Rasanya Seperti Pulang Kampung

Artikel - Karya & Misi

 

 

Ada suasana baru dengan Perayaan Paskah kali ini. Saya merayakan Paskah di Paroki Pulau Sapi, Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Paroki ini dilayani oleh 2 (dua) orang Oblat yaitu Pastor Wan Ibung Natale Belingheri, OMI dan Pastor Ignatius Priyantoro, OMI. Pastor Natalino yang berasal dari Italia dan sudah berusia lanjut melayani stasi-stasi di wilayah hilir. Sedangkan Pastor Toro yang lebih muda melayani stasi-stasi di wilayah hulu. Kebanyakan stasi terdapat di sepanjang tepi Sungai Malinau. Saya sendiri membantu Pastor Natalino dan sempat mengunjungi Pastor Toro di hulu. Sekarang, dengan dibukanya banyak jalan, umat dapat menggunakan transportasi darat. Tinggal sedikit saja yang melewati sungai.

 

 

Pelayanan Kasih - Seperti Yesus Kristus Membasuh Kaki Para MuridNya

 

Umat Katolik di sana terdiri dari Suku Dayak (Punan, Abai, Lundayeh, Kenyah, dll.) dan pendatang (Jawa, Flores, Timor, dll.) Mereka begitu semangat mengikuti rangkaian Tri Hari Suci. Bukan hanya perayaan Liturgi saja yang mereka ikuti, tetapi juga aneka lomba olahraga, permainan, dan kesenian. Tema yang mereka renungkan adalah mengenai ajakan “Bangkit dan Bergerak” untuk menyelamatkan dan melestarikan Kalimantan dari perusakan dan eksploitasi yang berlebihan. Kalimantan yang bagaikan Firdaus sekarang ini mulai menjadi Firdaus yang hilang karena hutan lenyap dan berganti menjadi kebun sawit. Tanah hancur karena pertambangan, sungai rusak karena pencemaran, keanekaragaman hayati berkurang karena ekosistem yang terganggu. Udara semakin panas, cuaca pun menjadi tak menentu, dan masih banyak lagi keprihatinan lainnya. Gereja mengajak umat untuk menyadari bahwa alam Kalimantan bukan hanya milik kita saat ini, tetapi akan menjadi warisan bagi anak cucu kita kelak.

 

Siap Memanggul Salib

 


Secara pribadi, saya merasa seperti pulang kampung. Saya pernah menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di paroki ini tahun 2008-2009. Setelah TOP, saya sempat berkunjung sebentar ke sana di tahun 2012. Menurut kata mereka, “barangsiapa yang pernah mandi dan minum air Sungai Malinau, suatu saat akan kembali lagi.” Dan saya memang kembali untuk merayakan Peristiwa Agung Iman bersama dengan mereka. Saya tetap menemukan kesederhanaan, keramah-tamahan, semangat, suka cita dan kemurahan hati pada semua umat. Saya gembira karena banyak perubahan dan kemajuan yang terjadi dalam berbagai macam bidang. Tentu ini juga atas kerja keras Pemerintah yang didukung oleh masyarakat dari berbagai macam lapisan.


Berkat Paskah Melimpah untuk Seluruh Umat


 

Kebersamaan dengan umat yang hanya beberapa hari itu semakin meneguhkan panggilan perutusan saya bahwa Gereja masih membutuhkan lebih banyak lagi pekerja bagi panenannya. Beberapa sahabat muda yang saya kenal menyatakan tergerak hatinya untuk ikut menjadi rekan kerja Yesus Kristus Sang Penyelamat. Semoga panggilan mulia yang telah didengar sahabat-sahabat muda ini sungguh dapat terwujud nyata. Selamat Paskah untuk kita semua.

(Kontribusi: Pastor Antonius Sussanto, OMI, Socius Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”, Blotan, Yogyakarta)

 

 


Mengikuti Yesus Kristus di Jalan SalibNya

 

Inilah Kayu Salib, di sini tergantung Kristus, Penyelamat Dunia.....

 

Kristus, Cahaya Dunia

 

Pemberkatan Air Baptis

 


Lahir Baru..., aku membaptis engkau...

 

Optimis, regenerasi berlangsung

 

Pastor Toro ikut membantu mengangkat balok kayu ulin untuk Altar.

 

Di sini kuberhimpun merayakan imanku

 



 


Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.