Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Thanksgiving for the Recognition of Our Congregation

On the event that we are celebrating today, P.Ortolon in his book "The Oblates of Mary Immaculate during the first century of their existence" tells us: "After several weeks of uninterrupted labor, the final meeting was fixed to February 15, 1826, in the morning. During all the time that it lasted, the Founder remained in prayer in the large and beautiful church of St. Mary in Campitelli, situated on the square of the same name, opposite the palace of the Cardinal Prefect. He had time to hear nine Masses, and the sitting extended until noon. It was a great pleasure to learn, in the evening, that the commission had unanimously concluded for the formal approval of the Rules, and the canonical erection of the Society of Missionary Oblates into a truly recognized Congregation, constituted by the Church. Two days later, on February 17, 1826, Leo XII confirmed with his supreme authority the decision of the cardinals and ordered the writing of the apostolic Letters which were officially to testify. At the same time, by a new favor, the Pope changed the name of Oblates of St. Charles to the much more glorious Oblates of Mary Immaculate. "

Let us not forget that there was also the second approval made by Pope Gregory XVI by apostolic letters of March 20, 1846. He was pleased to note, he said, that it was, in a very short time THE Congregation marvelously developed, not only in Europe, but also in the most distant regions of America.

That is why today we celebrate February 17th  as a thanksgiving to God for the recognition of our congregation.

Add a comment

 

Menjadi Yang Terakhir dan Pelayan Dari Semuanya

Ketika saya ingin menjadi imam, hal yang saya bayangkan pada waktu itu adalah berdiri di depan umat, memimpin Ekaristi dengan pakaian khusus. Saya menjadi pusat perhatian di dalam Gereja. Saya membayangkan betapa hebatnya diri saya bisa tampil seperti itu. Setelah saya menjalani pendidikan untuk menjadi imam, saya baru sadar bahwa apa yang dulu saya bayangkan itu keliru. Menjadi seorang imam adalah menjadi pelayan umat. Meskipun imam berada di depan dan berbicara kepada banyak orang, dia melakukan semua itu dalam rangka melayani kebutuhan umat akan Sabda Tuhan. Dia tidak bisa melakukan tugasnya sebagai imam untuk kebanggaannya sendiri atau kepuasannya sendiri.

Add a comment

 

Meneladan Kristus

Peristiwa Pembaptisan Tuhan menjadi awal penampilan dan tugas perutusan Yesus di depan umum. Yesus dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis ketika ia membaptis banyak orang. Banyak orang bertanya kepada Yohanes Pembaptis, apakah ia adalah Mesias, Juruselamat yang sangat dinantikan bangsa Israel untuk membebaskan bangsa Israel? Mereka bertanya karena Yohanes membaptis banyak orang. Yohanes Pembaptis menjelaskan bahwa ia membaptis dengan air (Luk 3:16). Ini berarti baptisan Yohanes adalah baptisan tanda pertobatan untuk mempersiapkan kehadiran Mesias yang dinantikan.

Add a comment

 

Letter of the Superior General on the Solemnity of the Immaculate Conception of Mary

L.J.C. et M.I.

Dear Brother Oblates and all who live the Charism of Saint Eugene de Mazenod,

Happy Solemnity of the Immaculate Conception of the Blessed Virgin Mary!  This feast brings joy and hope to all of us as we continue to draw new meaning and insights from the 200th anniversary of the Rule, written by Saint Eugene de Mazenod for the Missionaries of Provence, and of the first vows of those same missionaries on November 1, 1818.  This feast of Mary also takes on special importance in this Year of Oblate Vocations, as every Oblate renews his commitment to work for vocations!

The Immaculate Conception of Mary is a celebration that attracts us because we are fascinated by the beauty of the call to holiness.  Pope Francis writes: “Holiness is the most attractive face of the Church.” (GE #9).  The Immaculate Conception is also a mystery of God’s love that calls us to deepen our faithfulness to our missionary commitment.  In this sense, as I will mention in this letter, the feast we are celebrating has a deep connection to the Synod on Youth, Discernment, and Vocation.

Add a comment

 

Triduum Santa Maria Imakulata - Maria: Bunda Yang Sensual

Pengantar

Menyambut Hari Raya St. Maria Imakulata biasanya Komunitas OMI mempersiapkannya dengan retret, rekoleksi, novena, triduum, bahkan pertobatan dan puasa, atau kegiatan rohani lainnya. Maksudnya adalah untuk mempersiapkan batin agar peristiwa itu bisa dirayakan dengan penuh sukacita dan bermakna. Tahun 2018 ini Komunitas Novisiat OMI mempersiapkan diri dengan triduum yakni tiga hari doa devosi kepada St. Maria Imakulata. Sekaligus para novis mempersiapkan diri untuk melaksanakan Kursus Gabungan Novis Psiko-Seksual yang akan dilangsungkan di Wisma Maya Kaliurang pada 07 – 11 Desember 2018. Oleh sebab itu tema yang direnungkan dimaksudkan untuk menghayati seksualitas secara utuh baik jasmani, mental maupun rohani.  Bertepatan dengan peringatan kanonisasi St. Eugenius de Mazenod (03 Des) dan Para Martir Oblat Laos (04 Des), semoga para novis semakin dimurnikan dalam mengikuti panggilan Tuhan.

Devosi Maria Imakulata atau Maria Yang dikandung Tanpa Noda sudah berkembang lama dalam Gereja. Paus Siktus IV pada tahun 1476 meresmikannya sebagai pesta perayaan umum Gereja setiap tanggal 08 Desember. Ia tidak membuat doktrin tersebut sebagai sebuah dogma sehingga membiarkan umat Katolik Roma untuk bisa percaya atau tidak tanpa resiko dituduh menentang ajaran Gereja. Selanjutnya Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus pada tanggal 08 Desember 1854 menyatakan secara resmi Maria Imakulata sebagai dogma dan St. Eugenius terlibat.

Sedangkan pada tanggal 03 Desember 1996 Paus Yohanes Paulus II memberi gelar “Santo” bagi seluruh Gereja warisan mulia Sang Penyelamat kepada Eugenius de Mazenod. Pesan Paus: “Kaum muda-mudi yang terkasih, dalam St. Eugenius kamu sekarang memiliki seorang guru, pemimpin dan pelindung. Dalam ajarannya betapa baik kehidupan yang dipersembahkan untuk pelayanan Injil. Pada hari ini Gereja berterima kasih karena St. Eugenius yang telah mengenakan Kristus, mengorbankan hidupnya bagi pelayanan Injil Allah. Dan kamu Misionaris Oblat Maria Imakulata, yang bekerja semakin serius untuk mengenal Kristus secara pribadi dan untuk memperkenalkanNya kepada orang-orang lain, teruskanlah mengikuti jejakNya dan berusaha untuk menjadi orang suci. Dengan berani kamu harus menempuh jalan yang telah ditempuh oleh sedemikian banyak pelayan Injil.”

Mari kita bersatu dalam doa bagi kemurnian hidup kita dan terutama bagi panggilan hidup sebagai Misionaris OMI.

Add a comment

 

Page 1 of 31

«StartPrev12345678910NextEnd»

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.