Lentera Iman

0122

Bagaimana rasanya saat Anda lapar dan tidak memiliki makanan? Tentuakan tidak nyaman dan berharap ada makanan yang tersedia. Pengharapan itulah yang Musa serukan kepada bangsa Israel. Dengan lapar dan haus di padang gurun, diharapkan umat semakin rendah hati dan tergantung pada Penyelenggaraan Ilahi. Kerendahan hati dan ketergantungan juga nampak dalam persekutuan umat Allah. Persekutuan ini terlaksana karena kita menyantap roti dan minum dari piala yang sama. Maka kita semua menjadi satu tubuh dalam Tuhan. Kesatuan itu Yesus nampakkan sendiri dalam rupa tubuhNya yang kita santap dan darahNya yang kita minum, Maka Yesus berkenan hadir dan tinggal di dalam kita supaya kita juga bersedia tinggal di dalam kasihNya. Dengan demikian kita memperoleh kepenuhan hidup yang membahagiakan. Adakah kerinduan kita yang terpenuhi? Apakah Tuhan juga sungguh kita kenangkan? Semoga Tubuh dan Darah Tuhan yang kita sambut menguatkan perjalanan hidup kita dan mengantar kita sampai ke dalam kehidupan abadi.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0121

Komitmen diperlukan dalam melaksanakan kehidupan bersama. Seperti Yesus, Ia sendiri sungguh memegang komitmentnnya untuk menggenapi hukum Taurat. Demikian pula kita dalam kehidupan juga hendaknya berpegang pada komitmen. Apa komitmen kita untuk menciptakan hidup yang lebih baik dan harmonis? Setiap orang diajak untuk menghargai dirinya sendiri, memperlakukannya dengan hormat dan menjaganya dengan setia. Selain itu juga menghargai sesama dengan membangun relasi yang baik,suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Dan yang pokok dari semuanya adalah berpegang pada Yesus Sang Firman yang hidup. Kesatuan dengan Yesus membuat kita semakin teguh dalam berkomitmen.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0120

Tuhan menegaskan identitas dan jati diri kita yakni garam dan terang dunia. Bagaimana tanggapan kita? Sudah dari awal mula Tuhan menghendaki kita untuk menyatakan kehadiranNya yang membahagiakan dan menyelamatkan. Bagaikan garam yang memberi citarasa terhadap makanan sehingga orang dapat menikmati dengan sukacita dan syukur, demikian pula kehadiran kita hendaknya menjadi tanda kehadiran Tuhan yang layak disyukuri dan menggembirakan. Begitu juga dengan terang yang menghalau kegelapan, menyingkirkan kecemasan dan memberi secercah harapan, keberadaan kita hendaknya juga membawa damai dan keharmonisan. Hambar tanpa garam dan suram tanpa terang jika kita menyembunyikan jati diri kita. Semoga kita setia berbagi kebaikan sehingga semua memuji dan memuliakan Allah dengan sukacita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0119

Apakah kita sungguh berminat mendengarkan Tuhan? Dia memberikan tantangan kepada kita untuk berpikir, merenung dan belajar. Pertanyaan yang Dia sampaikan kepada kita hari ini membantu kita untuk mengenal identitasNya dengan lebih jelas. Kita boleh saja penasaran supaya bisa semakin dekat denganNya. Dia juga mengundang kita untuk menaruh perhatian dan fokus kepadaNya. Hanya dengan memfokuskan diri padaNya kita bisa mengenali Dia dan masuk dalam persekutuan denganNya secara lebih akrab lagi. Ini ungkapan bahwa kita menyambut kasihNya dengan sungguh. Dan orang yang fokus padaNya memiliki minat besar untuk mendengarkan Dia. Mendengarkan adalah salah satu keutamaan untuk mengikuti Dia dan ambil bagian dalam karya keselamatanNya. Semoga kita menjadi pendengar Sabda yang setia dan tekun melaksanakannya.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0118

Bagaimana sikap kita kalau berjumpa dengan pribadi yang mengasihi kita dan kita kasihi? Apa yang akan kita minta? Yesus sekali lagi menampilkan kesatuan kasih yang khas antara Anak dan Bapa - Anak dan para murid - Bapa dengan para murid. Dalam kesatuan ini, Yesus bukan sekedar Perantara, tetapi Dia membawa para murid kepada Bapa. Kasih yang diberikan Bapa kepada Yesus diberikanNya juga kepada para murid. Maka para murid diperintahkan meminta yang menjadikan sukacita penuh. Kepenuhan suakcita menjadi inti dalam kesatuan kasih. Semua orang yang mengasihi pasti ingin bersukacita. Maka setiap pribadi kemudian mengusahakan sukacita itu terwujud. Inilah sukacita murid Kristus saat kasih sungguh nyata dalam kehidupan. Kita semua diutus menjadi duta kasih. Semoga kita belajar mengasihi dengan tulus.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.