Lentera Iman

0102

Iri hati, picik, dan fanatik bisa menghalangi orang untuk menghargai perbuatan baik yang dilakukannya. Dalil-dalil apa pun bisa digunakan untuk menghancurkan kebaikan orang, bahkan memusnahkannya. Yesus melakukan banyak perbuatan baik bahkan menyelamatkan dan menjadikan orang bersukacita. Tetapi di mata orang-orang Farisi dan Ahli Kitab, Yesus tetap bersalah dan harus dilempari batu sampai mati. Inilah konsekuensi menjadi saksi dan pewarta Kabar Sukacita - berani menghadapi tantangan dan tetap setia pada perutusan. Kita semua sebagai murid Tuhan juga diutus menjadi saksi dan pewarta. Seperti Tuhan, ktia juga berusaha melakukan pekerjaan baik dengan sungguh-sungguh. Kita siap dengan konsekuensi dan tantangannya. Kita juga mau menghargai pekerjaan baik yang dilakukan orang lain, bahkan bekerjasama dengannya untuk menjadikan dunia ini lebih baik. Mari mohon bantuan Tuhan agar kita setia dalam suka maupun duka.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0101

Bagaimanakah kita mengenal Yesus Kristus? Pengenalan kita akan Yesus Kristus merupakan anugerah iman. Seperti yang dialami oleh seorang buta dalam bacaan Injil. Ia mengalami tahap pengenalan akan Yesus sesuai dengan tahap perkembangan imannya: Yesus sebagai orang biasa yang saleh, Yesus sebagai nabi, dan Yesus sebagai Tuhan. Maka orang buta itu dapat mempertanggungjawabkan imannya. Pengenalan akan Yesus juga membawa sukacita. Sukacita ini bertolak dari kesembuhan jasmani menjadi pertobatan batin dan seluruh hidup. Di kala menghadapi tantangan, oran gyang bersukacita tidak mudah menyerah, tetapi justru ia menjadi saksi nyata bahwa Sang Sukacita Sejati telah datang. Pengenalan akan Yesus itu juga meneguhkan komitmen untuk setia mengikuti Yesus di jalan kemuridan. Menjadi murid adalah anugerah berupa rahmat panggilan dan perutusan. Semua murid diutus untuk mewartakan Kabar Sukacita dan menjadi kabar sukacita itu sendiri.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0100

Bagaimana kita harus menyimak dan menyikapi Sabda Yesus? Keterbatasan dan kelemahan manusiawi kadangkala membuat kita tidak mampu memahami sepenuhnya apa yang dikatakan Tuhan. Kita perlu memahaminya dalam iman, bukan hanya sekedar menerima dengan pikiran. Perlu kita renungkan agar kita memahami apa yang dikehendakiNya. Gagal paham dapat menjauhkan diri kita dari Tuhan kalau kita tidak mencerna SabdaNya dengan hati dan budi yang terbuka. Inilah maut jika kita tidak mengerti apa yang Dia kehendaki dan kemudian malah menjauhi Sabda Ilahi. Ajakan Yesus untuk menuruti FirmanNya menunjukkan jaminan akan keselamatan. Secara jasmani kita terbatas dan akan mati, tetapi secara rohani kita akan kembali kepada yang Ilahi, menikmati hidup abadi. Maka marilah kita dengarkan, renungkan, resapkan dan laksanakan Sabda Tuhan. Keterbatasan dan kelemahan manusiawi kita bukan alasan untuk menutup diri, tapi justru memberi kesempatan pada Tuhan untuk membimbing kita supaya kita paham dengan apa yang dikehendakiNya dan menikmati kebahagiaan hidup bersamaNya.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0099

Dosa tidak boleh diremehkan dan dibiarkan. Mengapa Tuhan tidak menghukum? Dosa menjadikan manusia kehilangan relasi kasih dengan Tuhan dan sesama. Maka manusia menjauh dari keselamatan. Jika manusia ingin selamat, relasi kasih inilah yang harus dipulihkan. Kesadaran akan dosa dan kesalahan merupakan langkah awal untuk membangun relasi kasih. Pengampunan membuka pintu relasi kasih lebih lebar lagi. Ketika Tuhan tidak menghukum, saat itulah Tuhan membuka pintu belas kasihNya. Yang Dia kehendaki adalah manusia pulih menjadi anak yang dikasihiNya dan tidak akan lagi menjauh dariNya. Mari kita bangun relasi kasih itu di antara kita sebagai perwujudan relasi kasih kita dengan Tuhan. Semoga hidup kita lebih rukun, damai dan bahagia.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0098

Menjadi saksi itu penuh tantangan, dan saksi yang baik adalah saksi yang mengenal benar siapa dan apa yang hendak ia sampaikan. Tetapi saksi yang baik belum tentu diterima. Yesus memberi kesaksian tentang Bapa yang mengutus Dia. Kehadiran Yesus adalah untuk melaksanakan kehendak Bapa. Tentu kehendak Bapa adalah keselamatan manusia. Tetapi tokoh umat Israel sendiri yang menolak rahmat keselamatan itu dengan menolak Yesus yang diutus Bapa. Kita - Israel baru - merindukan rahmat keselamatan itu. maka kita menerima Yesus sebagai penyelamat. Kita tidak hanya menerima, tetapi kita juga mau menjadi saksi bagi kehadiran Yesus yang menyelamatkan. Kalau kita mau menjadi saksi, berarti kita juga harus siap menghadapi tantangan seperti Yesus. Semoga kita menjadi saksi yang setia.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.