Mukjizat Terbesar Yesus: Tanda Nabi Yunus

Renungan dari Injil Lukas 11:29-32

 

Beberapa hari yang lalu saya menonton film 47 Ronin. Film ini pertama kali tayang sekitar tahun 2013 yang lalu. Jadi filmnya sudah cukup jadul. Salah satu adegan dalam film itu adalah ketika Kai (anak campuran Jepang dan Inggris yang dipungut dan dibesarkan oleh Asano) memberitahu Oishi (penasihat utama Asano) tentang adanya penyihir di rombongan Kira (musuh Asano), tetapi Oishi mengabaikannya karena dia tidak suka dan bahkan merendahkan Kai. Namun ini mengakibatkan kematian tuan mereka, Asano, dan mereka pun dibuang. Ketidakpercayaan mendatangkan bencana.

Dalam Injil, kita juga mendengar bagaimana orang Yahudi dan orang Saduki meminta tanda kepada Yesus. Sebenarnya Lukas tidak menulis siapa yang meminta tanda, tetapi informasi ini kita ketahui dari Injil Matius yang memberi lebih banyak informasi. Apa itu tanda? Dalam Injil dipakai kata σημεῖον (semeion), yang diartikan tanda atau mujizat. Mengapa orang Yahudi dan Zaduki meminta tanda? Karena tanda adalah bukti atau legitimasi seorang nabi, misalnya Nabi Musa yang memberikan roti dari langit, atau Yoshua yang menghentikan peredaran matahari dan bulan, atau Elia yang memanggil api dari langit. Lalu legitimasi Yesus apa? Sebenarnya sudah sangat banyak. Ayat-ayat sebelumnya sudah menceritakan Yesus yang menyembuhkan dan mengusir setan Tapi apakah mereka percaya? Tidak! Karena mereka benci dengan Yesus. Mereka ingin mencobai atau menjebak Yesus. Mereka bahkan memfitnah Yesus dengan mengatakan bahwa Yesus melakukan kuasa itu dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan. Kedegilan hati mereka inilah yang membuat Yesus menyebut mereka angkatan yang jahat (γενεὰ πονηρά).

Yesus mengatakan: “…. kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Apakah tanda nabi Yunus itu? Tanda nabi Yunus tidak lain adalah wafat dan kebangkitan Yesus. Yunus tiga hari berada dalam perut ikan, demikian juga Yesus, selama tiga hari Ia berada dalam kematian. Hanya Allah yang punya kuasa atas maut. Inilah mujizat terbesar yang dibuat Yesus, yang tidak pernah ada orang atau nabi lain yang pernah melakukannya. Tetapi dengan tanda ini, apakah semua orang percaya? Tidak! Kita tidak usah bicara tentang orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Mesias karena mungkin mereka tidak punya kesempatan. Bahkan mereka yang lahir dan dibesarkan dalam iman akan Yesus pun banyak yang menghianati Yesus.

Yesus menawarkan keselamatan kepada kita. Yesus tidak memaksa kita percaya kepadaNya karena Allah menghargai kehendak bebas manusia. Kita harusnya bersyukur karena kita percaya. Maka mari kita ungkapkan iman dan kepercayaan dalam Masa Prapaskah ini melalui pertobatan (mengubah perilaku yang tidak baik), puasa, doa, dan amal kasih. Semoga Allah memberkati kita. Amin.

 

(Penulis:  Pastor Renold A. Sombolayuk, OMI, Minister, Seminari Tinggi OMI "Wisma de Mazenod", Condongcatur, Yogyakarta)

 

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.