25 Tahun Kanonisasi St. Eugenius de Mazenod

Roma, 21 Oktober 2020

Perayaan 25 Tahun adalah tahapan penting dalam hidup.  Secara prinsip, seseorang yang menginjak usia 25 tahun dikatakan sebagai seseorang yang sudah dewasa, siap untuk bekerja, dan juga siap memulai hidup berkeluarga.  Oleh karena itu, masyarakat menetapkan fase generasi tertentu di usia sekitar 25 tahun.  Dalam perkawinan maupun hidup bakti, peringatan ke-25 tahun menyiratkan komitmen yang mapan dengan berbuah banyak, meski masih ada kelemahan dan kegagalan yang tetap harus diatasi.

Dalam tradisi Gereja, kita merayakan Yubelium dalam semangat kenangan penuh syukur, pemurnian kembali, dan pencarian hidup baru di dalam Kristus. Sama seperti dalam tradisi Ibrani, Yubelium diminta oleh Tuhan untuk menjadi waktu membangun kembali relasi suci antar umat Allah dan antara umat Allah dan Tuhannya. Demikian pula dalam Gereja, kita merayakan Pesta 25 tahun dengan maksud untuk melanjutkan panggilan Kristiani kita dengan integritas yang lebih penuh. Untuk maksud inilah maka Bapa Superior Jenderal meminta Postulasi Umum untuk mempersiapkan Perayaan 25 Tahun Kanonisasi Santo Eugenius de Mazenod yang berlangsung pada 03 Desember 1995.

 

Meditasi Kaul Pertama 09 - Bersaksi

Paus Fransikus pada bulan Mei 2014: “Apa artinya bersaksi bagi kaum Kristiani.”

“Bersaksi tentang Kristus adalah intisari dari Gereja.  Kalau tidak demikian, hal itu akan berakhir menjadi ‘universitas agama’ yang steril, yang tidak dapat ditembus oleh tindakan Roh Kudus ...

“Kami adalah orang-orang yang mengikuti Tuhan dan memberikan kesaksian - yang ingin memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus. Dan kesaksian ini terkadang menghasilkan pemberian hidup.

“Di sisi lain, ketika Gereja menutup dirinya sendiri, Gereja menganggap dirinya - katakanlah - sebuah universitas agama dengan banyak sekali ide-ide indah, dengan sangat banyak kuil yang indah, dengan banyak museum yang indah, dengan banyak hal yang indah, tetapi tidak bersaksi, maka Gereja menjadi steril.” (Homili Paus Fransiskus pada Pesta Sta. Martha, 06 Mei2014)

 

 

Meditasi Kaul Pertama 08: Kongregasi

Struktur dan Misi – Konstitusi #72:

“Bersatu sebagai saudara dalam satu komunitas apostolik, kita semua sederajat di hadapan Allah Bapa kita yang membagikan kharisma-kharisma dan pelayanan-pelayanan demi melayani Gereja dan karya misinya. […]

Dengan tetap setia pada prinsip yang tercantum dalam Konstitusi dan Aturan, para pemimpin memastikan agar struktur-struktur itu cukup fleksibel untuk mengalir seturut irama hidup yang kita hayati.”

 

Kapitel Umum – Konstitusi # 125:

“Kapitel Umum adalah otoritas tertinggi dalam Kongregasi.  Kapitel Umum diadakan secara teratur untuk memperkokoh tali persatuan Lembaga dan menunjukkan peranserta dari semua anggota dalam hidup dan misi Kongregasi.

Berkumpul di sekeliling Kristus, keluarga Oblat berbagi pengalaman yang dihayati dalam komunitas-komunitas, dengan segala tantangan dan harapan dalam kerasulan. Kapitel adalah saat istimerwa untuk refleksi dan pertobatan komunitas.  Bersama-sama, dalam persatuan dengan Gereja, kita mencari kehendak Allah di tengah kebutuhan-kebutuhan zaman kita dan bersyukur kepadaNya atas karya keselamatan yang terlaksana melalui kita.”

 

 

Meditasi Kaul Pertama 07: Kaul Kemiskinan

Sebagai pengantar dari meditasi ini, kita berefleksi tentang sukacita Bapa Pendiri dan Pastor Tempier dalam hidup miskin:

Di tahun 1831, saat perayaan hari pertama hidup dalam komunitas, Bapa Pendiri berkata: “Meja yang mengisi ruang makan kami adalah sebuah papan yang disusun bersebelahan satu dengan yang lainnya di atas dua tong kayu tua. Kami belum pernah merasa begitu sukacita karena menjadi begitu miskin sejak kami berkaul kemiskinan…” (Surat Bapa Pendiri kepada komunitas di Billens, 24 Januari 1831)

Selama misi ke Rognag di tahun 1819, para misionaris harus membuat tempat tidur dari jerami.  Pastor Tempier menulis: “Aku tidak percaya bahwa Beato Liguori akan menemukan sesuatu yang tidak berguna baik di furniture kami atau di sumber daya biasa kami […]  dan kami sangat bahagia dengan cara hidup kami […] untuk mengikuti jejak para orang kudus dan menjadi misionaris sekali dan untuk selamanya.”

 

 

Meditasi Kaul Pertama 06: Komunitas

Hidup Komunitas dan Karya Kerasulan: “Jika seseorang tergoda untuk menganggap Aturan Hidup kita sebagai hal yang terlalu berat untuk ukuran manusia, kita memintanya untuk mempertimbangkan dalam Tuhan: (1) Pelayanan kita tidak akan pernah berbuah kecuali jika kita berusaha keras demi kemajuan hidup rohani kita sendiri; (2) Kita tidak akan pernah mencapai tujuan tertinggi dari panggilan kita tanpa bantuan Aturan Hidup yang ditaati, yang dipandang sebagai keharusan oleh para Bapa hidup rohani, dan khususnya oleh para pendiri Ordo-Ordo suci; (3) Misi dan aneka retret mau tidak mau menerjunkan kita ke tengah-tengah dunia.  Hamper tiga perempat dari satu tahun, kita menyibukkan diri kita sendiri dalam pelayanan-pelayanan itu terutama dan secara khusus untuk membawa pertobatan para pendosa.  Kita menghadapi resiko meluoakan kebutuhan-kebutuhan kita sendiri, jika kita tidak berusaha untuk menaati Aturan Hidup kita dnegan penuh kedisiplinan, sekurang-kurangnya saat waktu-waktu jeda yang hanya sebentar dari pelayanan yang berbahaya itu; Jadi, jika kita ingin emmiliki kebahagiaan penuh dalam hati dan tidak ingin dicemooh setelah berkhotbah kepada sesame, tidak perlu berat hati untuk berpasrah diri untuk menjadi taat sempurna.  Semestinya kita menyesal dengan sungguh bahwa tugas-tugas cintakasih yang kita terima menjauhkan kita dalam waktu yang lama dari kesatuan tubuh komunitas tempat cintakasih meraja, dan merenggut sebagian besar hidup kita dari buah keselamatan yang mengalir dari karya kasih kita.” (Teks Konstitusi tahun 1825)

Pastor Fabre menulis dalam Obituari Pastor Tempier: “Sangat sering, kita mendengar jiwa-jiwa terkemuka  dengan lantang menyatakan rahmat yang datang dari  setiap kunjungan Pastor Tempier ke sebuah komunitas ... meskipun Pastor Tempier bukanlah Superior mereka, komunitas-komunitas ini menyimpan baginya kekaguman sejati atas rasa syukur dan pengabdiannya yang sejati.” (Ecrit Oblats II, 1 Roma 1987, Hal. 68)

Bapa Pendiri sungguh mengandalkan Pastor Tempier yang menemukan – sejak awal – panggilan hidup bakti di dalam komunitas, “Aku meyakinkan engkau bahwa aku menganggap sangat penting keberadaanmu di antara kita untuk pekerjaan Tuhan; Aku mengandalkanmu lebih dari pada diriku sendiri untuk keteraturan sebuah rumah yang, menurut gagasan dan harapanku, harus mencerminkan kesempurnaan para murid pertama, para Rasul. Aku mendasarkan harapanku pada hal itui - lebih daripada kata-kata yang fasih: pernahkah hal-hal ini pernah mempertobatkan seseorang? Oh, mungkin engkau benar-benar melakukan dengan baik apa yang penting untuk dilakukan! Mengapa engkau tidak berada cukup dekat denganku sehingga aku dapat memelukmu dekat dengan hatiku, untuk memberimu pelukan persaudaraan yang akan mengungkapkan lebih baik daripada suratku, segala perasaan yang Tuhan telah inspirasikan di dalam diriku untukmu!  Seberapa manisnya ikatan kasih yang sempurna?

 

 

Page 2 of 36

«StartPrev12345678910NextEnd»

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.