Ber-JPIC dengan Petani, Pekebun dan Penambang Emas

Awal mulanya adalah dari keprihatinan masyarakat/umat yang seringkali tak kuasa menahan kegundahan hati karena ayam peliharaan mereka yang mati terserang penyakit sampar dan ternak yang diusahakan mereka kurang memberikan tambahan nilai ekonomis.  Kemudian juga dari perjumpaan Romo Simon Heru Supriyanto, OMI dengan Bruder Baptista, MTB, seorang praktisi ekologi terapan di kompleks Taman Wisata Rohani Bukit Kelam 2 tahun yang lalu.  Beberapa kejadian ini membawa kami menjadi terinspirasi untuk menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik, pestisida organik dan jamu anti sampar ternak untuk masyarakat/umat di Desa Perjuk Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, yang masih termasuk dalam wilayah Paroki Dangkan Silat. Keuskupan Sintang, Kalimantan Barat.


Pelatihan pembenahan pembuangan air kolam ikan


Rencana tersebut akhirnya terlaksana pada tanggal 29-31 Juli 2013.  Pada hari pertama pelatihan terdapat 42 orang peserta yang mendaftar dan hadir yang terdiri dari para bapak, ibu,dan beberapa orang muda.  Tampak keseriusan para peserta dalam mengikuti pelatihan ini.  Seorang ibu yang sambil mencincang daun-daun sebagai bahan pupuk kompos berkisah: "Sudah beberapa hari ini saya tidak turun 'motong' (menoreh pohon karet) karena ikut pelatihan ini. Namun saya tidak rugi, karena pelatihan ini penting dan berguna supaya saya dapat menjadi petani yang lebih terampil lagi demi masa depan yang sejahtera."

Materi-materi pelatihan disampaikan secara menarik dan meyakinkan oleh Bruder Baptis sehingga para petani yang belum sungguh sebagai petani itu mau membenahi mentalitas dan cara kerja mereka. Para petani Perjuk yang mengikuti pelatihan pun mendapat tantangan dari Bruder Baptis: “Siapkah dalam waktu 5 tahun mendatang hidup kalian menjadi lebih sejahtera?” Para peserta menjawab serentak: “SIAP!!!”

Bruder Baptis juga memberikan pengetahuan praktis mengenai pengobatan herbal dari tanaman yang ada di lingkungan terdekat. Sebagai bonus pelatihan, para peserta diberi rahasia cara menangkap bekicot dengan membuat perangkap bekicot. Pelatihan ini ditutup dengan Ibadat Perutusan. Para peserta menyatakan niat mereka dan Imam memberikan Berkat Apostolis kepada 57 peserta pelatihan pada akhir pertemuan.

Salam JPIC dari Kalbar. Tuhan Yesus memberkati, Bunda Maria melindungi selalu.

(Kontribusi Romo Simon Heru Supriyanto, OMI, Pastor Paroki St. Yohanes, Dangkan Silat, Kalimantan Barat/Anggota Komisi Karya Misi/JPIC OMI Provinsi Indonesia)


Seksi Transportasi sedang mengangkut perlengkapan pelatihan ke Perjuk

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.