POJOK OMI - Karya OMI di Kalimantan Barat

 

Gereja di Gawai Ulu Sungai, Pedalaman Kalimantan Barat


Kelompok pertama Oblat Perancis  tiba di Jakarta pada 29 Januari 1977.  Mereka adalah (1)  Romo Andre Hebting, OMI; (2) Romo Bernard Keradec, OMI; (3) Romo Jean Subra, OMI; (4) Romo Jean-Pierre Meichel, OMI; (5) Romo Jacques Chapuis, OMI; (6) Romo Rene Colin, OMI; dan (7) Romo Lucien Bourchard, OMI.  Setelah belajar Bahasa Indonesia beberapa bulan, mereka berangkat ke Pontianak dan berkarya di Keuskupan Sintang sejak September 1977.

Dengan sukacita para Oblat mulai menekuni karya misi mereka dengan melewati jalan-jalan tikus dan sungai-sungai, mengalami banjir dan jalan becek di musim hujan, serta mengeringnya sungai-sungai di saat kemarau.  Umat yang hidup terpencar-pencar membuat wilayah setiap Paroki menjadi sangat luas.  Juga, keadaan umat yang masih terlalu lekat dengan adat setempat – seperti kawin adat, nikah muda dan kebiasaan berjudi - menjadi tantangan tersendiri bagi para Misionaris OMI yang berkarya di sana.   Dalam karya pastoralnya, mereka menekankan kemandirian umat dan membangun umat basis. Mereka mengadakan berbagai kursus untuk pemimpin umat, katekese dan kunjungan ke stasi-stasi.

Pada awal karya misionarisnya, Keuskupan Sintang mempercayakan 4 Paroki kepada para Oblat: (1) Paroki Sintang; (2) Paroki Bika; (3) Paroki Putussibau; dan (4) Paroki Sejiram.  Seiring dengan berjalannya waktu, para Oblat berhasil mengembangkan dan mendirikan beberapa Paroki baru: (1) Paroki Dankan Silat; (2) Paroki Mukok di Keuskupan Sanggau; (3) Paroki Semitau; (4) Paroki Sepauk; (5) Paroki Benua Martinus; (6) Paroki Bunut; (7) Paroki Embaloh; (8) Paroki Peniung; (9) Paroki Nanga Kantuk; dan (10) Paroki Bika Nazaret.

Pada tahun 2006, Paroki Mukok diserahkan kembali ke Keuskupan Sanggau, demikian pula dengan Paroki Sejiram dan Paroki Semitau diserahkan kembali ke Keuskupan Sintang.  Kini para Oblat berkarya di Paroki Sepauk dan Paroki Dankan Silat.

(disarikan dari Website OMI Indonesia, www.omi-indonesia.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.