Booklet Doa Vigili 25 Thn Kanonisasi St. Eugenius

PERAYAAN 25 TAHUN KANONISASI SANTO EUGENIUS DE MAZENOD

1995 - 03 DESEMBER - 2020

DOA VIGILI

 

Catatan Biografi

Eugenius de Mazenod lahir di Aix-en-Provence, Perancis, di tahun1782.  Sebagai putera dari keluarga bangsawan, di usia 8 tahun, saat Revolusi Perancis berkecamuk, ia harus mengungsi ke Italia.  Sekembalinya ke Perancis, di saat ia berusia  20 tahun, ia mulai hidup bersenang-senang hingga dimulainya proses pertobatan yang berujung pada pengalaman perjumpaan dengan Kristus yang mendalam di depan SalibNya.  Gereja dan masyarakat hancur karena Revolusi Perancis.  Masyarakat tidak lagi dapat menerima pewartaan Kabar Gembira puluhan tahun.  Eugenius masuk ke Seminari dan ditahbiskan sebagai Imam di tahun1811.  Menyadari kalau bekerja sendirian tidak akan membuahkan hasil yang baik, maka ia mendirikan kelompok Misionaris Provence di tahun 1816.   Sepuluh tahun kemudian, di tahun 1826, kelompok ini mendapat aprobasi dari Bapa Suci dengan nama baru: Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI). Di tahun 1837, Eugenius terpilih menjadi Uskup Marseilles.  Ia diminta untuk memperbaharui hidup keusukupan dari kota yang penting itu sambil tetap menjadi Pemimpin Tertinggi di Tarekat OMI dan mengirimkan para misionarisnya untuk bermisi ke seluruh dunia. Eugenius de Mazenod wafat dalam kekudusan pada 21 Mei 1861.  Proses beatifikasi dan kanonisasi bagi Eugenius de Mazenod di mulai sejak tahun 1926.  Ia dibeatifikasi di Roma oleh Santo Paus Paulus VI pada Minggu Misi Sedunia, 19 Oktober 1975.  Pada 03 Desember1995, Eugenius de Mazenod dikanonisasi oleh Santo Paus Yohanes Paulus II pada Perayaan Santo Fransiskus Xaverius, Pelindung Misi, di Minggu Advent Pertama tahun itu.

 

TATA RITUS VIGILI

 

RITUS PEMBUKA

  • Prosesi Masuk
  • Salam dari Selebran

 

BAGIAN I:

Perayaan St. Eugenius Masuk ke Surga dan Pengenalan  Penghormatan St. Eugenius dalam Gereja

  • Pewartaan “dies natalis” (lahir di surga) Eugenius de Mazenod
  • Pembacaan Formula Kanonisasi
  • Prosesi relikwi atau gambar Santo Eugenius
  • Seruan kepada Roh Kudus

 

BAGIAN II:

Berdoa dengan Sabda Tuhan

  • Mazmur: Mazmur ucapan syukur; Mazmur pertobatan; Mazmur permohonan
  • Bacaan singkat
  • Homili

 

Bagian III:

Penghormatan kepada Santo Eugenius dan permohonan pengantaraannya

  • Penghormatan kepada relikwi atau gambar dari Santo Eugenius
  • Doa Oblat mohon pengantaraan St. Eugenius
  • Bapa Kami

 

RITUS PENUTUP:

  • Doa Penutup
  • Berkat
  • Salve Regina

 

 

RITUS PEMBUKA

Untuk menjaga suasana doa, gereja atau tempat yang dipakai untuk perayaan dapat dibuat sedikit gelap hingga akhir dari “Pengantar”.  Peserta perayaan dapat memakai lilin (seperti pada Malam Paskah).  Selebran dapat menyalakan lilinnya dari lilin yang telah menyala di dekat Salib, atau jika dimungkinkan, lilin dinyalakan dari cahaya lilin Lingkaran Adven. Cahaya lilin dibagikan kepada yang hadir.

 

Salam dari Selebran

S: Saudara-Saudariku terkasih: 25 tahun lalu, Gereja menyatakan Eugenius de Mazenod sebagai seorang kudus.  Dengan demikian Gereja menunjukkan pada kita bahwa jika kita mengikuti jejak langkah St. Eugenius, maka tanpa ragu kita juga akan mencapai surga. St. Eugenius telah membuka jalan bagi kita dan Gereja telah mengakuinya.  Gereja, Ibu dan Guru kita, juga telah memberikan St. Eugenius kepada kita sebagai pengantara yang kuat bagi permohonan-permohonan kita dan Gereja meminta semua orang Katolik untuk berdevosi kepada St. Eugenius.

Dalam Doa Vigili ini, kita memperingati kanonisasi St. Eugenius.  Ada tiga sikap doa yang akan kita pakai hari ini: pertama, untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas karunia St. Eugenius, lalu mohon pengampunan atas waktu-waktu dalam 25 tahun ini yang tidak kita manfaatkan untuk meneladani dan mohon pengantaraan dari Bapa Pendiri kita yang kudus, dan, akhirnya, kita mohon berkat bagi keluarga Oblat kita, untuk hidupnya dan untuk inisiatif bermisinya.  Semoga Roh Kudus hadir menolong kita sehingga kita dapat berdoa dengan pantas.

 

 

BAGIAN I:

Perayaan St. Eugenius Masuk ke Surga dan Pengenalan  Penghormatan St. Eugenius dalam Gereja

  • Pewartaan “dies natalis” (lahir di surga) Eugenius de Mazenod

Sekitar 188 tahun sebelum kanonisasinya, pada sebuah Jumat Agung, Eugenius de Mazenod muda, ditahlukkan oleh cinta Kristus Yang Tersalib, menemukan kasih yang begitu besar yang ingin ia selaraskan sepenuhnya seperti yang ia tuangkan dalam catatan hariannya: “Kali ini adalah untuk selamanya, ya, selamanya, selamanya!” (Kutipan dari Catatan Harian tahun 1814) Itulah jawaban yang sangat pasti dan penuh, yang membuatnya mantap masuk ke Seminari dan ditahbiskan menjadi Imam di tahun 1811 – 184 tahun sebelum ia dikanonisasi.

Kanonisasi masih 169 tahun lagi, saat di tahun 1816, dihadapi oleh kebutuhan mendesak Gereja yang sangat besar, timbul keinginan di hati Eugenius untuk mendirikan sebuah keluarga religius Misionaris Oblat Maria Imakulata.

Di tahun 1841, 154 tahun sebelum kanonisasinya, Tarekatnya telah bermisi menyebar bukan saja di Eropa tetapi juga di dunia.  Tahun-tahun selanjutnya, Eugenius de Mazenod membimbing para Oblatnya dengan kelemah-lembutan yang tulus, dukungan, koreksi, dan mengingatkan mereka akan semua kewajiban hidup religius mereka.  148 tahun sebelum kanonisasinya, Eugenius terpilih sebagai Uskup Marseilles dan mulai hidup dengan ketaatan penuh atas rencana kerja tiap hari yang telah diatur: “Aku harus menambatkan diriku kepada orang-orang ini, seperti seorang ayah kepada anak-anaknya […] Singkatnya, aku harus menghabiskan diriku untuk hal itu, bersiap untuk mengorbankan waktu luangku, keinginanku, istirahatku, hidupku sendiri untuk hal itu […]. Untuk hal itu juga, di atas segalanya, aku perlu serius bekerja untuk menjadi orang suci " (Catatan Harian tahun 1837)

Kanonisasi masih 135 tahun lagi, saat pada 18 Desember 1860, tanda-tanda pertama dari sakitnya Bapa Pendiri muncul: kebocoran di daerah jantung yang parah dan akut.  Ia menjalani operasi pengangkatan tumor di dada sebelah kirinya….. Demam tinggi dan radang selaput dada memperburuk kesehatannya.  Eugenius berkata: “Aku sedang disalib dan aku bahagia karenanya. Aku mempersembahkan kepada Tuhan penderitaanku ini untuk para Oblatku terkasih dan untuk Keuskupan.” (Rey vol. 11, hal. 831) Di luar dugaan, ia sembuh dari radang selaput dada, tetapi untuk tumor, terus bersarang di dadanya dan memberikan rasa sakit yang tak tertahankan. Untuk mereka yang menjenguknya, Bapa Pendiri berkata: “Di saat engkau sedang disalibkan, engkau harus tahu bagaimana cara berada di kayu salib.” (Surat Masa Prapaskah Mgr. Jeancard, Uskup Auxiliari Marseilles, tahun 1861)

Sore itu adalah sore pemberian berkat. Yang diberkati pertama adalah Uskup Auxilari Keuskupannya. Mereka meminta Bapa Pendiri untuk memberkati para Oblatnya. “Oh, ya,” seru Bapa Pendiri, lalu mengambil Salib Oblatnya, memberkati semua anaknya dengan Salib Oblat, membuat tanda salib pada keempat penjuru bumi.  “Bapa,” salah satu yang hadir berkata, “Katakanlah beberapa kata untuk semua anakmu.” Bapa Pendiri berkata, “Katakan pada mereka aku meninggal dalam keadaan bahagia karena Tuhan Yang Mahabaik telah memilihku untuk mendirikan di dalam GerejaNya, keluarga religius Misionaris Oblat Maria Imakulata.” - “Tunjukkan pada kami, Bapa, harapan terakhir dari hati Bapa.” – “Praktekkanlah dengan baik cinta kasih di antara kalian…. Cinta kasih…. Cinta kasih… dan ke luar, semangat menyala-nyala untuk keselamatan jiwa-jiwa.” Salah satu anaknya kembali bertanya pada Bapa Pendiri: “Engkau akan selalu ada di surga karena engkau pernah berada di bumi, Bapa kami yang terkasih, benar demikian?” – “Oh, ya,” Bapa Pendiri berseru, dan ekspresi wajahnya bercahaya. Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Jauh malam, Bapa Pendiri berulangkali berkata, “Jika aku tertidur, tolong bangunkan aku. Aku ingin mati dalam keadaan sadar.”

Masih 134 tahun sebelum kanonisasi, momen yang paling penting dalam hidup Eugenius de Mazenod terjadi: ia berpulang ke surga. Pada pagi hari tanggal 21 Mei, Bapa Pendiri mengikuti dua Misa Kudus dengan perhatian dan kekhusyukan yang besar. Tengah harinya, tiba sebuah telegram dari Bapa Suci yang memberikan berkatnya. Bapa Pendiri mendengarkan pembacaan telegram itu dengan seksama dan tangan terkatup.  Sekitar pukul 21.30, dengan dihadiri oleh adik perempuan dan Eugenius – anak dari adik perempuannya – Uskup Auxiliari dan Vikaris Jenderal, Pastor Henri Tempier, beberapa Oblat dan dua Suster dari Tarekat Keluarga Kudus, Bapa Pendiri memohon doa bagi orang sekarat didaraskan. Mereka kemudian mendaraskan “Compline”. Dengan gerakan yang mengandung arti, Bapa Pendiri ikut mendaraskan bagian-bagian yang sesuai dengan keadaannya: “Aku akan berbaring dengan damai dan akan segera tertidur…” – “Ke dalam tanganMu, Tuhan, aku serahkan nyawaku.” Saat lagu dinyanyikan “Sekarang, ya Tuhan, bebaskan hambaMu dalam damai,” Bapa Pendiri membuka matanya dan memandang ke surga, wajahnya penuh dengan sukacita.  Bapa Pendiri mengikuti “Salve Regina” hingga selesai: Mendengar kata-kata: “Dan kelak tunjukkanlah kepada kami Yesus, buah rahimmu yang terpuji,” Bapa Pendiri membuka matanya sedikit; untuk setiap pujian “O clemens, O pia,” ia bergerak sedikit; dan ketiga kalinya, “O dulcis, Virgo Maria..,” ia menarik nafas terakhirnya. Jiwanya telah berada bersama Tuhan. (Dari surat edaran Pastor Joseph Fabre yang menulis tentang kematian Bapa Pendiri.)

Kanonisasinya masih 69 tahun lagi di saat tahun 1926, sewaktu Uskup Agustin Dontenwill mendapat mandat menjadi Superior Jenderal OMI, penyelidikan untuk beatifikasi dan kanonisasi Eugenius de Mazenod dimulai.  Kanonisasi masih 20 tahun lagi, saat Santo Paus Paulus VI memberikan izin terbatas untuk mulai berdoa melalui Eugenius de Mazenod dan menyatakannya sebagai “Beato” di tahun 1975. Kanonisasi masih 8 tahun lagi, saat Beato Eugenius de Mazenod menjadi pengantara permohonan sehingga di tahun 1987, sebuah mukjizat kesembuhan seorang yang sakit terjadi. Mukjizat ini membuat proses menuju kanonisasi berlangsung.

 

  • Pembacaan Formula Kanonisasi

Akhirnya, pada tanggal 03 Desember dalam tahun Tuhan 1995, di Basilika Vatikan, dalam tahun ketiga mandat kedua dari Pastor Marcello Zago sebagai Superior Jenderal para Oblat, Santo Paus Yohanes Paulus II dalam tahun ke-18 Pontifikatnya mengumumkan:

 

S: Untuk kehormatan Tritunggal Mahakudus, pemuliaan iman Katolik dan peningkatan kehidupan Kristiani, oleh otoritas Tuhan kita Yesus Kristus, dan dari Rasul Suci Petrus dan Paulus, dan kita sendiri, setelah pertimbangan yang tepat dan sering berdoa untuk bantuan Ilahi, dan setelah mencari nasihat dari banyak saudara Uskup kami, kami menyatakan dan menetapkan Beato Eugene de Mazenod sebagai “Santo” dan kami memasukkannya ke antara para Orang Kudus, menyatakan bahwa ia harus dihormati sebagai Orang Kudus oleh seluruh Gereja.  Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

S: Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus,

U: Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala masa. Amin.

 

  • Prosesi dengan relikwi atau gambar dari Santo Eugenius de Mazenod

Relikwi dari Santo Eugenius dibawa dalam prosesi dan akan ditahtakan di sebelah Salib selama perayaan berlangsung. Beberapa orang yang telah dipilih sebelumnya membawa relikwi atau gambar St. Eugenius dalam prosesi. Selebran meninggalkan tempatnya dan berdiri di tempat relikwi atau gambar dari Bapa Pendiri akan ditahtakan. Pembawa relikwi atau gambar St. Eugenius memberikannya kepada Selebran, yang lalu menaruhnya di tempat yang telah disediakan untuk pentahtahan. Selebran dapat mendupai relikwi atau gambar jika memungkinkan, dan setelahnya kembali ke tempat semula.

 

  • Seruan Kepada Roh Kudus

S: Ya Tuhan dan Bapa Kami, yang lewat Roh Kudusmu mencerahkan hati Santo Eugenius de Mazenod dalam cinta kasih sehingga ia dengan semangat menyala-nyala mencari keselamatan jiwa-jiwa yang paling terlantar dan mencintai putera-puteranya dengan penuh kasih.  Roh Kudus yang Kau curahkan kepada St. Eugenius memberikan kebijaksanaan untuk mengetahui kehendakMu dan untuk menjalankannya di dalam hidupnya, hidup keluarga religiusnya, dan keuskupannya.  Dengan Roh KudusMu, Engkau menguatkan St. Eugenius untuk mengalahkan segala rasa takut dan kesulitan.  Engkau menanamkan dalam dirinya keinginan untuk mencariMu di atas segalanya dan untuk mencintaiMu dengan segenap hatinya.  Kami sekarang ingin menyuarakan keajaiban-keajaiban karyaMu di dalam GerejaMu lewat Santo Eugenius.  Kami mohon agar Engkau mengutus Roh Kudus yang sama kepada kami untuk mencerahkan hati kami sehingga kami dapat berdoa sesuai dengan kebutuhan kami sehingga kami dapat merasakan keadilan dan penghiburanMu. Kami berdoa lewat perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami.  Amin.

 

BAGIAN II

Berdoa dengan Sabda Tuhan

Disarankan untuk dapat berdoa dengan gerakan-gerakan.  Misalnya, selama pendarasan Mazmur syukur dan terima kasih, beberapa rahmat/anugerah/karunia yang diterima (di masa lalu maupun sekarang) dari umat peserta dapat disebutkan di bagian pengantar atau juga di dalam doa.  Mazmur pertobatan dapat didaraskan dengan berlutut atau umat peserta dapat diminta untuk berlutut dalam hening sebentar setelah mereka mendaraskan Mazmur.  Untuk Mazmur permohonan, salah seorang peserta dapat membawa ke tempat pentahtahan Salib dan relikwi/gambar St. Eugenius surat/kertas yang berisi realitas yang menandakan beberapa aspek kehidupan dan misi kelompok/komunitas atau Kongregasi (misalnya, Anggaran Dasar Komunitas atau Unit, dll.)

  • Mazmur Syukur dan Terima Kasih

Pembukaan:

S: Marilah kita berdoa, Saudara-Saudariku, dengan Mazmur berikut ini yang memuji keajaiban-keajaiban yang telah dikerjakan oleh Allah untuk keselamatan kita.  Marilah kita bersyukur dan berterima kasih kepada Yesus Kristus karena warta keselamatan terus berlanjut dan didengar oleh kita melalui St. Eugenius de Mazenod.  Melalui dia, Allah dengan jelas telah menyatakan kemuliaan dan kekudusanNya.

 

Antifon:

Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, Sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku (lih. Mzm 138:1).

 

Mazmur 92

Pujilah Tuhan, Sang Pencipta

Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan,

dan untuk menyanyikan mazmur bagi namaMu, ya Yang Mahatinggi,

untuk memberitakan kasih setiaMu di waktu pagi dan kesetiaanMu di waktu malam,

dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi.

Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya Tuhan, dengan pekerjaanMu, karena perbuatan tanganMu aku akan bersorak-sorai.

Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaanMu, ya Tuhan, dan sangat dalam rancangan-rancanganMu.

Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.

Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya.

Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya, Tuhan!

Sebab, sesungguhnya musuhMu, ya Tuhan, sebab, sesungguhnya musuhMu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan dicerai-beraikan.

Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.

Orang-orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

Mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Tuhan kita.

Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan padaNya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus….

 

Antifon:

Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, Sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku (lih. Mzm 138:1).

 

Doa:

S: Tuhan Yesus Kristus, Engkau selalu siap sedia mendengarkan kami.  Kami bersyukur dan berterima kasih atas kebaikanMu.  Bersama St. Eugenius de Mazenod, kami lihat secara mengagumkan terwujud dalam Salib yang menyelamatkan. Di kayu salib Engkau Yang Mahabenar, telah diangkat seperti Pohon Kehidupan.  Dari Pohon Kehidupan itulah St. Eugenius dan seluruh orang kudus telah menerima buah yang berlimpah; kami mohon padaMu sekarang ini agar Engkau juga selalu memperbaharui dalam diri kami keajaiban cintaMu.  Demi Engkau yang hidup dan bertahta selamanya. Amin.

 

  • Mazmur Pertobatan

Pengantar

S: Dengan Mazmur berikut ini, kita mohon belas kasih Tuhan.  Marilah kita juga dengan rendah hati mengakui bahwa kita sering tidak mengambil keuntungan dari begitu banyak rahmat/anugerah/ karunia yang Tuhan berikan pada kita dalam Gereja melalui St. Eugenius de Mazenod.  Marilah kita tunjukkan pertobatan kita, keinginan kita untuk berubah, karena kita percaya akan belas kasih Juruselamat kita yang berlimpah, yang karenanya St. Eugenius menjadi saksi dan rasulNya.

 

Antifon:

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepadaMu. (Mzm 51:17)

 

Mazmur 51

Ya Tuhan, kasihanilah aku

 

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar!

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusanMu, bersih dalam penghukumanMu.

Sesungguhnya dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam  batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!

Sembunyikanlah wajahMu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Janganlah membuang aku dari hadapanMu, dan janganlah mengambil rohMu yang kudus dari padaku!

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari padaMu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Maka aku akan mengajarkan jalanMu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepadaMu.

Lepaskan aku dari hutang darah,ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilanMu!

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepadaMu!

Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hanucr; hati yang patahdan remuk tidak akan Kaupandang hina,ya Allah.

Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hatiMu, bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya. Maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbahMu.

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus,

U: Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala masa. Amin.

 

Antifon:

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepadaMu. (Mzm 51:17)

 

Doa:

S: Tuhan Yesus Kristus, yang dalam Santo Eugenius de Mazenod telah meninggalkan bagi kami teladan indah pertobatan. Dengarkanlah doa-doa kami dan ampunilah segala dosa kami sehingga dengan belas kasihMu kami menerima pengampunan dan damaiMu.  Semoga melalui pengantaraan St. Eugenius, Engkau menganugerahkan kepada kami rahmat untuk mengetahui cara-cara memanfaatkan lebih baik lagi segala rahmat/anugerah/karunia yang Engkau berikan kepada kami dalam karisma Gereja.  Semoga kami dapat melayaniMu dengan hati yang tulus. Kami mohonkan ini dalam Engkau yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

 

  • Mazmur Permohonan

Pengantar

S: Marilah kita sekarang berdoa, Saudara-Saudari, supaya Tuhan terus-menerus memberkati hidup dan karya kerasulan dari Keluarga kita sehingga dengan rahmat Tuhan kita mengetahui cara untuk menggandakan dan membuat berbuah segala rahmat/anugerah/karunia yang Tuhan berikan kepada kita melalui Santo Eugenius de Mazenod.

 

Antifon:

Karena namaMu mereka bersorak-sorai sepanjang hari, dan karena keadilanMu mereka bermegah. (Mzm 89:17)

 

Mazmur 67

Nyanyian syukur karena segala berkat Tuhan

 

Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajahNya, supaya jalanMu dikenal di bumi, dan keselamatanMu di antara segala bangsa.

 

Antifon:

Marilah kita menyembah Tuhan, Sumber segala kebijaksanaan.

atau

Marilah kita menyembah Kristus, Sang Gembala kawanan domba.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepadaMu.

 

Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.

 

Antifon:

Marilah kita menyembah Tuhan, Sumber segala kebijaksanaan.

atau

Marilah kita menyembah Kristus, Sang Gembala kawanan domba.

 

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepadaMu.

 

Antifon:

Marilah kita menyembah Tuhan, Sumber segala kebijaksanaan.

atau

Marilah kita menyembah Kristus, Sang Gembala kawanan domba.

 

Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.  Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!

 

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus,

 

Antifon:

Karena namaMu mereka bersorak-sorai sepanjang hari, dan karena keadilanMu mereka bermegah. (Mzm 89:17)

 

Doa:

S: Tuhan Yesus Kristus yang melalui St. Eugenius de Mazenod telah memanggil anakNya untuk membentuk sebuah keluarga. Nyalakanlah api cinta kasih dalam hati kami supaya melalui cinta kasih yang bertahta di antara kami dan melalui semangat kerasulan yang menyala-nyala di luar kami, berkatMu yang melimpah saja yang menggantikan segala usaha yang melampaui kemampuan kami. Demi Engkau yang hidup dan berkuasa sekarang dan sepanjang segala masa. Amin.

 

  • Bacaan Singkat

Dari surat pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus (1 Kor 2:1-5)

Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datanga dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.  Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.  Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.  Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Demikianlah Sabda Tuhan,

U: Syukur kepada Allah.

 

Komentar atas Bacaan:

Jika dirasa perlu, komentar singkat atas Bacaan dapat dilakukan, berdasarkan - misalnya - beberapa ide dari Pastor Marcello Zago, OMI, Superior Jenderal, dalam tulisan “Memperbaharui diri kita dalam karisma Eugenius de Mazenod” atau berdasarkan Homili St. Paus Yohanes Paulus II pada hari Kanonisasi Bapa Pendiri.  Juga bisa dilaksanakan sharing iman tentang arti kanonisasi bagi seseorang, atau mendengarkan kesaksian seseorang yang menghidupi peristiwa kanonisasi Bapa Pendiri dengan cara khusus.  Juga bisa mendengarkan kesaksian wakil dari kelompok/komunitas atau institusi atau seorang Oblat atau umat Gereja tentang hal-hal yang terjadi karena kanonisasi Santo Eugenius.

 

BAGIAN III

Penghormatan kepada Santo Eugenius dan permohonan untuk menjadi pengantara

 

  • Penghormatan kepada relikwi atau gambar dari St. Eugenius de Mazenod

Para peserta kemudian menghormati relikwi atau gambar St. Eugenius dalam prosesi seperti menyambut Komuni.  Saat prosesi berlangsung, lagu/hymne yang cocok dapat dinyanyikan untuk mengiringi.


  • Doa Oblat untuk Mohon Pengantaraan

S: Pada hari perayaan ini, kita memandang Tuhan, Bapa kita, karena menyadari begitu banyaknya kebutuhan kita.  Kita percaya akan Penyelenggaraan Ilahi-Nya yang tak habis-habis.  Melalui doa yang pada tahun 1837, St. Eugenius ingin Keluarga Oblat untuk mendoakannya setiap hari, marilah mulai hari ini kita daraskan doa ini setiap harinya:

 

Ya Tuhan, ingatlah akan GerejaMu,

lindungilah GerejaMu dari segala yang jahat dan buatlah GerejaMu menjadi sempurna dalam cintaMu.

 

Tuntunlah Bapa Suci kami, Paus….. (sebutkan namanya)

Lindungi dan kuatkanlah Bapa Suci dengan Roh KudusMu.

 

Berkati Kongregasi kami,

Semoga kami mewartakan “siapa itu Kristus” melalui  kata dan perbuatan kami.

 

Bantulah Bapa Superior Jenderal kami,

Semoga Bapa Superior Jenderal memimpin Kongrgasi dalam semangat Santo Eugenius dan dapat menjadi simbol persatuan di antara semua Oblat.

 

Topanglah semua misionaris Kabar BaikMu,

Semoga mereka menjadi pelayan KerajaanMu yang setia dan berani.

 

Kiranya Engkau ada bersama saudara-saudara kami yang tidak dapat hadir di sini,

Jagalah mereka senantiasa ada di dalam kasihMu.

 

Panggillah yang lain-lainnya untuk berbagi hidup dan karya kami,

Kirimkanlah pekerja-pekerja ke panenanMu.

 

Ganjarlah mereka yang membuat layak hidup kami,

Anugerahkanlah hidup yang kekal kepada semua yang telah melakukan kebaikan bagi kami demi namaMu.

 

Setelah mendaraskan doa tersebut, semua yang hadir dapat diberi kesempatan untuk menyuarakan doa pribadi mereka (secara pendek).  Doa dapat berupa ucapan syukur, pertobatan, permohonan.  Setiap doa diakhiri dengan seruan: “Tuhan, dengarkanlah doa kami…” atau “Tuhan, kabulkanlah doa kami…”


S: Ya Bapa, dengarkanlah semua doa yang kami haturkan kepadaMu melalui perantaraan Santo Eugenius.  Nyalakanlah di dalam hati kami api cinta kasihMu agar seluruh hidup kami menjadi Oblatio kekal yang menyukakan mataMu.  Demi Yesus Kristus, Tuhan kami.

 

  • Doa Bapa Kami

 

RITUS PENUTUP

  • Doa Penutup

S: Ya Tuhan, dalam belas kasihMu Engkau memberkati UskupMu, Santo Eugenius de Mazenod, dengan semangat menyala-nyala seorang rasul untuk mewartakan Kabar Baik kepada bangsa-bangsa.  Melalui perantaraannya, anugerahkanlah kepada kami semangat yang sama dan mampukan kami untuk mempersembahkan diri kami sepenuhnya bagi pelayanan Gereja dan keselamatan jiwa-jiwa.  Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

 

  • Berkat

Jika ada relikwi dari St. Eugenius dan Selebran adalah seorang Imam atau Diakon, Imam/Diakon dapat memberikan berkat dengan relikwi tersebut (mengangkatnya dan membuat tanda salib).  Jika tidak ada relikwi, berkat dapat diberikan dengan Salib Oblat.

 

S: Semoga Allah Bapa kita yang telah mengumpulkan anak-anakNya di sini untuk merayakan Kanonisasi Santo Eugenius de Mazenod, memberkati engkau, melindungi engkau, dan menguatkan engkau dalam damaiNya,

U: Amin

S: Semoga Kristus Tuhan kita yang mewujudkan dalam diri Santo Eugenius de Mazenod kekuatan dan kelembutan kasihNya, membuat engkau menjadi saksi-saksi Injil sejati.

U: Amin

S: Semoga Roh Kudus, yang menempatkan Santo Eugenius de Mazenod sebagai Imam dari Gereja Tuhan dan yang memenuhinya dengan kekuatan untuk mewartakan Injil kepada kaum miskin, membangunkan dalam dirimu semangat misionaris sejati.

U: Amin

S: Dan semoga Allah Yang Mahakuasa memberkatimu, Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus (+),

U: Amin

 

(Jika tidak ada Imam atau Diakon, pimpinan berkata:)


S: Semoga Allah memberkati kita, melindungi kita dari segala yang jahat, dan mengantar kita ke kehidupan yang kekal,

U: Amin.

S: Marilah kita memuji Tuhan,

U: dan bersyukur kepadaNya.

 

  • Salve Regina

 

Demi nama Tuhan,

Marilah kita menjadi orang-orang kudus!

(Santo Eugenius kepada para Oblat, saat menyampaikan berita aprobasi Kongregasi, 18 Februri 1826)

 

(Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari lampiran  artikel "Letter of Introduction for the 25th Anniversary of the Canonization of the Founder" yang terbit di www.omiworld.org)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.