Apa Jadinya.....

"Pada suatu hari yang cerah, tampak 3 Malaikat Agung sedang duduk santai bercakap-cakap. Gabriel tampak sedang bercerita kepada kedua Malaikat Agung lainnya: Rafael dan Mikael.

“Tahukah kalian, kapan di dalam hidupku aku merasa paling begitu takut?” tanya Gabriel tiba-tiba kepada kedua Malaikat Agung lainnya.

“Pernahkah?” tanya Rafael tak percaya.

“Kapan?” tanya Mikael.

“Kemarin. Waktu aku diutus Allah Bapa ke bumi, ke sebuah desa di Nazareth, kepada seorang gadis bernama Maria,” jawab Gabriel.

“Ah, kamu sudah biasa menyampaikan kabar dan pesan dari Tuhan kepada manusia. Mengapa bisa jadi takut? Apa istimewanya pesan yang kamu sampaikan itu?” Rafael tampak menyelidik.

“Kemarin itu aku diutus untuk menyampaikan pesan kepada gadis muda belia yang suci dan polos tampaknya. Dia masih begitu lugu.”

 

“Lalu, apa susahnya menyampaikan berita? Bukankah engkau sudah biasa menjadi ‘tukang pos’ Allah Bapa?” tanya Mikael.

“Betul. Tapi kemarin itu berita yang kubawa lain daripada biasanya. Gadis itu dipilih Allah Bapa untuk menjadi ibu bagi PuteraNya, Sang Penebus Dunia, Imanuel yang dinanti-nantikan semua orang,” Gabriel mulai menerangkan.

“Kalau hanya demikian, mengapa engkau menjadi tegang?” tanya Rafael lagi.

“Tegang, karena tak mudah mendapatkan jawaban untuk pesan yang kusampaikan itu yang langsung melegakan hati. Gadis itu sempat banyak bertanya, ” kata Gabriel sambil melanjutkan, ““Untung gadis itu tidak tahu bahwa di balik sayapku ini, aku gemetar dan basah kuyup berkeringat karena terbayang bahwa seluruh masa depan dunia sekarang tergantung pada jawabannya.”

“Apa jawaban gadis itu?” tanya Mikael tak sabar.

“Betapa leganya hatiku saat aku mendengar gadis itu akhirnya menjawab: ‘aku ini hanyalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakMu.’……”


Apa jadinya dunia jika Maria menolak untuk menjadi ibu Penebus Dunia? Kita tak akan pernah merayakan Natal, tak pernah menyanyikan lagu “Malam Kudus”, tak ada Gereja yang dibangun oleh Kristus, tak ada kita semua yang diangkat menjadi anak-anak Allah.

 

(disadur dari cerita inspiratif dalam Homili Pastor F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI pada Misa Pesta Sta. Maria Imakulata dan Pembaruan Komitmen AMMI Paroki Trinitas, Cengkareng, Jakarta.)

 

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.