Pengalaman Turne Yang Kaya Pelajaran

Naik Perahu ke Merambang

 

Masa Diakonat di Paroki St. Yohanes, Dangkan Silat, Kalimantan Barat, diawali dengan pengalaman turne yang sangat berkesan. Oleh Pastor Heru, saya langsung diajak mengunjungi Stasi-Stasi di hulu Sungai Silat. Sekedar informasi, wilayah Paroki Dangkan Silat mencakup sepanjang Sungai Silat mulai dari hulu sampai ke hilir. Pusat Paroki, yaitu Nanga Dangkan berada di tengahnya.

Perjalanan kami mulai pada Selasa, 18 Maret 2014. Rencananya, kami akan berangkat lebih pagi, namun karena hujan, kami baru bisa berangkat setelah makan siang. Itu pun masih ada kekuatiran bahwa jalan jelek dan sulit dilalui. Memang, jalan darat ke Stasi di wilayah hulu masih sangat sulit dilalui, khususnya bila hujan, karena masih jalan tanah. Maka dengan membulatkan tekad kami berangkat.

Perjalanan ternyata tidak semulus yang diharapkan. Belum lama berangkat dari pastoran, kami harus menghentikan perjalanan. Pastor Heru terpaksa kembali menyusuri jalan yang kami lalui tadi untuk mencari peralatan motor yang terjatuh di jalan. Isinya adalah kunci-kunci dan ban serep. Setelah sekitar satu jam mencari, peralatan itu tidak berhasil ditemukan. Akhirnya, kami melanjutkan perjalanan.

 

Jalan Darat Yang Tidak Mulus

 

Permasalahan belum selesai. Tidak jauh setelah berbelok dari jalan raya dan melalui jalan yang berbatu-batu, motor yang saya kendarai macet. Usut punya usut, ternyata air masuk ke karburator. Setelah dikeluarkan, motor bisa berjalan lagi. Namun belum lama setelahnya, tiba-tiba tali kopling putus. Untung ada cadangan. Ketika sedang diperbaiki, pengungkitnya patah. Tanpa kehilangan akal, tuas rem depan dipindahkan ke sebelah kiri untuk kopling. Memang sangat jelek, tapi situasi darurat. Kurang lebih tiga jam Pastor Heru mengutak-atik tali kopling ini sampai akhirnya motor masih bisa dikendarai, meski hanya dengan memakai gigi satu. Tanpa terasa hari sudah mulai gelap. Akhirnya dengan mengandalkan gigi satu, kami menuju perkampungan yang terdekat. Puji syukur, tidak lama kemudian kami melihat Gereja Katolik. Ternyata, di daerah yang bernama Nanga Nyawa itu cukup banyak orang Katolik. Kami lalu mencari rumah tokoh umat yang berkenan menerima kami. Ketika tahu ada Pastor, mereka sangat senang. Mereka menanyakan apakah ada Misa. Sayangnya, karena daerah itu masuk dalam wilayah Paroki Sejiram, Pastor Heru tidak bisa begitu saja merayakan Misa tanpa sepengetahuan Pastor Paroki. Tetapi di luar dugaan, keluarga Pak Jafar, tempat kami menginap, masih mengingat para Pastor OMI yang pernah melayani mereka. Salah satunya adalah Pastor Antonius Widiatmoko, OMI. Bahkan anak sulungnya Beliau beri nama “Widi”.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan. Untunglah ada bengkel di Nanga Nyawa itu sehingga pengungkit tali kopling yang patah bisa diganti dan tuas rem depan dikembalikan ke tempatnya. Perjalanan kami lanjutkan setelah menunggu hujan agak reda. Namun perjalanan belum mulus. Setelah satu jam perjalanan, motor macet lagi. Kebetulan ada beberapa orang yang pulang dari ladang. Dengan bantuan mereka, kami mengetahui penyebabnya, yaitu selang ke busi yang hampir putus. Setelah disambung dengan plastik, motor bisa jalan lagi.

 

Latihan Koor di Stasi Selangkai

 

Karena hujan baru saja turun, tanah masih basah dan becek. Akibatnya, perjalanan menuju Stasi Riam Tapang cukup sulit. Selain licin dan berlumpur, jalan juga rusak sehingga harus berhati-hati agar tidak jatuh. Beberapa tanjakan dan turunan cukup terjal dan memang membutuhkan keahlian mengendalikan motor.

Syukur kepada Tuhan kami bisa tiba dengan selamat sekitar pukul 15.15. Sambutan umat yang hangat mengobati semua keletihan dan perjuangan berat selama perjalanan. Memang ada banyak hambatan selama perjalanan tetapi semua menjadi pelajaran berharga bagi saya. Saya menjadi tahu sedikit masalah yang dialami motor dan cara mengatasinya. Persoalan motor selesai, tetapi persoalan tubuh belum selesai. Malam itu saya muntah-muntah karena masuk angin. Untungnya saya masih bisa mengikuti Misa Kudus. Setelah itu, saya langsung beristirahat. Puji Tuhan, keesokan harinya saya sudah lebih segar untuk melanjutkan turne selama dua minggu ini.

Dari Stasi Riam Tapang, kami menuju Stasi Bangan Baru, lanjut ke Selangkai, Nanga Suang, dan Landau Rantau. Dari Stasi Landau Rantau kami naik perahu ke Stasi Nanga Lungu. Motor dinaikkan ke perahu. Kami sempat juga ke Nanga Entebi dan Merambang. Dari Nanga Lungu kami kembali naik motor ke Nanga Pengga dan akhirnya kembali ke pastoran. Kami berada di satu Stasi kurang lebih satu sampai dua hari sebelum melanjutkan ke Stasi yang lain.

 

Umat Stasi Bangan Baru


Turne dua minggu yang berakhir pada 30 Maret ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Selain ini adalah turne saya yang pertama, di dalam turne ini saya belajar tentang motor dan kesehatan. Perjumpaan dengan umat sambil mendengarkan cerita mereka memberikan sukacita dan pelajaran yang berharga tentang situasi umat di hulu Sungai Silat. Perjuangan mereka untuk hidup dari karet yang harganya turun (Rp 6.000,-/kilo) hingga menghadapi biaya hidup yang membengkak (misalnya bensin yang berharga Rp 15.000,-/liter) menjadi inspirasi bagi saya untuk tidak mudah menyerah pada kesulitan hidup. Iman akan Tuhan, harapan akan hidup yang lebih baik, dan cinta kepada Tuhan, keluarga dan tetangga menjadi motivasi untuk tetap berusaha.

(Kontribusi: Pastor Diakon Reynold Sombolayuk, OMI, menjalani Masa Diakonat di Paroki St. Yohanes, Dangkan Silat, Kalimantan Barat)

 

Pastor Diakon A. Reynold Sombolayuk, OMI

 

 

Bersama Pengurus Stasi Landau Rantau

 

Membagikan Komuni dalam Misa Kudus di Stasi Bangan Baru

 

Memberkati Anak-Anak di Stasi Landau Rantau

 

Misa Kudus dan Sakramen Baptis di Stasi Marambang

 

Motor pun Ikut Naik Perahu - Perjalanan ke Stasi Nangan Lungu

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.