2020 - Apa Yang Bisa Disyukuri?

Hari ini Amerika Serikat merayakan “Thanksgiving”- Hari untuk Bersyukur.  Saya tidak begitu tahu tentang perayaan ini sampai saya menjadi anggota OMI Provinsi Amerika Serikat delapan tahun yang lalu.  Saya pahami bahwa “Thanksgiving” adalah saat yang indah untuk berhenti, melakukan inventarisasi dan mengucap syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas segala berkat yang didapat selama setahun ini.   Asal muasalnya perayaan ini adalah berakhirnya masa panen dan mengucap syukur kepada Tuhan atas buah-buah dari bumi. Saya mengundang Anda semua yang berada di luar Amerika Serikat untuk bergabung dalam semangat “Thanksgiving” hari ini.

2020 – apa yang mau disyukuri?  Pandemi, sakit, kematian, ketakutan, kebingungan karena situasi politik, ekonomi yang tak menentu, kelaparan…….. Bersyukur apa?

 

10 Langkah Kanonisasi Seorang Oblat

Langkah I:

Sebelum memulai proses Kanonisasi seorang Oblat, tanda-tanda kesuciannya hendaklah telah diakui melalui hidup dan tulisan-tulisannya. Syarat awal adalah Oblat tersebut menampakkan kekudusan dan dipandang layak untuk dikanonisasi (fama sanctitatis). Hal ini  mesti dikuatkan oleh kesaksian sejumlah orang - khususnya mereka yang mengenalnya serta mulai muncul devosi khusus pada Oblat tersebut.

 

Langkah II:

Setelah itu, terjadi konsultasi dengan Pastor Jenderal.  Beliaulah yang menentukan bahwa proses akan dilaksanakan atau tidak.

 

 

Panduan Refleksi Komunitas Perayaan 25 Thn Kanonisasi

PERSIAPAN PERAYAAN 25 TAHUN KANONISASI ST. EUGENIUS DE MAZENOD

Dalam Surat Pengantar Perayaan 25 Tahun Kanonisasi Bapa Pendiri, Postulator Jenderal membagikan materi untuk perayaan komunitas/kelompok atas peristiwa luar biasa ini.  Booklet Doa Vigili dapat digunakan untuk perayaan bersama, di sekitar hari kanonisasi, yang dapat mengumpulkan para Oblat dan orang-orang/kelompok yang terkait dengan karisma dan spiritualitas Bapa Pendiri.

Postulator Jenderal juga berbicara tentang kemungkinan mengadakan sesi sharing iman terpisah untuk komunitas Oblat yang lebih kecil jumlahnya, seperti yang pernah kita lakukan di saat “Triennium” persiapan 200 tahun pendirian kita.

Kami lampirkan bersama ini Panduan yang berisi teks-teks menarik dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu komunitas untuk saling berbagi pengalaman iman tentang pengaruh St. Eugenius dalam hidup mereka.  Tentunya, selalu ada tempat untuk kreatifitas komunita-komunitas untuk mengatur pertemuan berbagi pengalaman iman ini sendiri.

 

Pastor Paolo Archiati, OMI

Vikaris Jenderal

 

Booklet Doa Vigili 25 Thn Kanonisasi St. Eugenius

PERAYAAN 25 TAHUN KANONISASI SANTO EUGENIUS DE MAZENOD

1995 - 03 DESEMBER - 2020

DOA VIGILI

 

Catatan Biografi

Eugenius de Mazenod lahir di Aix-en-Provence, Perancis, di tahun1782.  Sebagai putera dari keluarga bangsawan, di usia 8 tahun, saat Revolusi Perancis berkecamuk, ia harus mengungsi ke Italia.  Sekembalinya ke Perancis, di saat ia berusia  20 tahun, ia mulai hidup bersenang-senang hingga dimulainya proses pertobatan yang berujung pada pengalaman perjumpaan dengan Kristus yang mendalam di depan SalibNya.  Gereja dan masyarakat hancur karena Revolusi Perancis.  Masyarakat tidak lagi dapat menerima pewartaan Kabar Gembira puluhan tahun.  Eugenius masuk ke Seminari dan ditahbiskan sebagai Imam di tahun1811.  Menyadari kalau bekerja sendirian tidak akan membuahkan hasil yang baik, maka ia mendirikan kelompok Misionaris Provence di tahun 1816.   Sepuluh tahun kemudian, di tahun 1826, kelompok ini mendapat aprobasi dari Bapa Suci dengan nama baru: Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI). Di tahun 1837, Eugenius terpilih menjadi Uskup Marseilles.  Ia diminta untuk memperbaharui hidup keusukupan dari kota yang penting itu sambil tetap menjadi Pemimpin Tertinggi di Tarekat OMI dan mengirimkan para misionarisnya untuk bermisi ke seluruh dunia. Eugenius de Mazenod wafat dalam kekudusan pada 21 Mei 1861.  Proses beatifikasi dan kanonisasi bagi Eugenius de Mazenod di mulai sejak tahun 1926.  Ia dibeatifikasi di Roma oleh Santo Paus Paulus VI pada Minggu Misi Sedunia, 19 Oktober 1975.  Pada 03 Desember1995, Eugenius de Mazenod dikanonisasi oleh Santo Paus Yohanes Paulus II pada Perayaan Santo Fransiskus Xaverius, Pelindung Misi, di Minggu Advent Pertama tahun itu.

 

 

25 Tahun Kanonisasi St. Eugenius de Mazenod

Roma, 21 Oktober 2020

Perayaan 25 Tahun adalah tahapan penting dalam hidup.  Secara prinsip, seseorang yang menginjak usia 25 tahun dikatakan sebagai seseorang yang sudah dewasa, siap untuk bekerja, dan juga siap memulai hidup berkeluarga.  Oleh karena itu, masyarakat menetapkan fase generasi tertentu di usia sekitar 25 tahun.  Dalam perkawinan maupun hidup bakti, peringatan ke-25 tahun menyiratkan komitmen yang mapan dengan berbuah banyak, meski masih ada kelemahan dan kegagalan yang tetap harus diatasi.

Dalam tradisi Gereja, kita merayakan Yubelium dalam semangat kenangan penuh syukur, pemurnian kembali, dan pencarian hidup baru di dalam Kristus. Sama seperti dalam tradisi Ibrani, Yubelium diminta oleh Tuhan untuk menjadi waktu membangun kembali relasi suci antar umat Allah dan antara umat Allah dan Tuhannya. Demikian pula dalam Gereja, kita merayakan Pesta 25 tahun dengan maksud untuk melanjutkan panggilan Kristiani kita dengan integritas yang lebih penuh. Untuk maksud inilah maka Bapa Superior Jenderal meminta Postulasi Umum untuk mempersiapkan Perayaan 25 Tahun Kanonisasi Santo Eugenius de Mazenod yang berlangsung pada 03 Desember 1995.

 

Page 1 of 36

«StartPrev12345678910NextEnd»

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.