Lentera Iman

0117

Meskipun sudah tinggal bersama selama beberapa waktu, apakah Anda mampu mengenal sesama Anda secara tuntas? Begitulah manusia, kita ini pribadi yang unik yang tidak mudah dipahami secara penuh. Mungkin kita sudah mengenal, tetapi seringkali baru mengerti sebagian, belum seutuhnya. Demikian pula pengenalan kita akan Tuhan Yesus, seperti para murid, kita belum mampu memahami identitas diri sejatiNya itu. Relasi personalNya dengan Bapa begitu unik dan tidak mudah dipahami. Tetapi kalau kita mendengar, merasakan, melihat dan mengalami kebersamaan dengan Yesus, kita bisa mulai mengenali pribadi Bapa. Kesatuan Yesus dengan Bapa nampak dalam Sabda dan karyaNya. Ajakan Yesus bagi para murid adalah percaya. Para murid bukan sekedar penonton tetapi dilibatkan dalam pekerjaan yang dilakukan Yesus. Kalau para murid terlibat, berarti mereka ambil bagian dlaam karya Bapa yang mewujud dalam karya Yesus, menajdi rekan kerja Sang Penyelamat. Kalau kita percaya dan bersedia terlibat, Tuhan menjamin bahwa Dia akan memenuhi permintaan kita. Mari kita jalin relasi yang lebih akrab dengan Tuhan Yesus supaya kita mengenal Dia sepenuhnya dan mampu hidup sebagai rekan kerjaNya yang setia.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0116

Bagaimana kesatuan kasih itu terbangun? Sama seperti Bapa telah mengasihi Yesus, demikian pula Yesus mengasihi murid-muridNya. para murid diundang untuk masuk dalam kesatuan kasih yang terbangun antara Bapa dan Anak. Caranya ialah dengan tinggal di dalam kasih Yesus sendiri. Bagaimana mewujudkan kasih itu? Perwujudan kasih itu nyada dalam ketaatan Yesus untuk melaksanakan kehendak Bapa. Demikian pula kasih para murid akan Yesus juga akan menjadi nyata kalau mereka menuruti kehendak Yesus sebagai perintah yang harus dilaksanakan. Bagaimana kasih membawa sukacita? Kesatuan kasih yang terbangun antara Bapa - Anak - murid tidak hanya mebawa sukacita bagi para murid, tetapi juga bagi Yesus. Sukacita itu terjadi karena kasih dan ketaatan pada Firman. Tinggal di dalam kasih Yesus berarti ambil bagian dalam sukacitaNya. Semoga kita berjuang untuk taat dan setia mengamalkan Firman dan kasih yang menghidupkan sehingga kita lebih bersukacita dalam Tuhan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0115

Orang yang memutuskan untuk mengikuti sesuatu pasti mempunyai tujuan di dalam benaknya. Ada yang tersampaikan, tetapi ada yang dipendam. Demikian juga dalam mengikuti Yesus, setiap murid memiliki alasan dan tujuan tertentu. Karena begitu beragamnya alasan tersebut, Yesus berpesan agar para murid tetap tekun bersaksi dalam penyertaan Roh Kudus. Roh Kudus akan memberi kesadaran baru kepada para murid tentang kebenaran jati diri Yesus. Kalau mereka sungguh bertekun melaksanakan perintah Yesus dalam penyertaan Roh Kudus, mereka tidak akan kecewa dan menolak Yesus. Mereka tahu sungguh siapa yang mereka ikuti dan bagaimana konsekuensinya. Kita semua sudah dicurahi Roh Kudus. Kita juga sudah berkomitmen untuk setia mengikuti Yesus. Hanya saja motivasi ktia perlu terus dimurnikan agar kita tetap tekun menghidupi komitmen kita meski kita menghadapi banyak tantangan dan godaan. Semoga kita tetap bersatu dengan Ysus dan dengan sesama yang berkehendak baik.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0114

Yesus mempercayakan kepada para murid tugas perutusan untuk mewartakan Injil. Ada yang menerima pewartaan ini dengan sukacita, tetapi ada juga yang menolak bahkan menganiaya. Para murid tetap tekun dan setia karena Yesus memberi Roh Penyerta yang meneguhkan mereka. Ini tanda bahwa Yesus tidak meninggalkan mereka berkarya sendirian. Konsekuensi tugas perutusan Gereja masih tetap dialami sampai saat ini. Pewartaan ada yang berkembang dan menghasilkan buah limpah, tetapi ada juga yang terhambat bahkan ditolak. Roh Kudus yang dianugerahkan oleh Tuhan tetap berkarya dalam situasi apa pun. Roh inilah yang menolong kita semua untuk semakin rendah hati dalam keberhasilan, sekaligus berbesar hati dalam tantangan. Dalam menghadapi tantangan, Yesus berpesan kepada para murid bahwa dunia tidak mudah mengenali kehadiran Roh Kebenaran dan tidak dapat menerima. Para murid diharapkan setia memegang perintah kasih dan melaksanakannya. Petrus menegaskan, dalam situasi seperti itu para murid lebih baik menderita karena berbuat baik daripada menderita karena berbuat jahat. Semoga kita bertekun dan setia dalam tugas perutusan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0113

Kepergian Yesus membawa kesedihan mendalam bagi para murid. Apalagi cara kepergiannya dengan penyaliban. Tentu hal ini di luar pengharapan. Tetapi bagi mereka yang menghendaki Yesus musnah, hal ini merupakan kegembiraan. Mereka merasa telah berhasil menyingkirkan Dia. Inilah perbedaan antara dunia yang tidak mengenal Yesus dan tidak menerima Dia dengan para murid yang mengikuti Dia. Dunia menghendaki lenyapnya Yesus karena apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Dia sangat bertentangan dengan keinginan dunia. Padahal sesungguhnya apa yang Dia buat adalah demi kebaikan dan pemulihan dunia. Tetapi dunia tetap tidak memahamiNya. Meski para murid kadang tidak mengerti, tetapi mereka telah merasakan kebenaran dan kebaikan bersama Yesus Tuhan. Maka mereka serasa kehilangan pengharapan. Yesus meneguhkan pengharapan mereka bahwa penderitaan adalah awal kebahagiaan, dukacita adalah awal kemenangan. HarapanNya, para murid tidak larut dalam carut-marut kehidupan, tetapi berjuang dalam keteguhan agar rahmat keselamatan dan kebahagiaan tetap didapatkan. Semoga dalam dukacita dan derita kita tetap setia meski terasa berat menjalaninya. Semoga kita tidak menyerah pada kecenderungan dunia yang seringkali menggoda kita dengan kemudahan yang fana.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.