Penjubahan dan Perutusan Novis OMI 2020

Para Novis OMI Tahun 2020 bergambar bersama Bapa Provinsial OMI Indonesia dan Formator

 

“Novisiat, yang merupakan masa inisiasi ke dalam hidup religius Oblat,

bermuara pada ikrar bakti diri secara publik dalam Kongregasi.”

(Konstitusi OMI # 55)

 

Di tengah kegundahan atas Wabah COVID-19, kabar gembira datang dari Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”, Blotan, Yogyakarta.  Pada Rabu, 15 April 2020, diselenggarakan upacara Inisiasi Hidup Religius 6 orang Pra-Novis yang telah menyelesaikan pendidikannya dan diterima untuk bergabung ke dalam Komunitas Kongregasi Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI).  Mereka adalah:

1.  Frater Alfonsius Srilus, asal Paroki Rasul Yohanes, Pulau Sapi, Kalimantan Timur.

2.  Frater Efanius Rimlon, asal Paroki St. Agustinus Mok, Keuskupan Ruteng, NTT.

3.  Frater Guindo Paschalis Tri Lestari, asal Paroki Sta. Maria Fatima, Penajam, Kalimantan Timur.

4.  Bruder Johanes Maria Vianey, asal Paroki Sta. Anna, Duren Sawit, Keuskupan Agung Jakarta.

5.  Frater Kristian Delima Ajun, asal Paroki Yesus Tersalib, Balai Sepuak, Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat.

6.  Frater Yeremias Mangu Jaga, asal Paroki Hati Sta. Perawan Maria Yang Tak Bernoda, Tanjung Pinang, Keuskupan Pangkal Pinang.

 

Bapa Provinsial OMI Indonesia mengalungkan Salib kepada kedua Novis Kanonik yang diutus

.

Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI, Provinsial OMI Indonesia, menerima keenam pemuda ini masuk ke dalam Komunitas OMI dalam Perayaan Ekaristi di Kapel Novisiat OMI.  Selain Upacara Penerimaan Novis, juga diadakan Upacara Perutusan bagi 2 Novis Tahun Kanonik.  Bapa Provinsial mengutus Bruder Amos Rizaldi ke Komunitas Novisiat OMI di Blotan, Yogyakarta, sedangkan Bruder Marianus Oktovianus diutus ke Komunitas OMI di Kaliori, Jawa Tengah.   Kepada kedua Novis yang menerima perutusan tersebut, Bapa Provinsial juga menyerahkan Salib sambil berkata: “Terimalah dan kenakanlah, semoga Salib ini mengingatkan engkau secara terus-menerus akan cinta kasih Penyelamat, yang ingin menarik semua orang kepadaNya dan mengutus kita sebagai rekan kerjaNya.”

 

Seturut dengan Direktorium Formasi OMI Indonesia, maka setelah 12 bulan menjalani Tahun Kanonik, novis yang akan dipanggil untuk mengikrarkan Kaul Pertama akan diberikan kesempatan untuk “live-in” – tinggal dalam Komunitas Oblat.  Melalui program ini, mereka akan melihat lebih dekat lagi, bahkan mulai mengalami sendiri Komunitas OMI di lapangan karya.  Selama “live-in”, diharapkan suasana yang ada adalah suasana khas Oblat yang diwarnai dengan kegembiraan dan keramahan yang mengalir dari iman dan spiritualitas OMI.


Provisiat Frater dan Bruder Novis.  Semoga terus bersukacita dan bersemangat dalam meniti panggilan yang mulia ini.

 

(Sumber informasi dan foto:  Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis, Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”, Blotan, Yogyakarta)

 

 

 

Dua Novis Kanonik yang menerima Perutusan bergambar bersama Bapa Provinsial OMI Indonesia dan Formator

 

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.