Lentera Iman

0137

17 AGUSTUS 2017
Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Merdeka! Kemerdekaan kita adalah atas jerih payah perjuangan dan pengorbanan para pahlaawn bangsa. Tetapi sebagai umat beriman, kita yakin bahwa kemerdekaan itu juga anugerah Tuhan yang mengasihi kita. Tuhan menghendaki kita merdeka hidup sebagai anak-anakNya. Maka menjadi tugas dan tanggungjawab kita untuk mengisi kemerdekaan dengan banyak hal berguna sebagai rasa syukur atas rahmatNya. Kita baktikan diri kita bagi kedamaian, kemakmuran, kesejahteraan, kebahagiaan dan persaudaraan sejati. Ktia banggakan diri kita sebagai warga negara Indonesia. Semoga kebanggaan kita kepada tanah air tercinta mengantar kita pada kerinduan akan tanah air surgawi, tempat damai abadi bersama Tuhan terpenuhi.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0136

Mengasihi itu mau merelakan diri. Seperti yesus merelakan diriNya menjadi tebusan bagi dosa manusia, demikian juga para murid, terutama Maria Magdalena yang benar-benar mengalami kasih Tuhan. Dia kehilangan tubuh Yesus dari dalam kubur tetapi kemudian dia menemukan Tuhan yang hidup bukan tubuh yang mati. Dalam perjumpaan istimewa itu Maria Magdalena seakan tidak rela melepas Tuhan. Begitu cintanya sehingga dia "nggondheli" atau menahan Tuhan untuk tidak pergi. Tetapi Tuhan memang harus kembali kepada Bapa yang mengutusNya, maka jika Maria Magdalena mengasihiNya, ia harus rela melepas Tuhan. Tuhan sendiri kemudian mengutusnya untuk menjadi pewarta, dan Maria Magdalena dengan sukacita mewartakan perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit itu. Dia tidak pernah kehilangan Tuhan yang mengasihinya dan dikasihinya dengan sepenuh hati. Merelakan yang kita kasihi untuk sesuatu yang lebih bernilai kadang tidak mudah dan penuh dengan pergulatan. Tetapi hal itu seringkali harus terjadi. Sepertinya kita kehilangan, padahal kita mendapatkan yang lebih berharga lagi. Maka mari kita mohon keteguhan hati agar mampu mengasihi dengan tulus dan ikhlas demi kebahagiaan bersama.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0135

Kehadiran Yesus seharusnya mengubah cara pandang. Jika tidak ada pembaruan, maka yang terjadi adalah ketidak-mengertian, kesalahpahaman, dan penolakan. Demikian pula halnya tentang puasa sebagai olah kesalehan pribadi. Orang berpuasa biasanya karena ada keprihatinan, intensi tertentu dan sebagai ungkapan kedekatan dengan Yang Ilahi. Puasa hanya akan menjadi rutinitas dan tidak memiliki daya ubah jika hanya berdasarkan peraturan yang berlaku. Yesus menghendaki puasa yang dihayati sebagai bentuk pertobatan, pembaruan dan pengharapan akan kedatanganNya kembali. Kebersamaan dengan Yesus menyadarkan pada murid akan makna puasa yang sungguh dihayati sebagai satu penantian akan keselamatan dalam Tuhan. Bagaimana relevansi puasa dalam hidup Anda?

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0134

Apakah yang kita cari dalam hidup ini? Tentulah yang bernilai dan berharga. Maka kita mau berjuang untuk mendapatkannya. Tetapi yang bernilai dan berharga itu seringkali tersembunyi dan sulit ditemukan. Maka kita harus mencari dlaam ketekunan dan kesetiaan. Demikian pula halnya dengan Kerajaan Surga. Meski sudah dianugerahkan kepada kita, seringkali kita sulit menemukannya. Maka kita perlu membuka diri terhadap campur tangan Tuhan sendiri agar kita mampu berjuang dengan keteguhan hati. Kita mohon bantuan Tuhan agar kita dapat total dan fokus pada pencarian dan penemuan Kerajaan Surga. Semoga kehidupan kita menjadi ladang tempat harta terpendam, dan karya kita menjadi tempat mutiara ditemukan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0133

Pewartaan tentang Kerajaan Allah hanya dapat diterima oleh mereka yang terbuka dan menyambut Yesus. Kerajaan Allah itu tidak bisa dipisahkan dari pribadi Yesus sendiri. Dialah Kerajaan Allah yang hadir dan menyelamatkan itu. Kemampuan inderawi kita dalam melihat dan mendengarkan pewartaan Kerajaan Allah harus dilandasi dengan iman dan kasih kepada Yesus. Mungkin Kerajaan Allah hadir dalam peristiwa hidup harian yang sederhana dan biasa. Maka kita perlu peka terhadap situasi hidup sehari-hari. Bagaikan perumpamaan-perumpamaan yang Yesus berikan juga sederhana dan konkrit, kita menyambut kehadiran Yesus juga dalam kesederhanaan hidup kita. Semoga kita semakin dekat denganNya dan harapan kita akan kehidupan yang lebih baik akan terus berkembang. Semoga kita mampu terlibat untuk membawa kebaikan dalam kehidupan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.