebagai bruder, maksudnya menjadi OMI namun tidak ditahbiskan menjadi imam.Kemudian, di tahun-tahun selanjutnya, di antara puluhan anak muda yang bergabung untuk menjadi imam, selalu saja ada anak muda yang ingin bergabung sebagai bruder. Mereka ingin membaktikan hidup mereka untuk mencapai kesucian diri dan keselamatan sesamanya melalui pekerjaan harian yang ditekuni dengan niat suci.

Dalam Aturan Hidup OMI tahun 1818, Bapa Pendiri, St. Eugenius de Mazenod, menyisihkan 2 halaman kosong dengan salahsatu maksudnya untuk menuliskan aturan yang barangkali segera diperlukan tentang hidup seorang bruder. Pada waktu itu, di antara semua anak muda yang datang bergabung semuanya ingin menjadi imam. Namun demikian, kehadiran para bruder dalam keluarga OMI telah diantisipasi dan disiapkan tempat dalam Aturan Hidup. Kemudian, dalam Aturan Hidup OMI tahun 1826,para bruder sudah disebut dengan jelas. Para Bruderdipandang sebagai “orang-orang yang berkeinginan kuat untuk mencapai  kesucian dan bekerja keras dalam tugas-tugasnya sebagai seorang bruder.” Para bruder adalah “anggota sederajat dengan para imam yang mengerjakan tugas-tugas yang dipercayakan oleh Kongregasi, sama seperti para imam yang mengerjakan tugas-tugas imamatnya, demi kebaikan Kongregasi dan Gereja.”

Para bruder adalah biarawan atau orang-orang yang berkaul dan tidak ditahbiskan sebagai imam. Kehadiran para bruder dalam Kongregasi adalah wujud dan tanda pengingat akan penghayatan hidup membiara. Seorang OMI, baik imam maupun bruder, adalah pertama-tama seorang religius dan seorang misionaris. Seorang OMI adalah seorang religius, yakni seorang yang membaktikan diri kepada Allah. Seorang OMI adalah seorang misionaris, yakni seorang yang  bekerja keras untuk kesucian dirinya dan keselamatan jiwa sesamanya. Panggilan OMI pertama-tama adalah membaktikan hidup bagi pelayanan kepada Allah dan pelayanan bagi sesama khususnya yang miskin dan terlantar. Itulah identitas seorang OMI, baik bruder maupun imam.  Para imam melayani Tuhan dan sesamanya secara istimewa melalui sakramen-sakramen yang dirayakannya. Para bruder melayani Tuhan dan sesama secara istimewa tugas-tugas harian yang dipercayakan komunitas kepadanya. Melalui pekerjaan harian  itulah, para bruder menghayati kesucian hidupnya dan sekaligus mewartakan kabar gembira kepada orang-orang di sekelilingnya. Bruder adalah “pewarta Injil kasih persaudaraan dan kegembiraan anak-anak Allah” menurut Dokumen Kepausan berjudul “ Identitas dan Misi para bruder”.Menjadi bruder adalah menjadi saudara, sahabat, dan kawan yang membawa kegembiraan. Seorang bruder adalah seorang yang bergembira, bersahabat, dan membawa persatuan dalam komunitas dan pelayanan. Ia dipanggil untuk menampilkan kasih persaudaraan dan suasana kekeluargaan dimana semua orang menemukan kasih, kegembiraan, dan pelayanan yang tulus tanpa pamrih.

Saat ini ada 380 bruder OMI di seluruh dunia yang bersama para imam bekerja keras untuk mewartakan Kabar Gembira dengan aneka pelayanan bagi mereka yang miskin dan tersingkir.  Para bruder biasanya banyak dikenang sebagai pelayan yang tulus, guru yang penuh kasih, dan sumber kegembiraan dalam komunitas dan orang-orang sekitarnya.

 

SUSTER OMI

Suster OMI adalah para biarawati yang menghayati satu semangat yang sama dengan para imam dan bruder OMI.  Satu kelompok suster OMI  yang patut disebut di sini adalah para “Las Oblatas”, yakni sekelompok OMI putri yang didirikan tahun 1998di Madrid, Spanyol. Kelahiran Las Oblatas atau suster OMI ini diawali oleh sekelompok 9 putri muda yang berkumpul di Lourdes, Perancis dengan tujuan untuk menimbang-nimbang panggilan hidup mereka. Mereka memutuskan untuk mengikuti semangat atau spiritualitas St. Eugenius de Mazenod, pendiri para Imam dan bruder OMI.

Para Suster OMI berkarya seperti umumnya para oblat, yakni melayani orang-orang miskin, mengajar anak-anak terlantar dan terlibat aktif dalam karya-karya sosial. Mereka menemukan banyak kemiskinan dengan aneka wajah. Mereka hadir bagi orang-orang yang sendirian, lansia, dan sakit. Mereka hadir bagi anak-anak muda yang mencari-cari identitas dan tujuan hidup. Mereka hadir pula dalam Gereja setempat untuk mewartakan Kabar Gembira kepada orang-orang yang ingin mengenal Allah.

Dalam hidup harian, sebagaimana umumnya pada suster yang lain, Las Oblatas berpakaian biara dengan warna abu-abu dan memakai kalung salib khas OMI.Mereka adalah suster-suster muda yang sangat energik dan penuh pengabdian. Kini anggota Las Oblatas atau suster OMI berasal dari aneka negara seperti Spanyol, Perancis, Italia, Rumania, Ceko, dan Jerman. Para suster OMI sudah memperlebar sayap dengan mulai berkarya di beberapa tempat di Amerika Latin dan kini dipertimbangkan pula untuk masuk ke Asia dan Afrika. Suster OMI memberi wadah bagi para wanita muda yang memiliki panggilan untuk hidup dalam semangat St. Eugenius de Mazenod dan hidup membiara seperti para Imam dan Bruder OMI.

 

AWAM BERKAUL

Awam OMI adalah kaum awam yang mengucapkan kaul seperti para Oblat.  Sebuah kelompok  awam didirikan di Italia tahun 1951dengan mengambil nama COMI (Sepekerja Oblat Maria Imakulata). COMI beranggotakan para wanita awam yang mengucapkan kaul kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan seperti kaum biarawan/biarawati namun tetap hidup seperti umumnya kaum awam di tengah masyarakat umum. COMI tinggal di rumah mereka masing-masing dan bekerja sesuai pekerjaan mereka masing-masing. Ada COMI yang menjadi guru, menjadi perawat, katekis, bidan, dokter, PNS dan lain sebagainya. Sebagian dari COMI hidup sendiri namun kebanyakan hidup bersama keluarga mereka.

Mereka bukan biarawati, mereka adalah awam yang menghayati hidupnya dalam janji hidup suci demi pelayanan kepada Tuhan dan sesama melalui pekerjaan harian yang mereka tekuni. Dalam perjalanan waktu, ada beberapa COMI yang menginginkan hidup dalam komunitas bersama. Mereka hidup bersama sambil tetap menjaga kekhasan mereka sebagai awam. COMI memberi wadah bagi para wanita yang ingin melayani Tuhan dan sesama dan tetap tinggal seperti umumnya para awam tanpa harus berkumpul bersama dalam sebuah biara, tanpa pula harus meninggalkan pekerjaan atau keluarga. Sekarang ini, COMI tersebar di Italia, Uruguay, Kongo, dan juga Argentina.

KELUARGA BESAR MAZENODIAN

Keluarga besar Mazenodian adalah kelompok terbesar dalam dunia OMI.  Mereka adalah rekan sekerja para OMI yang terlibat dalam aneka karya pelayanan OMI di paroki, sekolah, karya sosial, tempat ziarah, dan aneka karya yang lain. Mereka adalah para awam yang dekat, bersahabat, dan bersemangat OMI.  Mereka adalah orang-orang yang setia bekerjasama dengan para OMI.  Mereka adalah orang-orang yang mencintai OMI dan turut terlibat dalam keprihatinan OMI.  Singkatnya, mereka adalah para awam sahabat dekat OMI yang mengenal perjuangan dan pelayanan OMI, mendukung dan menopang karya OMI, dan turut ambil bagian dalam semangat OMI.

Sebagai sahabat dekat OMI, keluarga besar Mazenodian berhimpun di sekitar OMI. Dimana OMI berada, disitulah mereka membentuk kelompok. Ada kelompok Sahabat Seminari, mereka yang dekat dan menopang Pendidikan Calon OMI. Ada Putera-Puteri de Mazenod, kumpulan anak-anak yang tekun menggali dan menghidupi semangat St. Eugenius de Mazenod. Ada Kaum Muda Mazenodian yang berkumpul rutin untuk belajar spiritualitas OMI dan bertekad untuk terlibat dalam karya-karya OMI.  Ada AMMI yang menopang karya Misi OMI dengan doa dan dana. Ada Asosiasi Awam yang secara khusus memperdalam semangat OMI dan turut terlibat dalam aneka pelayanan OMI setempat. Ada pula Kelompok Doa Mazenodian yang membaktikan diri  untuk mendoakan para OMI agar para OMI selalu berkobar-kobar dalam semangat melayani. Selain itu, masih ada banyak kelompok serupa yang memiliki nama yang berbeda-beda namun satu tujuan dan semangat yakni ambil bagian dan menghidupi semangat OMI.

Aturan Hidup OMI mengungkapkan: “Kharisma Santo Eugenius de Mazenod merupakan anugerah Roh Kudus kepada Gereja dan kharisma itu memancar ke seluruh dunia. Orang-orang awam mengakui bahwa mereka dipanggil untuk berbagi kharisma itu sesuai dengan kondisi hidup mereka, dan untuk menghayatinya dalam berbagai cara sesuai dengan lingkungan pergaulan dan kebudayaan mereka. Mereka membagikan kharisma itu dalam semangat persekutuan dan saling membutuhkan di antara mereka sendiri dan dengan para Oblat.

Supaya dapat menghayati misi pewartaan Injil lebih sungguh sesuai dengan kharisma Oblat, beberapa orang awam bergabung dalam asosiasi-asosiasi.” (Aturan 37a). Dengan nama yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan situasi setempat, para awam sahabat dekat OMI ambil bagian dalam semangat atau spiritualitas OMI yang diwariskan oleh St. Eugenius de Mazenod.

 

BIARAWAN-BIARAWATI YANG DIDIRIKAN OLEH OMI.

Sampai hari ini ada 43 kongregasi suster, imam, dan bruder yang didirikan bersama atau oleh seorang OMI.  Keberadaan mereka biasanya untuk menjawab kebutuhan setempat yang dilihat oleh para OMI.  Nama-nama mereka pun bervariasi sesuai ilham Roh Kudus dan seturut kebutuhan setempat. Sebagian nama mereka tidak ada kemiripan sama sekali dengan OMI. Semangat atau spiritualitasnya seringkali tidak ada kaitannya dengan OMI.  Oleh sebab itu,  mereka tidak bisa begitu saja disamakan dengan Suster OMI, atau COMI, atau masuk dalam Keluarga Besar Mazenodian. Mereka adalah kelompok yang terpisah dan berbeda dengan OMI. Namun demikian, komunikasi dan relasi tetap dijaga sebab bagaimanapun juga, mereka memiliki keterkaitan sejarah dengan OMI.

Pada tanggal 22 – 27 April 1991, Pemimpin Umum OMI di Roma mengundang para pemimpin umum kongregasi yang memiliki keterkaitan sejarah dengan OMI. Saat itu yang bisa hadir ada 28 pemimpin umum yang mewakili lebih dari 15 ribu anggota mereka. Dalam pertemuan itu, disepakati untuk terus menjalin relasi dan komunikasi yang erat sebagai satu saudara dan saudari.Dalam kesempatan audiensi pribadi, Paus Yohanes Paulus II menyampaikan peneguhan ini: “ Tumbuh mekarnya keluarga besar Mazenodian adalah tanda dari kebesaran Bapa Pendiri, Uskup Marseille yang dipuji oleh pendahulu saya Paus Paulus VI sebagai pribadi yang hatinya bernyala-nyala untuk Kristus dan yang membaktikan diri secara total bagi Gereja tanpa kenal lelah”.

Dalam Aturan Hidup OMI dikatakan: “ Beberapa lembaga religius dan institut sekular mempunyai hubungan dengan Kongregasi karena asal-usul mereka atau karena spiritualitas mereka. Setiap Provinsi atau Delegasi akan memperkuat ikatan rohani dengan mereka dan sedapat mungkin menciptakan bentuk-bentuk nyata kerjasama kerasulan, dengan menghormati otonomi lembaga religius dan institut sekular ini.” (Aturan 37c). Keluarga besar Mazenodian ini bertumbuh mekar dan senantiasa bekerja dan melayani  dalam kedekatan dengan OMI. Kedekatan dengan OMI mempererat kerjasama seraya tetap menghormati kemandirian dan kekhasan masing-masing sebagai kongregasi yang otonom.

 

Demikianlah gambaran secara umum wajah OMI beserta sahabat-sahabat awam yang mewarisi semangat misionaris St. Eugenius de Mazenod. Bagi Anda yang tertarik untuk mengenal lebih dalam entah Imam, bruder, suster, awam berkaul, atau ingin menjadi sahabat OMI, silahkan menghubungi Imam atau bruder OMI setempat. (Penulis: Pastor Henricus Asodo, OMI, Aix-en-Provence)

 

(Sumber:  Suplemen Jejak Majalah Hidup Edisi 03/Tahun ke-71, 15 Januari 2017)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.