Pandai Mengambil Hati

Meski usia mereka tidak lagi muda, Billy dan Susy adalah pasangan yang hangat dan mesra.  Pasangan lanjut usia ini memang terlihat akur seia sekata, setia dalam untung dan malang.  Billy dan Susy memang bisa dijadikan teladan hidup perkawinan.

Pada suatu waktu, Billy diharuskan menjalani operasi jantung.  Tentu, Susy dengan setia menemani suaminya dari sejak masuk rumah sakit hingga saat sang suami tercinta dioperasi.  Usai operasi yang berjalan sukses, Susy pun dengan sabar dan setia menunggui Billy hingga siuman dan kembali dibawa ke kamar perawatan.

Meski baru dioperasi, tampaknya Billy tak kehilangan semangat untuk selalu bertukar cerita dengan istrinya tercinta.  Maka, begitu ia mendapat kesempatan untuk ngobrol bareng Susy, Billy bertanya: "Susy, tahukah engkau apa yang ditemukan dokter pada saat mengoperasi jantungku?"

Susy terdiam, berpikir dengan keras untuk beberapa saat, lalu menjawab dengan gelengan kepala: "Tidak tahu, sayang.  Apa yang dokter temukan?  Berbahayakah?"

Billy mengambil tangan Susy dan menggenggamnya seraya menjawab: "Saat dokter membuka jantungku, dia menemukan namamu terukir di hatiku...."

** Ternyata, membuat bahagia orang-orang yang kita cintai itu sangat mudah. Tinggal apakah kita mau melakukannya untuk mereka, bukan?! **

(disadur dari Homili Pastor F.X. Rudi Rahkitojati, OMI di Gereja Stasi Sta. Maria Imakulata, Paroki Trinitas, Cengkareng)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.