Lentera Iman

0132

uhan memiliki kuasa untuk menyembuhkan penyakit, menaklukkan roh-roh jahat dan mengampuni dosa. Kuasa ilahiNya ini menunjukkan bahwa Dia mencintai kita dan hanya menghendaki kita selamat. Dia menanggapi kita yang mau datang dan menyandarkan harapan padaNya. Dia juga menghendaki kita mau berusaha dan bekerjasama denganNya. Kuasa Ilahi akan bekerja pada diri kita jika kita membuka diri terhadap uluran belas kasihNya. Mari kita juga ambil bagian dalam Kuasa Ilahi ini dengan mendukung sesama kita yang sedang sakit dan menderita, yang sedang dalam kesusahan dan saling mengampuni jika ada kesalahan. Semoga Kuasa Ilahi meresapi hidup kita sehingga kita mengalami keselamatan, damai, dan sukacita sebagai satu keluarga dalam Tuhan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0131

Hidup kita di dunia ini berada dalam dua tegangan, yaitu baik-buruk, benar-jahat, terang-gelap, suka-duka, sehat-sakit. Tetapi panggilan hidup kita tetap sama, yaitu panggilan kepada kesucian dan kesempurnaan. Dalam tegangan itulah hidup kita dimurnikan. Pemurnian itu nampak dalam kesempatan hidup yang dianugerahkan oleh Tuhan sampai pada saatnya panen nanti - apakah kita berbuah limpah dan hasilnya dimasukkan ke dalam lumbung atau berkas kita akan diikat dan dibakar. Pemurnian juga nampak pada saat kita didoakan oleh Roh dengan keluhan-keluhan yang tidak terdengar, yang menunjukkan begitu pedulinya Roh Tuhan atas kelemahan dan ketidakmampuan ktia menggapai yang kuasa serta kerapuhan kita dalam menjalani kehidupan. Pemurnian nampak pula pada saat rahmat pengampunan dicurahkan terus-menerus dengann tujuan agar kita sadar dan bertobat, pintu hati Kerahiman Allah tetap terbuka lebar bagi kita yang dikasihiNya. Semoga kita tumbuh menjadi gandum yang menghasilkan bulir-bulir bernas, yang mensejahterahkan dan menyelamatkan, yang menjadi persembahan bagi Sang Penabur dan Empunya panenan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0130

Orang yang menolak Yesus memakai segala cara untuk menyingkirkan Dia. Mereka meminta tanda yang meyakinkan. Tanda yang ditunjukkan Yesus adalah sengsara, wafat dan kebangkitanNya. Mereka percaya kepada Yunus, mengapa tidak percaya pada Yesus yang lebih besar daripada Yunus? Ratu dari Selatan mau mendengarkan hikmat dari Salomo, mengapa mereka tidak mau mendengarkan Yesus yang lebih besar daripada Salomo? Mereka telah memilih untuk menolak Yesus, maka Yesus pun tidak bisa melaksanakan karya keselamatan dalam diri mereka. Kita yang telah memilih Yesus, apakah juga setia melibatkan Dia dalam perkara hidup kita? Apakah kita memberi kesempatan padaNya untuk melaksanakan karya keselamatan dalam diri kita? Mari ktia bekerjasama dengan Sang Penyelamat untuk membawa warta pertobatan dan sukacita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0129

Satu perahu dengan Yesus berarti para murid diundang untuk berjumpa dan mengenal Yesus secara lebih dekat dan nyata. Pengenalan itu sebuah proses untuk bisa memahami jati diri seseorang. Maka para murid mempunyai banyak kesempatan untuk mengenal Yesus dan kuasaNya. Yesus tidak hanya berkuasa mengalahkan sakit-penyakit, tetapi Dia juga menaklukkan lingkungan alam sekitar dengan SabdaNya. Berarti Dia memang berkuasa atas segala sesuatu. Kita diajak untuk percaya dan tidak takut. Ketakutan itu manusiawi sekali, apalagi saat menghadapi angin badai di tengah kehidupan. Angin badai itu menjadi lambang kekacauan dan kekuasaan kejahatan. Yesus mengalahkan kekacauan dan kekuasaan itu. Maka para murid tidak perlu takut lagi karena ada penolong yang setia sampai akhir masa yang hadir di tengah-tengah kita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0128

Panggilan dan perutusan itu adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk keselamatan manusia. Seperti halnya Tuhan telah memberikan anugerah itu secara cuma-cuma, demikian pula para murid hendaknya juga rela berbagi dengan murah hati. Kerelaan hati para murid juga ditunjukkan lewat ketergantungannya kepada Penyelenggaraan Tuhan. Mereka tidak perlu kuatir tentang sandang, pangan dan papan. Kalau mereka sungguh mewartakan kedatangan Kerajaan Surga, Tuhan akan menyediakannya melalui sesama yang juga rela dan murah hati berbagi. Namun tetap perlu disadari bahwa para murid mungkin akan diterima tetapi juga mungkin akan ditolak. Tetapi sekali lagi, Tuhan meneguhkan dan berpesan supaya mereka tetap setia pada tugas perutusannya. Kita sebagai murid Tuhan memperoleh panggilan dan perutusan yang sama, yaitu untuk mewartakan kedatangan Kerajaan Surga melalui cara hidup kita masing-masing. Kita diharapkan mampu dan mau mengandalkan Tuhan, berbagi anugerah dengan ikhlas dan murah hati. Semoga kita bersukacita karenannya.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.