0135

Kehadiran Yesus seharusnya mengubah cara pandang. Jika tidak ada pembaruan, maka yang terjadi adalah ketidak-mengertian, kesalahpahaman, dan penolakan. Demikian pula halnya tentang puasa sebagai olah kesalehan pribadi. Orang berpuasa biasanya karena ada keprihatinan, intensi tertentu dan sebagai ungkapan kedekatan dengan Yang Ilahi. Puasa hanya akan menjadi rutinitas dan tidak memiliki daya ubah jika hanya berdasarkan peraturan yang berlaku. Yesus menghendaki puasa yang dihayati sebagai bentuk pertobatan, pembaruan dan pengharapan akan kedatanganNya kembali. Kebersamaan dengan Yesus menyadarkan pada murid akan makna puasa yang sungguh dihayati sebagai satu penantian akan keselamatan dalam Tuhan. Bagaimana relevansi puasa dalam hidup Anda?

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.