Karya Paroki Kalimantan Barat

Para Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI) asal Perancis yang berkarya di Laos harus meninggalkan tanah misi mereka karena berkuasanya rezim Komunis Laos di tahun 1975.

Terdorong oleh semangat sebagai Misionaris, mereka bertekad ingin terus berkarya di Asia – khususnya di daerah yang memiliki keadaan masyarakat yang mirip dengan yang telah mereka jumpai di Laos.  Kerinduan mereka terjawab dengan datangnya tawaran karya di Keuskupan Sintang di tahun yang sama dari  Kongregasi Serikat Maria Montfortan (SMM).  Bersamaan dengan tawaran tersebut, Kardinal Yustinus Darmoyuwono, SJ juga melayangkan tawaran kepada OMI untuk berkarya di Keuskupan Surbaya dan Keuskupan Sintang.

Menanggapi kedua tawaran tersebut, Romo Jean Subra, OMI atas inisiatifnya sendiri kemudian datang ke Indonesia untuk melihat kemungkinan OMI berkarya di Keuskupan Sintang, sedangkan Romo Guilvout, OMI diutus untuk melihat kedua daerah bakal karya misi yang ditawarkan oleh Bapa Kardinal tersebut di bulan Januari 1976.

Dalam rapat tertanggal 17 Mei 1976, Superior Jenderal OMI dan Dewannya setuju untuk memulai karya misi di Keuskupan Sintang dan merencanakan untuk mengutus 2 kelompok Oblat di tahun 1977.  Tetapi di bulan Juni 1976 diputuskan bahwa hanya akan ada 1 kelompok Oblat yang dikirim ke daerah misi baru ini.

Kelompok pertama Oblat Perancis yang dikirim adalah: (1)  Romo Andre Hebting, OMI; (2) Romo Bernard Keradec, OMI; (3) Romo Jean Subra, OMI; (4) Romo Jean-Pierre Meichel, OMI; (5) Romo Jacques Chapuis, OMI; (6) Romo Rene Colin, OMI; dan (7) Romo Lucien Bourchard, OMI.

Kelompok ini berangkat dari Perancis dan tiba di Jakarta pada 29 Januari 1977.  Setibanya di Jakarta, mereka melanjutkan perjalanan ke Bandung untuk belajar Bahasa Indonesia terlebih dahulu.  Ketika dirasa mereka sudah cukup mampu berbahasa Indonesia, mereka berkesempatan mengunjungi para Oblat asal Australia yang terlebih dahulu telah berkarya di Keuskupan Purwokerto.  Pada 30 Agustus 1977, kelompok Oblat Perancis ini berangkat menuju Pontianak dan mulai berkarya di Keuskupan Sintang sejak bulan September 1977.

Dengan sukacita para Oblat mulai menekuni karya misi mereka dengan melewati jalan-jalan tikus dan sungai-sungai, mengalami banjir dan jalan becek di musim hujan, serta mengeringnya sungai-sungai di saat kemarau.  Umat yang hidup terpencar-pencar membuat wilayah setiap Paroki menjadi sangat luas.  Juga, keadaan umat yang masih terlalu lekat dengan adat setempat – seperti kawin adat, nikah muda dan kebiasaan berjudi - menjadi tantangan tersendiri bagi para Misionaris OMI yang berkarya di sana.  Dalam karya pastoralnya, mereka menekankan kemandirian umat dan membangun umat basis. Mereka mengadakan berbagai kursus untuk pemimpin umat, katekese dan kunjungan ke stasi-stasi.

Pada awal karya misionarisnya, Keuskupan Sintang mempercayakan 4 Paroki kepada para Oblat: (1) Paroki Sintang; (2) Paroki Bika; (3) Paroki Putussibau; dan (4) Paroki Sejiram.

Seiring dengan berjalannya waktu, para Oblat berhasil mengembangkan dan mendirikan beberapa Paroki baru: (1) Paroki Dankan Silat; (2) Paroki Mukok di Keuskupan Sanggau; (3) Paroki Semitau; (4) Paroki Sepauk; (5) Paroki Benua Martinus; (6) Paroki Bunut; (7) Paroki Embaloh; (8) Paroki Peniung; (9) Paroki Nanga Kantuk; dan (10) Paroki Bika Nazaret.

Pada tahun 1999, Para Oblat memulai karya parokial di Mukok di Keuskupan Sanggau. Romo Andre Hebting, OMI bertugas di sana dengan ditemani oleh Romo Yohanes Wasisa Kusnandar, OMI hingga tahun 2005.  Romo Tarsisius Eko Saktio, OMI meneruskan karya Oblat di Paroki Mukok hingga penyerahan kembali Paroki ini ke Keuskupan Sanggau pada tahun 2006.  Di tahun yang sama, Paroki Sejiram dan Paroki Semitau diserahkan kembali ke Keuskupan Sintang karena Romo Lucien Beuchard, OMI dan Romo Rene Collin, OMI kembali ke negara asalnya.

Paroki-Paroki di Kalimantan Barat yang kini dalam pelayanan para Misionaris Oblat Maria Imakulata:

Paroki St. Petrus dan Andreas (Sepauk)
Jln. Aji Melayu, Nanga Sepauk
Kalimantan Barat 78662

Paroki St. Yohanes (Dankan Silat)
Pastoran Katolik
Kec. Silat Hulu 78774
d/a Keuskupan Sintang
Jln. Ahmad Yani 8
Sintang 78611
Kalimantan Barat

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugenius de Mazenod sebagai ”penjala manusia”.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.