Lentera Iman

0107

Tuhan Yesus adalah Roti Hidup. Dia menyediakan rahmat melimpah bagi kita. Kepenuhan ada di dalam diriNya. Apakah kita dimanjakan olehNya? Ini adalah tawaran. Sia-sia kalau tidak kita sambut. Datang dan percaya kepadaNya menjadi langkah pertama yang harus kita ambil. Dia bersedia merasuki seluruh kehidupan kita asalkan kita terbuka. Bukan untuk bermanja-manja, kelimpahan rahmat ini penguat dalam perjuangan dan usaha. Kalau kita sudah dikuatkan dengan Roti yang menghidupkan, kita hendaknya juga rela berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Apa yang kita butuhkan saat ini? Hidup damai, bahagia dan sejahtera? Mari kita sambut tawaran Tuhan dengan sukacita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0106

Apa motivasi Anda bertemu dengan Tuhan Yesus? Apakah hanya untuk menyelesaikan masalah kehidupan? Atau demi kebutuhan sesaat? Orang banyak mencari Tuhan Yesus karena mereka telah makan dengan kenyang dan mempunyai keinginan untuk mengangkat Tuhan Yesus sebagai Raja. Mereka ingin ikut menikmati kenyamanan dan kesejahteraan. Tanda konkret yang mereka alami bersama Tuhan hanya dimaknai secara material manusiawi. Akibatnya motivasi mereka sangat ekonomis. Padahal Tuhan Yesus mengharapkan mereka mengerti makna yang lebih utama yaitu percaya kepada Tuhan, bersandar padaNya dan mau mengandalkan Dia. Mari sekali lagi kita tinjau motivasi kita dalam mengikuti Tuhan Yesus. Tidak keliru kalaukita datang kepadaNya di kala bermasalah dan memohon dibantu untuk menghadapinya. Tetapi jangan sampai kita datang kalau ada keperluan saja, karena itu berarti kita ikut Yesus sebatas kalau menguntungkan saja. Jika ikut Yesus malah banyak rugi dan menderita, maka nantinya akan menjadi kecewa dan tidak terima. Kita barui dan murnikan motivasi kita supaya menjadi pengikutNya yang setia bagaimana pun kondisinya.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0105

Kedatangan seorang utusan Allah membawa kelimpahan dan sukacita. Tindakan Yesus memberi makan lima ribu orang merupakan tanda bahwa Allah memperhatikan umatNya, melimpahi mereka dengan anugerah yang menyelamatkan. Kita bisa menemukan beberapa hal: Ada suatu situasi atau keprihatinan yang membangkitkan inisiatif untuk bertindak. Ini memerlukan kejelian dan sikap tanggap; Ada suatu kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Ini memerlukan kerelaan untuk berbagi atau terlibat; Ada syukur dan sukacita yang dialami karena kelimpahan rahmat yang diterima. Kita semua adalah utusan Allah yang mau ambil bagian dalam karya Yesus. Maka bersama Yesus, kita bersedia menjadi semakin peka terhadap situasi dan kebutuhan supaya bisa terlibat dengan sukacita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0104

Pernahkah Anda kehilangan sesuatu yang berharga karena salah langkah? Kerajaan Allah telah diberikan kepada umat pilihanNya yang terkasih. Tetapi umat terkasih tersebut menolaknya. Para utusan yang dikirim untuk mengingatkan tidak didengarkan dan dianiaya. Putera Tunggal yang diutus tidak dihargai, bahkan dibantai sampai mati. Akibatnya mereka kehilangan kepercayaan, bahkan hak atas kerajaan. Tentu kita tidak ingin kehilangan anugerah berharga. Tuhan tidak akan pernah mengubah sikapNya asalkan kita setia. Meski kita kadang berpaling dariNya, Ia tetap setia mengingatkan kita sampai kita sadar bahwa Dia mencintai kita dengan kasih yang tiada tara. Inilah yang berharga kalau kita bersedia menggarap kebun anggur dan mempersembahkan buah terbaik kepadaNya karena rahmat keselamatan telah tersedia bagi kita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0103

Bagaimana pengikut Yesus memaknai penderitaan? Penderitaan itu adalah bagian dari jati diri seorang pengikut Yesus. Seperti Yesus adalah Anak Manusia yang menderita, maka setiap pengikutNya mau ambil bagian dalam penderitaan Yesus. Penderitaan bukan lagi nasib tetapi pilihan hidup untuk mengikuti Yesus. Dengan begitu setiap pengikut Yesus tetap setia meski banyak menderita. Yesus meneguhkan para pengikutNya yang sedang dalam keadaan menderita. Dalam penderitaan itu mereka tidak sendirian karena ada penyertaan Tuhan. Semoga para murid tetap tabah dan tidak menyerah. Penderitaan dimaknai sebagai saat untuk bersaksi bahwa Tuhan tetap memperhatikan. Maka harapan satu-satunya hanya pada Tuhan yang menyelamatkan. Hanya pada Tuhan-lah hatiku tenang. Bagaimana dengan Anda? Semoga tetap setia dan militan sebagai pengikut Tuhan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.